Menjadikan Alquran Petunjuk, Pembeda, Penjelas dan Obat dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kajian Jumat Oleh: Amri Zakar Mangkuto Malin, SH, M.Kn

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد
قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Pembaca Topsumbar.co.id yang setia dengan keimanan dan senantiasa merindukan kebenaran senantiasa tersampaikan ketika ada yang menggantinya dengan kesalahan dan menyembunyikan dibalik penampilan dan jabatan serta kepopuleran.

Bacaan Lainnya

Alquran adalah diturunkan oleh Alloh SWT melalui perantaraan malaikat Jibril kepada nabi mulia Muhammad SAW, sebagaimana Alloh berfirman:
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya”. (QS. al-Hijr, 15:9).

Kapan alquran diturunkan pertama kali? Yaitu pada tanggal 17 Romadan 610 M pada saat itu satu sumber menyebutkan nabi berusia 41 tahun dari tahun kenabian.

Surat pertama yang diturunkan adalah  surat al alaq ayat 1-5. Dan alquran diturunkan pada dua kota yaitu di Kota mekkah dan di Kota Medinah dan diturunkan selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.

Menurut sumber https://www.google.com Al Qur’an pertama kali diturunkan di Gua Hira, sebelah Utara Mekkah pada 17 Ramadan 610 M dan selama periode Mekkah, pada umumnya ayat yang diturunkan berisi tentang akidah (paham terkait keimanan) dan tauhid (dasar ajaran agama Islam).

Pada periode ini terdapat 86 surat yang diturunkan selama 12 tahun lima bulan dikenal dengan surat makiah. Dan Menurut sumber https://www.google.com Periode Madinah ini yakni selama 9 tahun 9 bulan 9 hari. Ayat atau surat yang turun dalam periode ini kemudian dinamakan ayat ataupun surat Madaniyyah.

ALQURAN ADALAH PETUNJUK, PEMBEDA DAN PENJELAS

Sebagaimana Alloh firmankan:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ ……….
Artinya:
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)……..(surat albaqarah 185).

Bagaimana menjadikan alquran sebagai petunjuk, pembeda dan penjelas?

Tentunya dengan cara belajar akan alquran, diawali dengan belajar MEMBACA ALQURAN DENGAN TARTIL. Setelah bisa membaca belajar isi kandungan atau maksud dari ayat ayat dalam alquran, setelah diketahui DIAMALKAN. Yaitu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tetapi akhir akhir ini ada kecenderungan belajar ALQURAN UNTUK MENGIKUTI LOMBA ATAU MTQ DAN ADA JUGA UNTUK MENJADI PENDAKWAH SEHINGGA ALQURAN HANYA DIBACA KETIKA MTQ DAN KETIKA BERDAKWAH.

Apabila alquran dibaca dan diamalkan maka akan mendapatkan petunjuk, penjelas dan pembeda antara yang haq dengan yang bathil, jangan dibalik MANUSIA MEMBUAT PENJELASAN TERHADAP ALQURAN, apabila ini yang terjadi maka dikuatirkan menjauhkan dari petunjuk dan hidayah Alloh SWT.

Maksudnya adalah jangan belajar alquran sibuk dengan mempeajari dari pendapat ke pendapat dan kitab ke kitab sehingga LUPA MEMBACA ALQURAN.

Hal ini perlu dilakukan perubahan terhadap cara menjadikan alquran sebagai petunjuk, pembeda dan penjelas, sebab YANG AKAN MEMBERI PETUNJUK ADALAH ALLOH SWT bukan manusia, DAN DENGAN PETUNJUK ALLOH SWT TERSEBUT AKAN DAPAT PENJELAS DAN MEMBEDAKAN YANG HAQ DENGAN YANG BATHIL.

HANYA ALLOH SWT YANG BISA MEMBERI HIDAYAH DAN PETUNJUK KEPADA MANUSIA LAIN

Sering manusia takabur dihadapan Alloh SWT apabila sudah berilmu dan mengira punya amal yang banyak, sehingga seakan-akan mampu MEMBERI HIDAYAH DAN PETUNJUK atau sering disebut PUNYA KAROMAH, padahal karomah itu sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, sehingga nabi pun ditegur oleh Alloh SWT BAHWA NABI TIDAK AKAN BISA MEMBERI HIDAYAH KEPADA ORANG LAIN KECUALI DIKEHENDAKI OLEH ALLOH SWT.

Apabila disebut atas kehendak Alloh maka manusia hanya PERANTARA bukan pemilik hidayah. Maka jangan sampai berubah keyakinan kepada manusia yang diberi hidayah, menjadi wasilah terhadap manusia lain. Sebagaimana firman Alloh SWT:

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) TIDAK akan dapat MEMBERI HIDAYAH (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. (Al Qashash/28 : 56).

CARA MENJADIKAN BACAAN MENJADI PETUNJUK, PENJELAS DAN PEMBEDA TERBAIK DAN KARYA TERBAIK ADALAH AQURAN

Pertama
Menjadikan Alquran Sebagai Bacaan Terbaik

ALQURAN adalah sebaik baiknya bacaan di atas dunia ini, sebagaimana  hadist dari  an-Nu‘man ibn Basyir:
الْقُرْآنِ  قِرَاءَةُ أُمَّتِي عِبَادَةِ أَفْضَلُ   وَسَلَّمَ عَلَيْهِ اللهُ صَلَّى اللهِ رَسُولُ قَالَ
Artinya:
Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. al-Baihaqi).

Dalam hadist lain disebutkan bahwa “Siapa saja yang disibukkan oleh membaca Al-Qur’an, hingga tak sempat dzikir yang lain kepada-Ku dan meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya balasan terbaik orang-orang yang meminta. Ingatlah, keutamaan Al-Qur’an atas kalimat-kalimat yang lain seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya,” (HR. Al-Baihaqi).

Maka siapa yang memiliki buku atau bacaan terbaik menurutnya, apabila seorang beriman kalau itu bukan alquran yang dibaca, maka perlu untuk meningkatkan keimanan dan keilmuan agar menjadikan alquran sebagai bacaan terbaik.

Kedua
Apabila mendengar alquran dbacakan didengarkan dengan baik (tidak berbicara), dengan mendengar akan DATANG HIDAYAH, dan bagi yang berbicara dan tidak mendengarkan maka jauh dari hidayah.
لَعَلَّكُمۡ لَهٗ وَاَنۡصِتُوۡا فَاسۡتَمِعُوۡا الۡقُرۡاٰنُ قُرِئَ وَاِذَا
تُرۡحَمُوۡنَ
“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat,” (QS. Al-A‘raf [7]: 204).

Ketiga
Mengamalkan Ilmu Dan Alquran

Semakin banyak seseorang belejar ilmu, maka SEMAKIN BANYAK KEWAJIBAN UNTUK DIAMALKAN, begitu juga orang yang MENYAMPAIKAN ILMU SEBAGAI JURU DAKWAH/USTAD WAJIB MENGAMALKAN IMUNYA SEBELUM DISAMPAIKAN.

Menutut ilmu wajib tetapi tidak berdosa jika tidak menuntut ilmu, namun SIAPA YANG TIDAK MENGAMALKAN ILMU YANG SUDAH DIPELAJARI MAKA AKAN MENDAPATKAN DOSA YANG BANYAK, salah satunya adalah sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” (QS. Al Baqarah: 44).

Artinya orang yang belajar ilmu tetapi tidak diamalkan DIA MELUPAKAN DIRI SENDIRI DAN ZHOLIM PADA DIRINYA SENDIRI.

Keempat
Alquran akan jadi penolong apabila dibaca dengan baik dan benar, sebagaimana dalam penjelasan hadis Nabi Muhammad SAW:
اقْرَؤوا القُرْآنَ، فإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القيامةِ شَفِيعًا لأَصْحابِهِ
“Bacalah Alquran karena sesungguhnya pada hari kiamat ia akan hadir memberikan pertolongan kepada orang-orang yang membacanya.” (HR Baihaqi).

MENJADIKAN ALQURAN SEBAGAI OBAT DAN RAHMAT DALAM KEHIDUPAN

Sebagaimana Alloh SWT berfirman: “Dan kami turunkan Alquran sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS al-Isra [17]: 82).

Bagaimana cara menjadikan alquran sebagai PENAWAR dan RAHMAT? Tentunya dengan MEMBACA ALQURAN APABILA ADA MERASAKAN SAKIT dan INGIN MENDAPATKAN RAHMAT.

Tetapi ada orang tertentu yang mempunyai CARA DAN KETENTUAN KHUSUS TERHADAP ALQURAN DIBACA AYAT TERTENTU, PADA WAKTU TERTENTU, JUMLAHNYA TERTENTU MAKA apabila KETENTUAN TERSEBUT tidak ada dari Alloh dalam alquran dan dari Rasulullah MAKA AMALAN YANG DIBUAT SEDEMIKIAN TERTOLAK karena tergolong BUATAN MANUSIA.

Meneurut imam asy-Syathibi rahimahullah (wafat tahun 790 H):[10] dalam https://almanhaj.or.id  disebutkan defenisi daripada ajaran yang dibuat-buat manusia sebagai bid’ah: “Bid’ah adalah cara baru dalam agama yang dibuat menyerupai syari’at dengan maksud untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Sehingga bid’ah itu ajaran yang dibuat MENYERUPAI SYARIAT AJARAN AGAMA, tentunya jika dikemas dan tatacaranya dibaca sebagaimana membaca alquran dalam ibadah akan sulit dibedakan mana CARA BID’AH dan MANA CARA SUNNAH.

Maka perlu ilmu menjadikan satu satunya PEDOMAN HANYALAH ALQURAN DAN AHADIST, kalaupun ada kitab dan buku hanyalah MEDIA UNTUK BISA MEMAHAMI ALQURAN DAN HADIST bukan kitab dan bukunya menjadi RUJUKAN CARA IBADAH.

Apalagi MERUJUK KEPADA PENULIS KITAB ATAU MANUSIA tetapi JADIKAN ALQURAN DAN HADIST SEBAGAI CARA IBADAH MEMAMAHAMI ALQURAN.

Karenanya walau sudah ada ilmu agama JANGAN MENDAHULUI ALLOH SWT  dengan membuat hukum dan ketentuan menurut penalaran akal semata sebagaimana firman Alloh SWT: “ orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.(qs alhujurat ayat 1).

Karena menurut hadist:”Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya ada kesombongan meskipun sebesar biji sawi.” Kemudian beliau melanjutkan hadits ini dengan berkata, “Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.” (HR. Muslim).

Menolak kebenaran tersebut adalah merubah kebenaran yang sudah jelas dari Alloh pada alquran dan hadist diubah dengan kebenaran yang diciptakan manusia dalam beribadah. Sehingga  seakan akan apa yang dikatakan dan dipikirkan oleh akal orang berilmu tersebutlah yang benar,sehingga  UMAT LUPA MEMAHAMI DAN MEMPELAJARI SUMBER ILMU ( alquran dan hadist).

Sehingga menjadi ILMU YANG SIA-SAIA UNTUK DIJADIKAN AMALAN SEBAGAIMAN FIRMAN ALLOH SWT:

َ مُعْرِضُونَ اللَّغْوِ عَنِ هُمْ الَّذينَ وَ

Artinya: ” dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,.” (Q.S. Al-Mu’minun [23]: 3).

Nabi SAW bersabda:
يَعْنِيهِ لاَ مَا تَرْكُهُ الْمَرْءِ إِسْلاَمِ حُسْنِ مِنْ

Artinya: “Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.” (H.R. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Karena amalan yang SIA-SIA benar ada disisi Allah, maka jangan sampai melakukan kebajikan dan dan amal yang sia-sia, sebagaimana firman Alloh SWT:
وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا
” Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan”. (Al-Furqan : 23).

Dengan uraian di atas marilah kita semua umat Nabi Muhammad SAW hanya menjadikan alquran dan hadist sebagai sumber ilmu dalam beribadah untuk diamalkan agar tidak tersesat dalam menuntut ilmu.

Kecuali ilmu dunia silahkan menggunakan sumber pikiran manusia. Artinya adalah untuk beribadah pedomanilah alquran dan hadist, untuk belajar dan memahami perlu guru dan ustad menjelaskan tetapi penjelasan itu sesuai dengan alquran dan hadist, setelah dipelajari maka beribadahlah sesuai kehendak alquran dan hadist jauhilah perkara-perkara yang dibuat-buat, atau yang meragukan apalagi dipertentangkan.

NUUN WALQOLAMI WAMA YASTHURUN.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

(Sukabumi, Jumat, 7 April 2023)

Penulis merupakan seorang pendakwah, dosen, penulis buku

Pos terkait