Derita Rohmad Warga Kabupaten Sijunjung, 80 Juta Rupiah Hanyut Akibat Banjir

Derita Rohmad Warga Kabupaten Sijunjung, 80 Juta Rupiah Hanyut Akibat Banjir

TOPSUMBAR – Rohmad Iswahyudi (42) hanya bisa pasrah menyaksikan 150 ribu ekor benih ikan yang ada di dalam kolamnya hanyut disapu banjir pada peristiwa Minggu Kelabu, 12 Mei 2024 dinihari lalu.

Banjir lahar dingin (Galodo) Gunung Merapi yang menimpa warga di Kabupaten Tanah Datar, Agam dan Kota Padang Panjang juga berdampak terhadap warga di Nagari Padang Laweh Selatan, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung.

Meskipun tak ada korban jiwa, namun kerusakan yang ditimbulkannya telah mengakibatkan lahan pertanian dan perikanan warga ikut terdampak.

Bacaan Lainnya

“Sebanyak 26 kolam saya, hanyut semua ikannya,” ungkap Rohmad getir, saat ditemui dirumahnya pada Rabu, 15 Mei 2024.

Rohmad adalah pelaku usaha perikanan yang bergerak dibidang praproduksi perikanan, tak jauh dari Pasar Gambok.

“Kerugian sekitar 80 juta rupiah,” lanjut Rohmad dengan suara pelan.

Ini bukanlah kali pertama Rohmad mengalami kejadian serupa, tahun 2015 lalu pun ikannya juga dihanyutkan oleh banjir.

Pada kejadian kali ini, 60 ribu ekor benih ikan ukuran 7-9 cm bersama 50 ribu ekor benih ikan ukuran 5-7 cm dan 40 ribu ekor benih ikan ukuran 3-5 cm hanyut dalam hitungan menit.

“Tak hanya saya, 18 pembudidaya ikan lainnya di Kabupaten Sijunjung juga mengalami hal serupa,” Rohmad melanjutkan.

Ke-18 pembudidaya ikan dimaksud adalah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) maupun individu, yang tersebar di lima kecamatan se-Kabupaten Sijunjung.

“Diperkirakan kerugian kita yaitu 785 juta rupiah, yang terbesar di Nagari Latang dan Padang Sibusuk,” terang Rohmad yang juga alumni Universitas Diponegoro dan saat ini tercatat sebagai salah seorang penyuluh perikanan.

Terkait prediksi kedepannya terhadap pasokan dan harga ikan dipasaran, Rohmad memaparkan.

“Ada kemungkinan terjadi kekurangan pasokan ikan dipasaran dan harganya akan mengalami kenaikan,” ulasnya.

Hal itu dijelaskan Rohmad, karena produksi terbesar kita berasal dari daerah sentra di Kabupaten Agam serta Kabupaten 50 Kota dan khusus jenis ikan Patin berasal dari Provinsi Riau yang notabene turut dipengaruhi oleh faktor distribusi dan transportasi.

(AG)

Dapatkan update berita terbaru dari  Topsumbar. Mari bergabung di Grup Telegram  Topsumbar News Update, caranya klik link https://t.me/topsumbar kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Pos terkait