Wujudkan Mimpi, Gadis Asal Tanjung Paku Telah Tiba di Jerman

Kota Solok | Topsumbar – Tak disangka remaja sederhana asal Tanjung Paku telah menginjakkan kaki di Eropa, benua impian bagi sebagian orang. Setelah melalui beberapa rangkaian proses kurang lebih setahun di Jakarta, tepat tanggal 19 Februari 2022 Rezi merangkai untaian impian untuk menjadi kenyataan.

Rezi yang mempunyai nama lengkap Rezi Nurhidayah beberapa waktu lalu dilepas oleh Wakil Wali Kota Solok dan Pimpinan Baznas yang menyokong keberangkatannya ke Jerman, bersama rekannya Bambang merupakan salah seorang yang lulus Program Ausbildung.
Program Ausbildung adalah program yang mengkolaborasikan antara sekolah profesional setara strata satu dan langsung dipraktikkan di perusahaan profesional. Dalam program yang berlangsung sekitar tiga tahun, peserta akan kuliah sambil bekerja.

Penerima program akan bekerja selama tiga hari dan belajar selama dua hari di sekolah (Berufschule). Ada beberapa pilihan Ausbildung di Jerman, mulai dari perawat, perhotelan, guru TK, pariwisata, otomotif, IT, dan studi lainnya.

Bacaan Lainnya

Program Ausbildung menawarkan beberapa keuntungan, selain tidak memungut biaya, penerima program akan menerima gaji bulanan, difasilitasi akomodasi dan konsumsinya, mendapatkan asuransi perjalanan dan kesehatan serta diberi kesempatan liburan dan cuti.

Rezi adalah lulusan SMKN 1 Kota Solok, putri kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Dahwirman dan Erlina. Semasa sekolah, Rezi sangat rajin dan aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler untuk menguatkan dan membekali soft skill-nya.
Walaupun hidup sederhana di Perumahan Tanjung Paku Residence Blok D12, Rezi tetap berprestasi untuk mewujudkan cita-citanya.

“Saya sebenarnya berat melepas Rezi ke luar negeri, namun keinginannya sangat kuat. Mudah-mudahan kegiatannya dapat diikuti dengan baik dan lancar sampai pulang,” ujar Erlina, ibunda Rezi yang mengantar sampai Jakarta.

Tak dinyana gadis mungil itu telah menempuh perjalanan udara selama 14 jam rute Jakarta-Frankfurt dengan maskapai Etihad, dan mendarat pukul 12.00 waktu setempat di Bandara Frankfurt, Jerman. Kini Rezi memulai program yang dirintisnya dengan adaptasi lingkungan dan iklim dengan suhu 4-10°C.
Impian yang selama ini dirajut telah mulai bersemi seiring musim semi yang sedang berlangsung di Jerman. Impian yang tidak semua orang bisa menjangkaunya. (gra)

Pos terkait