Dharmasraya Belum Adakan Sekolah Tatap Muka, Guru dan Staf Harus Jalani Swab Tes

Marius Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya saat ditemui wartawan di ruang kerja nya, Senin (04/01/2021).

Berdasarkan surat edaran Gubernur Sumatera Barat proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka untuk daerah kabupaten kota terhitung dimulai tanggal 04 Januari 2021.
Di salah satu sekolah di Kabupaten Dharmasraya yang Topsumbar kunjungi menyatakan belum siap Untuk PBM secara tatap muka, terkait surat edaran dari Dinas Pendidikan setempat, Senin (04/01/2021).

SDN 08 Pulau Punjung salah satunya, melalui Kepala Sekolah nya Rasmawati, S.Pd di ruang kantor, menuturkan bahwa berdasarkan surat edaran pertama, kami telah berupaya mengkondisikan sekolah untuk PBM secara tatap muka. Sekolah telah melakukan penyemprotan disinfektan pada keseluruhan lokal dan ruangan lingkungan sekolah, menyediakan tempat cuci tangan, masker, dan berupaya membatasi para guru untuk tidak keluar daerah.

“Bilamana ada guru yang merasa badan kurang sehat supaya melakukan isolasi mandiri di rumah, begitu pulih kesehatan nya baru datang ke sekolah. Namun sore kemaren, begitu surat edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya keluar, PBM secara tatap muka belum diberlakukan, kami pihak sekolah menunggu surat edaran dinas selanjutnya, kapan kami para guru di rapid atau swab test,” jelas Kepala Sekolah Rasmawati yang mengaku telah rindu kepada seluruh anak didiknya itu.

Bacaan Lainnya

Di lain tempat, Marius selaku Kepala Dinas Pendidikan menerangkan bahwa terkait PBM secara tatap muka di Dharmasraya baru saja dibahas dengan Sekda setempat. Mengingat PBM secara tatap muka di masa pandemi Covid-19, Seluruh guru dan staf akan di rapid atau swab test dulu, selain itu juga harus mendapatkan surat pernyataan izin untuk PBM tatap muka dari wali atau orang tua murid.

“Harus ada kesiapan sekolah, baru boleh PBM tatap muka dengan berpedoman kepada protokol kesehatan. Kita dari dinas akan memantau kesiapan dari para guru dan staf di sekolah-sekolah nantinya supaya PBM secara tatap muka bisa seperti yang kita harapkan bersama. Mengingat masih masa pandemi Covid-19 ini,” tegas Marius saat ditemui media ini. (Yanti)

Pos terkait