Banjir, Buzzer, dan Pilpres

Oleh : Eddy Yatman

Dalam beberapa hari ini banjir besar melanda sejumlah daerah. Tak hanya terjadi di Sumbar tapi juga di Banten, Jakarta, Jabar, Jateng, bahkan di sebagian besar wilayah Indonesia lainnya.

Ketinggian banjir itu pun bermacam-macam, tapi rata-rata di atas 50 cm.

Bahkan, tidak sedikit yang berupa banjir bandang, sehingga menghanyutkan banyak harta, baik berupa rumah, kendaraan, binatang ternak, maupun impian.

Luas wilayah yang dilanda air bah itu pun sangat memilukan, sehingga menimbulkan banyak karugian materiel dan imateril.

Tapi, anehnya, sangat sedikit media–baik yang mainstream maupun nonmainstream–yang memberitakannya. Dan, yang lebih aneh lagi, para buzzer uang receh yang dulu tak pernah bisa berhenti berdengung kini bungkam seribu bahasa, seperti pasien rumah sakit jiwa yang baru saja kena suntik bius.

Dulu, ketika Anies Baswedan masih jadi Gubernur DKI Jakarta, air tergenang setinggi setengah sentimeter dan seluas setengah meter persegi saja bisa mambuat jutaan buzzer kebagian rezeki berlimpah.

Mereka akan berkotek-kotek setiap menit selama tujuh hari tujuh malam untuk merundung Anies Baswedan dengan kata-kata dan foto-foto yang tidak mengenal akhlak dan perikemanusiaan.

Bahkan, buzzer-buzzer kere dan pinggiran yang tempat tinggal mereka jauh di sudut-sudut nusantara dan belum pernah sekali pun menginjakkan kaki di Jakarta ikut pula berkotek-kotek dengan semangat preman mabok.

Fenomena apa yang sedang terjadi sekarang ini, ya? Apa gara-gara uang receh untuk jatah mereka telah ludes seluruhnya dihambur-hamburkan induk buzzer untuk menyogok rakyat dungu dalam Pilpres bulan lalu?
Wallahua’lam.

Jakarta, 9 Maret 2024

Eddy Yatman merupakan seorang akademisi, pengusaha, dan traveler, tinggal di Jakarta

Pos terkait