Teroris, Keamanan Masyarakat dan Keutuhan NKRI

244

Oleh : Arven Marta

Aksi teror kembali terjadi di Indonesia. Namun kali ini aksinya tidak melakukan pemboman seperti biasa, tetapi membunuh satu keluarga. Alhasil, peristiwa yang terjadi di Sigi, Sulawesi Tengah pada 27 November yang lalu, kembali mengingatkan kita jika teror masih bisa terjadi kapan dan dimana saja.

Dalam keterangannya, pihak kepolisian menengarai jika pembunuhan satu keluarga tersebut diduga dilakukan oleh kelompok teroris Muhajidin Indonesia Timur (MIT). Polisi pun menduga aksi yang dilakukan sekitar delapan orang kelompok MIT terhadap masyarakat transmigran ini merupakan aksi balas dendam. Sebab, beberapa hari sebelumnya pasukan khusus anti teror Densus 88 menangkap dua orang terduga teroris dari kelompok MIT dalam operasi Tinombala.

Ada beberapa hal yang dapat kita ambil pelajarannya dari aksi teror tersebut. Pertama, teroris memang nyata masih ada dan berkeliaran. Bahkan sekarang teroris tidak segan-segan melakukan aksi bar-barnya langsung kepada masyarakat.

Kedua, melihat gerakan teroris yang sudah melakukan aksi terang-terangan kepada masyarakat telah memperlihatkan jika kepolisian belum mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ketiga, aksi teroris akan menganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab, akan melahirkan konflik vertikal dan itu bisa saja akan menjadi preseden buruk bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Perihal teroris memang nyata masih dan berkeliaran memang sudah terbukti. Padahal, sudah berbilang tahun negara ini berperang melawan teroris. Operasi memberantas teroris pun kerap kali dilakukan, termasuk di wilayah Sulawesi Tengah yang dikenal dengan operasi Tinombala.

Jadi, sudah sepatutnya sekarang kita berikan dukungan penuh terhadap kepolisian untuk memberantas teroris. Jangan sampai nanti kita yang menjadi korban. Dengan melihat aksi teroris yang terang-terangan membunuh masyarakat, maka disaat itu kita harus lebih berperan aktif lagi untuk ikut membantu kepolisian memberantas teroris.

Pola gerakan teroris yang sudah melakukan aksi terang-terangan kepada masyarakat secara tidak langsung mempelihatkan keamanan masyarakat belum terjamin. Bisa jadi nanti setelah ini akan banyak lagi aksi teror yang dialami masyarakat. Dalam konteks ini, ke depan alangkah baiknya kepolisian melibatkan masyarakat dalam upaya memberantas terorisme.

Misalnya, dengan melakukan keamanan terpadu selama 24 jam bersama dengan masyarakat setempat. Patroli pun harus digalakkan kembali. Kalau memang akhirnya kepolisian keteteran menghadapi serangan teroris, mungkin ke depannya bisa saja untuk keamanan masyarakat dibebankan kepada masyarakat, namun tetap kepolisian mendampingi dengan membekali masyarakat pengetahuan deteksi dini dan pencegahan aksi teror serta melumpuhkan teroris.

Paling penting dari semua itu adalah aksi teroris dapat merusak keutuhan NKRI. Teroris dapat mengoyak-mengoyak kebhinnekaan. Teroris bisa melumpuhkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sebagai bangsa yang majemuk, keutuhan NKRI harus selalu dijaga. Untuk menjaga keutuhan NKRI merupakan tanggungjawab setiap element bangsa, termasuk masyarakat. Aksi teror dapat menghancurkan keutuhan tersebut.

Indonesia yang dibangun atas perbedaan dan disatukan oleh Pancasila sangat rentan terjadi aksi teror ataupun aksi yang disintegrasi. Disinilah peran Pancasila untuk mengatasinya.

Menyelematkan generasi muda dari teroris
ke depan, tugas kita adalah menyelamatkan generasi penerus bangsa agar tidak mejadi seorang teroris. Salah satu caranya adalah membumikan kembali Pancasila beserta nilai-nilai yang terkandung didalamnya kepada generasi muda. Di tengah pertarungan idelologi dunia, pemahaman terhadap ideologi Pancasila harus bisa masuk kedalam setiap tindak tanduk generasi muda.

Generasi muda harus mendapatkan nilai-nilai Pancasila secara utuh untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah dan masyarakat harus menjadi ujung tombak dalam upaya itu. Sebab, banyak kejadian yang melibatkan anak muda atau generasi muda sebagai pelaku teror atau teroris.

Kita semua tentu tidak ingin generasi muda menjadi generasi teroris. Kita semua tentu tak ingin teroris ada lagi. Kita semua tentu tidak ingin keamanan masyarakat terusik. Kita semua tentu tidak ingin NKRI runtuh. Kita semua tentu mengingikan agar nilai-nilai Pancasila bisa dipraktekkan dalam setiap kehidupan sehari-hari bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Semua hanya bisa dilakukan jika generasi muda dan masyarakat bekerjasama dengan pemerintah.

Bersama-sama kerja dengan tujuan membumihanguskan teroris dari bumi pertiwi.
Percayalah, dengan segenap kekuatan kita bisa dan mampu. Yakin usaha sampai.(*)

 

loading...