Tindak lanjuti peningkatan kasus, Tim Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh Gelar Rakor

87

Dalam rangka evaluasi penanganan covid-19 dan peningkatan kasus positif, tim Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 kota Payakumbuh gerak cepat dengan laksanakan rapat koordinasi (Rakor) yang digelar di ruang pertemuan Randang lantai II Kantor Wali Kota, Senin (02/08).

Rakor yang bertujuan untuk mengatur langkah strategis bagi tim satgas Covid-19 Kota Payakumbuh dalam penanganan Covid-19 itu dihadiri oleh ketua satgas yang diwakili oleh sekretaris daerah Rida Ananda, Wakil ketua satgas Kapolres Payakumbuh Alex Prawira, Dandim 0306/50 kota Ferry S. Lahe, dan dari tim ahli Kepala Kejari Payakumbuh Suwarsono, Ketua Pengadilan Negeri Payakumbuh yang diwakili Alfin Irvanda, Kadis Kesehatan Bakhrizal, Direktur Utama RS Adnaan WD Dr. Yanti, M.Ph, serta kepala OPD yang tergabung dalam tim satgas Covid-19 Kota Payakumbuh.

“Mewakili ketua tim Satgas COVID-19 Kota Payakumbuh, Rida Ananda menyebut saat ini peningkatan kasus terus terjadi. Kota Payakumbuh dalam Minggu ini berada pada Level 3 dan sudah terdapat dua kelurahan di beberapa RT yang zona merah, yaitu Kelurahan Ibuh dan Kelurahan Payolansek. Untuk itu satgas COVID-19 perlu membicarakan langkah strategis untuk antisipasi peningkatan kasus ini,” ucap Rida.

Kapolres Payakumbuh Alex Prawira yang merupakan wakil ketua tim satgas COVID-19 dalam kesempatan Rakor berlangsung menyampaikan bahwa satgas COVID-19 perlu meningkatkan tes swab/PCR secara simultan, bagi warga yang kontak erat ataupun yang tidak kontak erat.

Lebih lanjut Alex menyebut bahwa terdapat beberapa kelurahan yang sebelumnya zona oranye dan sekarang sudah zona kuning, seperti kelurahan Tiakar. Akan tetapi satgas harus tetap intensifkan penegakan aturan di lapangan.

Saat ini pendisiplinan dan penegakan aturan kita sudah mulai kendor, ke depan ini akan kita perketat lagi. Tegas Alex.

Sementara Dandim 0306/50 kota Ferry S. Lahe dan kepala Kajari Payakumbuh Suwarsono kompak dalam penyampaiannya bahwa dalam mengantisipasi agar kota Payakumbuh tidak masuk dalam PPKM level 4, maka dalam penggunaan anggaran untuk penanganan COVID-19 saat ini agar dapat lebih maksimal lagi.

Lebih lanjut, kepala dinas kesehatan Bakhrizal tidak lupa dalam kesempatan tersebut memaparkan data kondisi situasi perkembangan COVID-19 yang terjadi di Kota Payakumbuh.

Bakhrizal mengatakan jika penularan wabah COVID-19 yang terjadi saat ini lebih banyak terjadi pada kluster keluarga, dan guna antisipasi lonjakan kasus, saat ini kita sedang menyiapkan Puskesmas Latina dan Puskesmas Ibuh untuk bisa digunakan sebagai rawatan pasien positif COVID19, nanti kita kaji dulu aturannya, ucap dr. Bek.

Direktur utama RS Adnaan WD Dr. Yanti pada kesempatan itu juga menyampaikan kondisi di RSUD dr. Adnaan wd beberapa hari belakangan ini memang terdapat lonjakan pasien COVID-19 yang dirawat.

“Fasilitas tempat tidur kita bagi pasien positif saat ini masih cukup, namun kami telah antisipasi jika terjadi peningkatan kasus yang signifikan kedepannya. Tentu kita akan kaji bagaimana kemampuan nakes kita,” tekuk dr. Yanti.

Sebelum Rakor berakhir, ketua satgas menyampaikan akan mengundang tokoh masyarakat dan pemuka agama guna bersama-sama dengan pemerintah melaksanakan penanggulangan COVID-19 ini.

(Ton)

loading...