Ketua DPRD Sumbar Supardi Serap Aspirasi Masyarakat Payakumbuh

Payakumbuh | Topsumbar – Memasuki masa reses sidang ke-2 tahun 2021 – 2022 Ketua DPRD Sumbar kembali temui masyarakat untuk menjaring aspirasi dan menyalurkan berbagai bantuan. Pada pertemuan hari pertama Ketua DPRD Sumbar Supardi melakukan dialog dengan masyarakat di kecamatan Payakumbuh Timur, daerah ini terdiri dari 9 kelurahan.

Pertemuan dengan masyarakat setempat juga dihadiri wakil ketua DPRD kota Payakumbuh, camat Payakumbuh, SKPD terkait yakni Dinas PUPR kota Payakumbuh, Dinas Pertanian Provinsi Sumbar, Dinas peternakan, Perkim, PSDA, dan Bina Marga.

Reses hari pertama ketua DPRD Sumbar Supardi, Selasa (15/2/2022) di Kecamatan Payakumbuh Timur, tampak begitu antusiasnya masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut, dikarenakan adanya beberapa persoalan yang perlu didiskusikan dengan pemerintah Provinsi maupun pemerintah Kota Payakumbuh.

Bacaan Lainnya

Masyarakat yang hadir berasal dari berbagai kelompok, baik kelompok tani, ternak, pemuda, maupun ibu-ibu pelaku UMKM, khususnya masyarakat setempat dan umumnya berasal dari kecamatan lain.

Pada saat pertemuan masyarakat dari berbagai kelompok tersebut meminta agar ketua DPRD Sumbar Supardi bisa memberikan bantuan untuk jalan usaha tani, jembatan yang menghubungkan dua kelurahan demi memperlancar mobilisasi kegiatan perekonomian masyarakat

”Pak Ketua kami mohon perjuangkan bantuan untuk jalan dan jembatan, karena masih terdapatnya jalan tanah, sehingga akses transportasi sedikit terganggu, bukan hanya itu pak, umumnya keadaan irigasi dan drainase pada masing-masing kelurahan di kecamatan payakumbuh Timur masih sangat memprihatinkan sehingga sangat dibutuhkan perhatian dari pemerintah untuk menanggulangi hal tersebut, kami mohonkan agar perhatian dan diperjuangkan pak,” pinta masyarakat pada Supardi.

Permintaan masyarakat pada ketua DPRD Sumbar tersebut disampaikan, karena bendungan-bendungan di kecamatan Payakumbuh Timur dan tebing-tebing di tepi sungai, dapat dikatakan tidak layak karena rusak, sehingga jika terjadi longsor akan menganggu drainase di permukiman masyarakat.

Selain masalah pertanian dan fasilitas jalan, masyarakat juga memohon bantuan dana hibah dari pemerintah untuk memfasilitasi alat-alat PKK, dan pertanian di kecamatan payakumbuh Timur

”Kami mohon bantuan dari pemerintah provinsi untuk menyediakan bibit padi yang unggul dan juga bibit jagung tentunya hal ini sangat membantu dalam pembangunan ekonomi masyarakat, juga fasilitas lainnya untuk rumah ibadah, kesehatan dan pendidikan berupa beasiswa,” tambah masyarakat lagi.

Khusus pada peternakan, diharapkan program 1 sapi 1 petani agar bisa dilakukan kembali, sehingga usaha maggot berjalan baik, dan perekonomian masyarakat dalam pengelolaan sampah berjalan baik pula.

Sekaitan dengan permintaan masyarakat tersebut, ketua DPRD Sumbar Supardi, yang berasal dari fraksi Gerindra, daerah pemilihan kota Payakumbuh-50 Kita, dengan tegas mengatakan, siap memperjuangkan aspirasi tersebut.

Supardi juga akan mengajukan pada tahun penganggaran 2023, dengan memasukkan pokok-pokok fikiran, melalui aspirasi yang berkembang, melalu SKPD terkait.

“Kita akan serap semua aspirasi yang ada, untuk dijadikan pokok-pokok fikiran dalam mengajukan anggaran, dan nantinya akan kita tumpangkan pada dinas terkait, sehingga bisa disalurkan dan dimanfaatkan dengan baik,” terang Supardi.

Selain itu, Supardi juga akan meminta walikota dan bupati di daerah pemilihannya untuk mengajukan bantuan dana keuangan khusus, untuk membangun jalan dan jembatan, guna mempermudah akses perekonomian masyarakat, dalam melakukan berbagai aktifitas, guna peningkatan prekonomian secara nyata.

“Kita juga akan minta walikota mengajukan bantuan keuangan khusus, guna pembangunan fisik di daerah ini, sehingga bermanfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam gerakan peningkatan. Ekonomi masyarakat,” tutur Supardi lagi.

Dalam reses hari pertama, ketua DPRD Sumbar memiliki beberapa catatan penting, yang semuanya berasal dari masyarakat setempat, dan usulan atau.pokok fikirannya tidak jauh berbeda antara kelompok tani, ternak, UMKM, dan tokoh lainnya, dimana berharap pembangunan fisik, kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan.(*)

Pos terkait