LKM Arbes Kelurahan Aro IV Korong Lakukan Study Banding Pengelolaan Dana Bergulir

Kota Solok | Topsumbar – Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Arbes Kelurahan Aro IV Korong, Kota Solok melaksanakan kegiatan study banding ke LKM Kuranji Mandiri Kelurahan Kuranji, Kota Padang, Rabu (19/1/2022).

Kegiatan ini dilatarbelakangi penurunan tingkat pengembalian dana ekonomi bergulir pada Unit Pengelola Keuangan (UPK) LKM Arbes dari 100 % menjadi 95%, karena adanya beberapa usaha anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai penerima manfaat dana bergulir yang dikelola UPK LKM Arbes yang macet terdampak pandemi Covid-19, sementara itu LKM Kuranji Mandiri Kota Padang masih dapat mempertahankan tingkat pengembaliannya walau beberapa KSM terdampak pandemi ini.
Di samping itu, kegiatan ini dilakukan untuk membina hubungan silaturahmi antara LKM dalam mempersiapkan berakhirnya pendampingan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), diharapkan tanpa ada dampingan program KOTAKU kegiatan LKM dalam mengentaskan kemiskinan dan penanganan permukiman yang layak huni dapat berkelanjutan dengan baik, seperti tujuan awalnya didirikan LKM Arbes pada tahun 2008.
Selain itu, diharapkan juga dengan adanya jaringan komunikasi bersama antara dua lembaga terbaik di Kota Solok dan Kota Padang ini dapat membuahkan kerjasama baik dari pemasaran produk-produk KSM, berbagi pengalaman dan menambah semangat dalam melaksanakan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Dalam kegiatan study banding ini LKM Arbes mengikutsertakan unsur kelurahan, seluruh pejabat RT dan RW, Ketua LPMK, KSM yang bergerak dalam dana pinjaman bergulir, dan terutama sekali Unit Pengelola Keuangan didampingi oleh tim koordinator dan fasilitator kelurahan Program KOTAKU. Dengan harapan pembelajaran yang didapat bisa dipahami bersama dan bisa dilakukan juga pada Kelurahan Aro IV Korong.
Pemerintah Kota Solok turut memfasilitasi kegiatan ini, setelah menerima laporan dari pihak Kelurahan Aro IV Korong dan sekretariat LKM Arbes. Fasilitasi yang diberikan berupa bantuan transportasi dua unit bus, seyogyanya pemerintah kota ingin memberikan bantuan lebih namun karena kegiatan ini tidak teranggarkan, maka Pemko hanya bisa menyiapkan alat transportasi.
Sesampainya di tempat tujuan, LKM Arbes beserta rombongan disambut oleh Ketua LKM Kuranji Mandiri dengan jajaran serta pejabat kelurahan setempat. Dalam sambutannya koordinator LKM Kuranji Mandiri menyampaikan terimakasih atas kunjungan silaturahmi ini. Demikian juga Koordinator LKM Aro IV Korong, Azhari, menyampaikan hal yang serupa.
Sejalan dengan maksud dari kegiatan study banding tersebut, acara dilanjutkan dengan paparan dari Manager UPK LKM Kuranji Mandiri, Elly Wati, yang biasa disapa dengan Oma Ely oleh masyarakat Kuranji. Dalam paparannya ia menyampaikan pemupukan modal sejak LKM didirikan pada tahun 2008 lalu dimana modal awalnya hanya Rp.40 juta terus berkembang menjadi Rp.100 juta, dan pada tahun 2014 UPK juga mendapatkan tambahan modal Rp.100 juta dari dana Program Peningkatan Penghasilan Masyarakat Berbasis Komunitas (PPMK), dan saat ini modal dari dana ekonomi bergulir yang dikelola mendekati Rp.230 Juta.
“Selama 12 tahun pengelolaan UPK LKM Kuranji Mandiri tingkat pengembalian selalu 100%, termasuk disaat Pandemi Covid-19 ini, dan kiatnya adalah, yang pertama dan utama selalu dengan kasih dan sayang kepada KSM dalam melakukan pembinaan, kita tidak perlu bicara kasar bertindak layaknya preman, berikan mereka pengertian bahwa ini adalah kegiatan saling membantu, kami bantu bapak atau ibu KSM dalam hal usaha dan tolong bantu juga kami untuk memastikan uang ini tetap bisa bermanfaat untuk bersama,” papar Oma Ely kepada peserta yang hadir.
Oma Ely juga mengungkapkan resep keberhasilan dalam mengelola dana bergulir antara lain memastikan peminjam jelas keberadaan diri dan usahanya, tegas tidak memberikan pinjaman kepada pemohon yang tidak punya usaha, serta melibatkan Ketua RT atau RW dalam memberikan pinjaman sebab merekalah yang mengetahui kondisi sebenarnya dari KSM dan anggotanya
Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dengan Oma Ely selaku narasumber. Dalam sesi ini Reni selaku manajer UPK LKM Arbes menanyakan bagaimana kiat dalam mengatasi masalah pandemi Covid-19 yang berdampak kepada usaha KSM dan tentu kepada pengembalian pinjaman. Jawaban dari Oma Ely yang pertama adalah selalu mengingatkan kepada KSM untuk menyisihkan penghasilan untuk menabung. “Alhamdulillah semua anggota KSM yang mempunyai tabungan tidak terlalu sulit dalam mengembalikan pinjaman,” ungkapya.
Strategi berikutnya, mengunjugi KSM dan memberikan keringatan angsuran bisa per minggu bahkan per hari dengan memberikan celengan. Dan yang lebih hebat lagi Oma Ely juga mengunjugi anggota KSM yang usahanya bermasalah dan memberikan jalan keluar misalnya pemasaran online. “Bahkan sayuran aja sekarang sudah ada yang jual via grup WhatsApp,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu Koordinator LKM Arbes menanyakan masalah permodalan untuk peralatan yang harganya tidak bisa di-cover oleh dana UPK, Oma Ely menjawab pihaknya menyalurkan kepada pemerintah kota atau dana CSR PT Semen Padang, tapi biasanya ini atas nama pribadi karena persyaratan dari pemilik dana, seperti bantuan rak pajang untuk pengusaha bed cover dari Dinas Koperindag Kota Padang, atau bantuan mesin dari CSR PT. Semen Padang.
Akhirnya setelah banyak pertanyaan dan diskusi yang hangat pertemuan ditutup dengan pemberian cenderamata dari LKM Arbes Kelurahan Aro 4 Korong kepada LKM Kuranji Mandiri Kota Padang.
Demikianlah sekelumit kegiatan LKM Arbes Kelurahan Aro IV Korong Kota Solok dalam rangka persiapan exit program pendampingan dari fasilitator, mereka mencoba tumbuh besar dan mandiri, mencoba mencari kejelasan jati diri dan bertahan. Kita berharap dengan adanya tukar pengalaman ini membuat LKM bersama jajarannya tumbuh kuat dan investasi program yang telah dibina semenjak 2008 ini baik dari sisi materil maupun sumber daya manusia bisa berkelanjutan.
Program KOTAKU diharapkan mampu menuntaskan kawasan kumuh hingga 0 Persen di setiap lokasi dampingan. Dengan harapan ketika lingkungan hunian sudah bersih, sehat, dan berkelanjutan, maka warganya akan dapat produktif dalam segala bidang kehidupan, termasuk salah satunya bidang ekonomi. Karena program KOTAKU mengintervensi kegiatan pembangunan fisik dan perubahan perilaku masyarakat kumuh. (gra)

Pos terkait