Optimalkan Jaminan Kesehatan Anak, Komitmen Pemprov Sumbar

TOPSUMBAR – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, dengan tegas menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dalam mengoptimalkan jaminan dan layanan kesehatan bagi anak secara terpadu.

Oleh karena itu, ia dengan antusias menyambut gelaran Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Kesehatan Anak (PI TIKA) XII di Sumbar.

Dalam sambutannya pada pembukaan PI TIKA XII dan Asian Pediatric Pulmonology Society VIII di ZHM Premiere Kota Padang, Senin 9 Oktober 2023.

Bacaan Lainnya

Gubernur mengungkapkan bahwa kualitas kesehatan anak di Sumbar berada dalam kondisi yang sangat baik, karena setiap bayi dan anak dijamin haknya untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan perkembangan melalui program-program yang dijalankan oleh pemerintah.

Mahyedi mengatakan bahwa Pemprov Sumbar berfokus dalam upaya mengoptimalkan jaminan dan layanan kesehatan anak secara terpadu.

Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri Kesehatan (Menkes) RI yang sebelumnya telah memilih Sumbar sebagai tempat berbagi pengetahuan atau knowledge sharing program (KSP) untuk sosialisasi Buku KIA.

Program ini diikuti oleh perwakilan dari beberapa negara seperti Laos, Kamboja, Kenya, Madagaskar, Tajikistan, Thailand, Timor leste, Vietnam, dan Jepang.

Tema “Pandemic Recovery: Restoring the Future of Children” yang diangkat pada PI TIKA XII di Sumbar dinilai Mahyeldi sangat tepat.

Bagaimana tidak, mengingat masih tingginya angka kematian anak di seluruh dunia, yang salah satunya disebabkan oleh pneumonia. Peran orang tua sangat penting dalam hal ini untuk lebih intens memperhatikan kesehatan anak.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini orang tua juga memiliki peran penting dalam memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan mental anak, terutama bagi anak yang telah memasuki usia remaja.

“Kesehatan mental bagi anak dan remaja sangatlah penting. Sementara itu, peran orang tua dalam mendidik anak dan remaja semakin kompleks dari hari ke hari,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa komunikasi adalah alat paling efektif sebagai salah satu pondasi dalam menjaga kesehatan mental anak.

Dalam hal ini harus ada keterbukaan dan keberlanjutan dalam komunikasi antar orang tua dan anak demi menjaga kesehatan mental anak-anak kita.

(adpsb/nov)

Pos terkait