Kuburan Belanda, Terminal Andalas, Plaza Andalas, dari Kuburan Hingga Pusat Perbelanjaan

Terminal Andalas di Kota Padang Sumatera Barat (foto: dok. istimewa)

TOPSUMBAR – Plaza Andalas, sebuah pusat perbelanjaan yang menjadi ikon Kota Padang, memiliki sejarah yang berakar dalam masa lalu yang kini telah hilang. Dahulu kala, lokasi dimana Plaza Andalas berdiri adalah sebuah kuburan yang digunakan oleh orang Belanda. Kuburan ini kemudian dirobohkan dan diubah menjadi Terminal Bus antar kota dan antar Provinsi yang dikenal dengan nama Terminal Andalas.

Namun, perubahan ini tidak berhenti di situ. Pemerintah Kota Padang kemudian memutuskan untuk menghancurkan Terminal Andalas dan mengubahnya menjadi pusat perbelanjaan yang diberi nama Plaza Andalas.

Seperti yang diungkapkan oleh Hans R van der Woude pada 3 Agustus 2009 dikutip dari berbagai sumber, pemakaman Belanda pada masa penjajahan Belanda terdapat di dua lokasi, yaitu Olo (sekarang Jalan Pemuda) dan Belakang Tangsi (sekarang Jalan M. Yamin). Di tempat-tempat inilah berdiri sekarang Pusat Perbelanjaan Ramayana. Perubahan ini mencerminkan transformasi yang signifikan dari sejarah kolonial ke zaman modern.

Bacaan Lainnya

Pada awal 1990-an, Terminal Andalas sudah menjadi bagian dari pemandangan kota Padang yang ramai. Namun, saat ini hanya menjadi kenangan, yang disampaikan dengan kata “ILANG” (hilang). Terminal Andalas dirobohkan dan digantikan oleh Plaza Andalas. Sebagai penggantinya, Pemerintah Daerah membangun terminal di daerah Aia Pacah yang diberi nama Terminal Bingkuang.

BACA JUGA: Ternyata Kota Padang Dulunya Hutan, Kuburan Belanda Berubah jadi Terminal dan Mall

Namun, ironisnya, sopir bus dan angkutan lainnya enggan mangkal di Terminal Bingkuang ini. Mereka lebih memilih untuk beroperasi di depan Minang Plaza atau sekarang dikenal dengan Basko Grand Mall yang dekat dengan kampus IKIP, yang sekarang dikenal sebagai Universitas Negeri Padang.

Pos terkait