Duka Hilda Terobati, BAZNAS Kota Payakumbuh Bantu Rehab Rumah 40 Juta Rupiah

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Payakumbuh, Selasa, 25 Agustus 2020 menyerahkan bantuan uang tunai sejumlah 40 juta rupiah yang akan digunakan untuk renovasi rumah tidak layak huni milik Hilda, warga RT01/RW04 Kelurahan Nunang Daya Bangun, Selasa (25/08).

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh BAZNAS kota Payakumbuh setiap tahunnya dalam rangka membantu masyarakat tidak mampu yang rumah huniannya sangat memprihatikan atau sangat tidak layak untuk dihuni.

Adapun proses dan mekanisme pemberian bantuan ini adalah adanya usulan dari pihak kelurahan kepada BAZNAS yang akan ditindaklanjuti dengan serangkaian survey kelayakan oleh Aswir, selaku ketua Tim Koordinator Survei BAZNAS Kota Payakumbuh.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah seluruh mekanisme untuk pencairan dana rehab rumah Hilda ini sudah kita lakukan. Kita dari pihak BAZNAS Kota Payakumbuh berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik sehingga permasalahan Hilda dapat segera diatasi,” kata Arman Husni Wakil Ketua BAZNAS Kota Payakumbuh di sela-sela penyerahan uang bantuan.

Arman Husni didampingi oleh wakil ketua dan pengurus BAZNAS lainnya pada kesempatan tersebut juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Hilda. Apalagi saat dirinya tahu berdasarkan hasil survei rumah yang akan direnovasi tersebut saat ini dihuni oleh empat Kepala Keluarga.

Kondisi rumah juga diperparah dengan bocornya atap rumah disana sini dan perkayuan loteng rumah yang sudah lapuk dimakan usia. Saat saja sebab sejak rumah ini berdiri belum ada sekalipun diperbaiki karena kondisi ekonomi yang memprihatinkan.

Lurah Nunang Daya Bangun Ari Ashadi pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih banyak kepada BAZNAS Kota Payakumbuh yang telah mencarikan jalan keluar terhadap kondisi warga yang memiliki rumah tidak layak huni tersebut.

“Atas bantuan ini kami bergembira sekali. Sebelum Adaya bantuan dari Baznas ini kita dari kelurahan, LPM dan tokoh masyarakat juga sudah menggalang dana untuk renovasi rumah ini. Alhamdulillah dengan nominal yang diberikan BAZNAS ini kegiatan ini sudah dapat langsung dilaksanakan,” kata Ari.

Ari Ashadi juga sudah membentuk tim rehab Rumah Hilda yang dalam waktu dekat ini akan dikeluarkan SK nya sebagai pertanggungjawaban keuangan dari bantuan-bantuan yang diterima baik dari BAZNAS maupun dari donasi masyarakat.

“Kita sudah bentuk tim dan sedang proses pembuatan SK. Untuk ketua telah kita sepakati H. Yonaldi yang akan mengomandoi rehab rumah ini. Dalam waktu dekat segera kita kerjakan rehab rumah ini,” ujar Ari.

Tokoh masyarakat H. Yonaldi yang ditunjuk menjadi ketua mengatakan bahwa dirinya saat ini telah mengambil langkah-langkah strategis untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Pembuatan gambar rumah yang akan dibangun tersebut sedang dalam proses.

“Untuk gambar rumah sedang dalam proses dan itu juga bantuan dari seorang sahabat. Bila gambar sudah selesai maka akan kita kerjakan segera,” kata Yonaldi.

Flash back ke belakang, rehab rumah Hilda ini berawal dari viralnya yang bersangkutan di media sosial terkait dengan penyakit Hipertiroid stadium 2 (dua) yang di deritanya. Akibatnya Hilda tidak dapat bekerja untuk menafkahi seorang anaknya. Tahu kondisi ini anak Hilda bernama Bunga pun ambil inisiatif untuk berjualan makanan dengan cara berjalan kaki. Rumah demi rumah dihampirinya untuk menawarkan bahan dagangannya. Hasil uang penjualannya pun digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua.

Dalam masa itu, penyakit Hilda bertambah parah dan beberapa kali dilarikan ke IGD yang pada akhirnya melibatkan pemerintah kelurahan dan tokoh masyarakat setempat. Di sana lah terkuak terkait dengan kondisi Hilda sampai juga dengan kondisi rumah milik orang tuanya yang sangat tidak layak sehingga dirinya hidup menumpang kesana kemari.

Atas inisiatif pemerintah kelurahan, LPM, RT/RW dan tokoh masyarakat beberapa Minggu lalu dilakukan gotong royong bersama untuk mengeluarkan barang-barang bekas yang sangat padat dan pada umumnya tidak berguna. Tujuan gotong royong ini untuk melihat seberapa parah kondisi rumah yang akan ditempati oleh Hilda nantinya.

Banyaknya simpati dan empati dari masyarakat ternyata membuahkan hasil. Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz pun tidak tinggal diam dalam penyelesaian masalah Hilda ini. Dirinya ikut hadir dalam kegiatan gotong royong. Melalui Camat Payakumbuh dan Lurah NDB beliau menyampaikan untuk memproses rehab rumah ini melalui BAZNAS Kota Payakumbuh. Alhamdulillah hari ini rencana dan niat pemerintah kelurahan, LPM, RT/RW dan seluruh tokoh masyarakat terwujud.

“Selaku Lurah NDB, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terkait dalam proses kegiatan ini. Mudah-mudahan segala usaha kita dinilai sebagai pahala oleh Allah SWT. Aamiin,” harap Lurah Ari.

(Ton)

Pos terkait