Diduga Beras Sintetis Ditemukan di Bukittinggi, Kadis Pangan Provinsi Sumatra Barat : Kita Tunggu Hasil Pemeriksaan Labor

TOPSUMBAR – Diduga beras sintetis ditemukan di kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Informasi tersebut sontak hebohkan warga dan terberita di ragam media.

Informasi penemuan beras berbahaya itu juga mendapat perhatian serius oleh Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat Syaiful Bahri mengatakan pihaknya telah membentuk satuan tugas (Satgas) pangan provinsi guna menyelidiki kebenaran informasi tersebut.

Bahkan pada Selasa (3/10) lalu pihaknya telah turun langsung ke Bukittinggi.

“Kita satgas pangan provinsi bersama satgas pangan kota Bukittinggi dan pihak kepolisian telah melihat langsung beras diduga sintetis dan kita juga telah meminta keterangan warga yang jadi korban oleh beras diduga beras sintetis tersebut,” kata Syaiful dihubungi Topsumbar.co.id, Jumat (6/10/2023).

Namun pihaknya, sebut Syaiful belum bisa pastikan beras itu adalah beras sintetis.

“Saat ini beras barang bukti diduga beras sintetis sedang diperiksa di Labor Saraswati di Bogor. Setelah hasil labor keluar maka diputuskan langkah selanjutnya. Untuk itu mari kita tunggu hasil’ pemeriksaan labor,” sebutnya.

Perhatian serius juga ditunjukkan pemerintah kota Bukittinggi. Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, Rabu (4/10), dikutip dari Antara meminta warga tidak panik, tetap tenang, dan waspada.

“Kami menghimbau warga agar memberikan laporan terkait informasi beredar penemuan beras sintetis di kota Bukittinggi, karena beras berbahan plastik itu berbahaya jika dikonsumsi,” imbau dia.

Erman menegaskan pemerintah kota Bukittinggi berkoordinasi dengan pihak terkait dan apapun informasi terbaru akan disampaikan kepada masyarakat.

“Kita mengimbau agar masyarakat membeli beras di tempat langganan dan terpercaya, serta jangan tergiur dengan beras yang murah, selain dari program pemerintah dan lembaga resmi,” ujar dia.

Informasi penemuan beras yang bisa membahayakan kesehatan itu diungkap oleh seorang warga Campago Ipuh kota Bukittinggi beberapa waktu lalu.

“Berasnya aneh, berbeda dengan biasanya. Terlalu putih, cepat mengeras dan basi, serta juga berderai,” kata salah seorang warga, Desi (30).

Ia mengaku mengalami sakit komplikasi setelah mengonsumsi beras yang diduga sintetis itu.

“Radang tenggorokan, pusing, dan demam tinggi, itu yang saya rasakan selama dua pekan setelah memakan beras ini,” akunya.

(AL)

Pos terkait