Pengendalian Hama Tanaman Jeruk, Bupati Limapuluh Kota Minta Sinergitas OPD Dalam Gardal OPT

120

Lima Puluh Kota,- Kabupaten Lima Puluh Kota dikenal sebagai salah satu daerah sentra penghasil buah jeruk terbesar di Provinsi Sumatera Barat. Namun dalam beberapa tahun terakhir, produksi jeruk di beberapa Kecamatan di Lima Puluh Kota mengalami gangguan dan mengakibatkan penurunan produksi buah jeruk di Luak Nan Bungsu.

Demi meningkatkan kembali produksi komoditi Jeruk tersebut, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota melalui Dinas Perkebunan Tanaman Pangan Holtikultura Lima Puluh Kota akan melakukan berbagai solusi sehingga keluhan masyarakat dan permasalahan yang terjadi dilapangan dapat diatasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Distanhorbun Lima Puluh Kota Witra Porsewandi saat ditemui di kantornya, Senin (9/5).

Ia mengatakan, saat ini produksi jeruk di Lima Puluh Kota terjadi penurunan yang sangat signifikan. Hal tersebut disebabkan berbagai macam faktor salah satunya ialah akibat penyakit dan wabah hama yang menyerang tanaman jeruk masyarakat di beberapa Kecamatan di Lima Puluh Kota.

“Dari data yang ada produksi jeruk kita memang mengalami penurunan, dimana ditahun 2020 produksi kita keseluruahan sebanyak 60,29 ton/ha, namun ditahun 2021 anjlok menjadi 33,65 ton/ha hingga saat ini. Salah satu penyebab penurunan produksi tersebut ialah serangan dari lalat buah yang menyebabkan kerusakan pada buah jeruk,”ungkapnya.

Dikatakannya, Kecamatan penghasil jeruk terbesar yang sangat terdampak wabah lalat buah ini adalah Kecamatan Gunuang Omeh dan Kecamatan Bukik Barisan, sementara di Kecamatan seperti Suliki dan Kecamatan lainnya penghasil jeruk masih tercatat aman dari gangguan wabah lalat buah.

“Yang sangat terdampak akibat hama lalat buah ini adalah Kecamatan Gunuang Omeh, dimana saat ini produksi jeruk tercatat hanya 7,29 ton/ha dan akibat wabah ini masyarakat juga banyak yang patah semangat dalam merawat dan membudidayakan tanaman jeruk, seterusnya beberapa titik di Kecamatan Bukik Barisan,” sambungnya.

Seterusnya, dampak dari wabah lalat buah sangat berdampak dimana apabila lalat buah tersebut bertelur dibuah jeruk maka buah akan murah rontok dan membusuk.

“Keberadaan lalat buah tersebut sangat banyak karena satu induk bisa melahirkan anak hingga 1.000 ekor didalam buah, dan radius penyebaran lalat buah ini hingga 20 Km jadi penyebarannya ke tiap Kecamatan bisa terjadi,” sambungnya.

Untuk menyikapi permasalahan ini, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Limapuluh Kota segera menyusun kerangka kerja dan melaksanakan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gardal OPT) Jeruk ditiap Kecamatan di Lima Puluh Kota.

“Jadi nantinya kita akan melakukan kegiatan Bulan Gardal OPT ditiap Kecamatan penghasil jeruk di Lima Puluh Kota yang terdampak wabah lalat buah ini. Dimana dalam gerakan ini kita akan mengimbau agar seluruh petani jeruk membungkus atau mengubur jeruk busuk, untuk menghambat laju pertumbuhan lalat buah ini.

Menyikapi hal itu, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo akan segera memberikan intruksi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain di lingkungan Pemkab Limapuluh Kota untuk bersinergi dalam program kerja Bulan Gerdal OPT yang akan dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan

“Perlu sinergitas dari berbagai OPD untuk mengatasi hal ini. Segera akan kita rapatkan, karena persoalan hama terhadap tanaman jeruk sudah seperti pandemi. Pemkab Limapuluh Kota akan mengerahkan instansi seperti Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Damkar, untuk menyukseskan dan melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar hama tanaman dan buah jeruk dapat segera di atasi.” Kata Safaruddin di ruang kerjanya.

Ditambahkan Safaruddin, langkah pembasmian hama yang akan dilakukan itu guna meningkatkan kembali hasil produksi jeruk mencapai level nasional yaitu 25-40 Ton/Hektar. Dijelaskannya,dari data yang ada produktivitas jeruk di 3 kecamatan pada tahun 2021 yakni, Kecamatan Gunuang Omeh 7,29 Ton/Hektar, Bukik Barisan 14,49 Ton/Hektar dan Suliki 25,05 Ton/Hektar.

“Kita bereskan pembasmian dan pengendalian hama terlebih dahulu. Tingkatkan produktivitas di tiap kecamatan yang ada, setelah itu masuk kepada bentuk perluasan pemasaran jeruk kualitas baik. Kerangka pemasaran sudah disiapkan,” tutup Safaruddin.

Bupati berharap gerakan pembasmian dan pengendalian hama nantinya dapat dipahami oleh seluruh petani jeruk yang tersebar di beberapa kecamatan yang ada. Wabah ini harus dibasmi secara serentak dan menyeluruh.

“Silahkan bagi penyuluh untuk memulai langkah awal untuk persuasif kepada masyarakat dan OPD terkait siap dengan kerangka kerjanya,” pungkas Bupati.

(Ton)

loading...