Pemko Solok Dukung Penuh Program Pendidikan Guru Penggerak

Kota Solok | Topsumbar – Pemerintah Kota Solok memberikan dukungan penuh dan berkomitmen menyukseskan program Pendidikan Guru Penggerak di Kota Solok. Program yang diluncurkan Kemendikbudristek untuk Kota Solok ini diharapkan dapat menunjang dan mendukung pencapaian visi dan misi pembangunan Kota Solok ke depan.

Secara umum, Program Pendidikan Guru Penggerak melalui sekolah penggerak, guru penggerak dan pengajar praktik terfokus pada pengembangan SDM sekolah, mulai dari siswa, guru, sampai kepala sekolah. Kualitas siswa diukur melalui pencapaian hasil belajar di atas level yang diharapkan dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan.
Pendidikan Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi dan pendampingan selama enam bulan bagi calon Guru Penggerak. Guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru. Program ini akan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi sehingga seluruh ekosistem sekolah di Indonesia akan menjadi Sekolah Penggerak.
“Pemko Solok telah menyediakan anggaran pendamping melalui APBD Tahun 2022 dan juga telah dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kota Solok dengan Kemendikbudristek,” kata Wakil Walikota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra saat membuka kegiatan sosialisasi Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6 yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Solok di gedung aula SMKN 1 Solok, Kamis (20/1/2022).
“Melalui pembelajaran yang berpusat pada murid, kita akan ciptakan perencanaan program dan anggaran yang berbasis pada refleksi diri, refleksi guru, sehingga terjadi perbaikan pada pembelajaran dan sekolah melakukan pengimbasan,” lajut Wawako.
Pada kesempatan itu, Ramadhani juga mengimbau kepada semua guru dan kepala sekolah yang memenuhi persyaratan untuk menjadi guru penggerak dan pengajar praktik untuk ikut serta dalam program ini.
Tentunya banyak manfaat yang ditawarkan dari program ini, diantaranya sertifikat guru penggerak akan menjadi persyaratan pengangkatan dalam jabatan kepala sekolah dan pengawas sekolah.
“Mari bersama-sama kita sukseskan program sekolah penggerak dan guru penggerak ini untuk mewujudkan profil pembelajar Pancasila,” tutup Wawako.
Dengan dimulainya Program Pendidikan Guru Penggerak diharapkan menjadi katalis perubahan di daerah dengan cara menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah, menjadi pengajar praktik bagi guru lain, dan menjadi pemimpin pembelajaran. Untuk mewujudkan harapan tersebut, guru penggerak harus selalu mengembangkan diri, memupuk kematangan moral, sosial, emosional, dan kematangan spritual.
Program ini dirancang sebagai upaya untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, dan berkebhinekaan global.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala LPMP Sumbar, Dr. Endrimon, selaku narasumber, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok, Hj. Rosavella YD, serta ratusan guru se-Kota Solok. (gra)

Bacaan Lainnya

Pos terkait