Diniyyah Puteri Padang Panjang, Jejak Inspiratif Etek Amah Selama Seratus Tahun

TOPSUMBAR – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi peran penting Syekhah Hajjah Rangkayo Rahmah El Yunusiah, yang dikenal dengan panggilan akrab Etek Amah.

Diniyyah Puteri Padang Panjang, pondok pesantren khusus perempuan pertama di Indonesia, merayakan usia seratus tahun pada tahun ini. Hal ini menjadi bukti nyata akan kontribusi besar dari Etek Amah.

Gubernur menyatakan bahwa Etek Amah layak mendapatkan penghargaan sebagai Pahlawan Nasional, mengingat jasanya yang tidak hanya terbatas pada dunia pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia di masa lalu.

Bacaan Lainnya

“Semoga harapan kita segera terwujud, agar Rahmah El Yunusiah segera diakui sebagai Pahlawan Nasional. Kami dari Pemprov Sumbar telah memfasilitasi pengajuan tersebut, karena memang sudah sangat sepantasnya,” ujar Gubernur.

Acara Milad Satu Abad Diniyyah Puteri Padang Panjang dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional dan daerah. Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, H. Muhammad Jusuf Kalla (JK), turut memotong pita sebagai tanda penggunaan asrama baru Diniyyah Puteri Padang Panjang.

JK menyatakan, “Diniyyah Puteri Padang Panjang adalah salah satu lembaga pendidikan penting di Indonesia, yang juga melahirkan banyak tokoh-tokoh penting, seperti Pahlawan Nasional Rasoena Said, Pengusaha Nurhayati Subakat, dan lain sebagainya. Semoga pahala atas amal ibadah dan amal jariyah selalu mengalir kepada Rahmah El Yunusiah dan para pejuang pendidikan lainnya.”

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Haedar Nasir, juga memberikan sambutan dalam perayaan Milad tersebut.

Ia menilai Muhammadiyah dan Diniyyah Puteri memiliki semangat yang sama dalam bidang pendidikan. Rahmah El Yunusiah dianggap sebagai pencetus ruang pendidikan untuk melahirkan sosok Aisyah dan Khadijah modern di Indonesia.

Selain itu, banyak tokoh lainnya yang turut hadir dalam acara Milad Satu Abad Diniyyah Puteri Padang Panjang, seperti Prof. Fasli Jalal, Pengusaha Nurhayati Subakat, Senator DPD RI Emma Yohana yang juga merupakan alumni Diniyyah Puteri Padang Panjang, Mufidah Jusuf Kalla, Pengusaha Nasional Yendra Fahmi, Penyair Taufik Ismail, Pj Wali Kota Padang Panjang Sonny BP, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Sekretaris Daerah Sumbar Hansastri, Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Harry Alexander, serta puluhan tokoh dan pejabat lainnya.

(adpsb/isq)

Pos terkait