Tuntunan Salat Sunnat Malam dan Siang (salat malam, salat dhuha dan witir)

Kajian Jumat Oleh: Amri Zakar Mangkuto Malin, SH, M.Kn

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد
قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Pembaca Topsumbar yang setia, dengan keimanan dan senantiasa merindukan kebenaran senantiasa tersampaikan ketika ada yang menggantinya dengan kesalahan dan menyembunyikan dibalik penampilan dan jabatan serta kepopuleran.

Bacaan Lainnya

PERINTAH SALAT SUNNAT SEBAGAI IBADAH TAMBAHAN BUKAN WAJIB.

Salat sunnat adalah ibadah tambahan karena ada peirntah salat wajib lima waktu sehari semalam, JANGAN MENJADIKAN SALAT SUNNAT sebagai salat wajib yaitu dengan merutinkan atau memaksakan diri sementara untuk salat WAJIB TIDAK DEMIKIAN. Ini amalan yang menyalahi sunnah. Karena suatu ibadah lakukan sesuai kemampuan:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah: 286.

Tetapi ada yang memaksakan diri sebagaimana firman Alloh SWT: “Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui kebenaran, karena itu mereka berpaling” (QS. Al Anbiya’: 24).

BERIBADAHLAH SESUAI KETENTUAN ALQURAN DAN SUNNAH JANGAN MENURUT ILMU BUATAN MANUSIA, KARENA AMALAN YANG DIBUAT MANUSIA TERMASUK MENYALAHI SUNNAH.
Karena Rasulullah SAW bersabda: “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh kepada keduanya yaitu kitab Allah dan Sunnahku”. (HR al-Hakim dan Malik).

Juga dalam surat al-Hasyr:7 Alloh SWT firmankan:: ”Apa saja yang diberikan Rasul kepadamu terimalah dia, dan apa saja yang dilarangnya bagimu tinggalkanlah.”

SALAT MALAM NIATNYA SESUAI DENGAN NAMA SALAT JANGAN BERNIAT SALAT TAHAJUT SEBAB ITU SIFAT SALAT BUKAN NAMA SALAT

Sebagaimana firman Alloh SWT: “Dan pada sebagian malam hari, bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS Al-Isra’: 79).

Dan “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz Dzariyat: 15-18).

Dalam hadist disebutkan: “Hendaknya kalian melakukan salat malam, karena salat malam adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, dan sesungguhnya salat malam mendekatkan kepada Allah, serta menghalangi dari dosa, menghapus kesalahan, dan menolak penyakit dari badan.” (HR. At-Tirmidzi).

UNTUK MENDIRIKAN SALAT MALAM WAKTUNYA ADALAH MULAI TERBENAM MATAHARI SAMPAI TERBIT FAJAR, APA SAJA SALAT MALAM ITU? YAITU MULAI DARI SALAT MAGRIB, SALAT ISYA DAN SALAT SUNNAT YANG DIDIRIKAN DI MALAM HARI SEBELUM FAJAR DIWAKTU SUBUH

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. SEBAIK-BAIK SALAT SETELAH SALAT WAJIB ADALAH SALAT MALAM.” (HR. Muslim).

dan “…orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.” (QS. Al-Furqan: 64).

JUMLAH ROKAAT SALAT SUNNAT NABI MUHAMMAD SAW

Pertama: SALAT SUNAT DIMALAM BULAN ROMADHAN

Dibulan romadhan nabi salat malam 11 rokaat dengan cara 4 ROKAAT SATU SALAM, 4 ROKAAT SATU SALAM DAN DITAMBAH 3 SATU SALAM

Hadis dari ‘Aisyah, yang artinya, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah salat malam di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari 11 raka’at. Beliau melakukan salat empat raka’at, maka jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan salat empat raka’at lagi dan jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan salat tiga raka’at.” (HR. Bukhari dan Muslim).

KEDUA:DILUAR ROMADHAN NABI MELAKUKAN 13 ROKAAT DENGAN CARA DUA ROKAAT SATU SALAM SAMPAI 12 ROKAAT DITAMBAH SATU ROKAAT

Hadist lain dari Zaid bin Kholid Al Juhani nabi melakukan lebih dari 11 rokaat yaitu:
“Aku pernah memperhatikan salat malam yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun melaksanakan 2 rakaat ringan. Kemudian setelah itu beliau laksanakan 2 rakaat yang panjang-panjang. Kemudian beliau lakukan salat 2 rakaat yang lebih ringan dari sebelumnya. Kemudian beliau lakukan salat 2 rakaat lagi yang lebih ringan dari sebelumnya. Beliau pun lakukan salat 2 rakaat yang lebih ringan dari sebelumnya. Kemudian beliau lakukan salat 2 rakaat lagi yang lebih ringan dari sebelumnya. Lalu terakhir beliau berwitir sehingga jadilah beliau laksanakan salat malam ketika itu 13 raka’at.” (HR. Muslim).

Maka bedakanlah tuntunan salat tarweh dengan salat sunnat diluar bulan romadhan, sesuai sunnah.

KEUTAMAAN SALAT DHUHA  + WITIR

Pertama: 4 ROKAAT DHUHA DIWAKTU PAGI MENCUKUPI UNTUK IBADAH SAMPAI AKHIR SIANG

Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghathafani, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat salat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang” (HR. Tirmidzi).

Kedua: SALAT DHUHA ADALAH SEDEKAH DZIKIR BAGI ANGGOTA TUBUH

Hadist dari Abu Dzar radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,  “Di pagi hari ada kewajiban bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Demikian juga amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah sedekah. Semua ini bisa dicukupi dengan melaksanakan salat dhuha sebanyak dua raka’at” (HR. Muslim ).

Hadist dari Buraidah Al Aslami radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Manusia memiliki 360 sendi, diwajibkan untuk bersedekah sedekah untuk setiap sendinya”. Para sahabat bertanya, ”Siapa yang mampu melakukan demikian, wahai Nabi Allah?”. Nabi bersabda, ”Cukup dengan menutup dahak yang ada di lantai masjid dengan tanah dan menghilangkan gangguan dari jalanan. Apabila engkau tidak mendapatinya, maka lakukanlah dua rakaat salat Dhuha yang itu bisa mencukupimu” (HR. Abu Daud).

Hadits yang mirip juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata:  “Kekasihku (Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam) mewasiatkan aku tiga perkara: puasa tiga hari di setiap bulan, dua rakaat salat dhuha dan shalat witir sebelum tidur” (HR. Bukhar dan Muslim).

WAKTU MENDIRIKAN SALAT DHUHA ADALAH KETIKA MATAHARI NAIK SEPENGGAL ANAK GALAH

(ketika mulai terasa panas)
Salat dhuha juga disebut sebagai salat awwabin, yaitu salatnya orang-orang yang banyak kembali kepada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Salat awwabin adalah ketika anak unta merasakan terik matahari” (HR. Muslim).

JANGAN SALAT KETIKA MATAHARI MULAI TERBIT SAMPAI SEMPURNA TERBIT SEPENGGAL GALAH SEBAB ITU WAKTU ORANG KAFIR MENYEMBAH MATAHARI

Dari Amr bin Abasah radhiallahu’anhu, ia berkata: “Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam datang ke Madinah, ketika itu aku pun datang ke Madinah. Maka aku pun menemui beliau, lalu aku berkata: wahai Rasulullah, ajarkan aku tentang salat. Beliau bersabda: kerjakanlah salat subuh. Kemudian janganlah salat ketika matahari sedang terbit sampai ia meninggi. Karena ia sedang terbit di antara dua tanduk setan. Dan ketika itulah orang-orang kafir sujud kepada matahari. Setelah ia meninggi, baru salatlah. Karena salat ketika itu dihadiri dan disaksikan (Malaikat), sampai bayangan tombak mengecil” (HR. Muslim).

Dari Zaid bin Arqam radhiallahu’anhu:  Zaid bin Arqam melihat sekelompok orang yang sedang melaksanakan salat Dhuha. Kemudian ia mengatakan, “Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakan saat ini, ada yang lebih utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat awwabin hendaknya dikerjakan ketika anak unta merasakan terik matahari” (HR. Muslim).

JUMLAH ROKAAT SALAT DHUHA

Pertama: Dua rokaat atau lebih sampai 12 rokaat
Dari Abu Dzar RA, beliau berkata, “Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Jika kamu salat dhuha 2 rakaat maka tidak akan dicatat sebagai orang yang lalai, jika kamu salat 4 rakaat maka akan dicatat sebagai muhsinin, jika kamu salat 6 rakaat maka dicatat sebagai orang yang sering berdiri salat, jika kamu salat 8 rakaat maka dicatat sebagai orang yang sukses/beruntung, jika kamu salat 10 rakaat maka dosamu tidak akan dicatat di hari itu, jika kamu sholat 12 rakaat maka Allah akan bangunkan rumah di surga bagimu.” (HR al-Baihaqi).

Kedua: EMPAT ROKAAT
“Dari Aisyah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW biasa salat dhuha 4 rakaat. Dan beliau menambah berapapun yang dikehendaki Allah SWT.” (HR Muslim).

Ketiga: DELAPAN ROKAT DENGAN CARA dua rakaat satu salat.
Berdasarkan Hadits dari Ummu Hani’:  “Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam di tahun terjadinya Fathu Makkah beliau salat delapan rakaat salat dhuha” (HR. Bukhari , Muslim ).

Dari Ummu Hani RA, beliau berkata, “Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam pada saat pembebasan kota Makkah melakukan salat dhuha 8 rakaat dan Beliau salam setiap 2 rakaat.” (diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud).

SALAT WITIR MENGIRINGI SALAT SUNNAT MALAM DAN SIANG

Telah menceritakan kepada Kami [Abul Walid Ath Thayalisi] dan [Qutaibah bin Sa’id] dari [Kharijah bin Hudzafah], Abu Al Walid Al Adawi berkata: Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam keluar menemui Kami dan berkata: “Sesungguhnya Allah telah DUNNAHKAN  bagi kalian sebuah salat yang dia lebih baik bagi kalian dari pada unta merah, yaitu salat witir, dan telah menjadikannya berada di antara salat Isya hingga terbit fajar.” (HR Abu dawud).

Salat witir adalah salat tambahan yang didirikan setelah salat wajib atau salat sunnat malam atau siang hari. Hadist menyebutkan: “Sesungguhnya Allah telah menambah untuk kalian satu salat, maka jagalah salat tersebut. Salat itu ialah Witir.” [HR Ahmad ).

Hadits dari Ibnu Umar yang berbunyi: Dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam , beliau berkata: “Jadikanlah akhir salat kalian di malam hari dengan Witir”. (Muttafaqun ‘alaihi)].

BACAAN AYAT KETIKA SHALAT WITIR

Hadits Ubai bin Ka’ab yang berbunyi: Dahulu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa salllam membaca dari salat witirnya surat al-A’la, dan pada raka’at kedua membaca surat al-Kaafirun, dan rakaat ketiga membaca Qul Huwallahu Ahad. Beliau tidak salam kecuali di akhirnya. [HR an-Nasâ’i dan Sunan an-Nasâ’i].

JUMLAH ROKAAT SALAT WITIR

Rokaat salat witir adalah GANJIL (1,3,5,7,9,11 dst)..

Pertama: BOLEH SATU ROKAAT
(Salat) witir adalah hak bagi semua umat Islam, maka barang siapa yang suka untuk melakukan witir dengan lima rakaat, maka lakukanlah. Barang siapa yang suka melakukan witir dengan tiga rakaat, maka lakukanlah. Dan barang siapa yang yang suka melakukan salat witir dengan satu rakaat, maka lakukanlah.” (HR Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

Kedua : BOLEH 3,5,7 DST

Hadits Abu Ayyûb al-Anshâri yang berbunyi:  Rasulullah Shallallahu alaihi wa salllam bersabda: “Salat Witir wajib bagi setiap muslim. Barang siapa yang ingin berwitir dengan lima rakaat, maka kerjakanlah; yang ingin berwitir tiga rakaat, maka kerjakanlah; dan yang ingin berwitir satu rakaat, maka kerjakanlah!” [HR Abu Dawud, an-Nasâ`i dan Ibnu Mâjah).

WAKTU MENDIRIKAN SALAT WITIR
Pertama: Sebelum tidur di malam hari

Diwasiatkan Dikerjakan Setiap Hari dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:“Kekasihku (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, salat duha dua rakaat dan salat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata, saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Orang yang tidak tidur sebelum melakukan shalat Witir, adalah orang yang teguh (iman-nya).“[ HR. Ahmad.

Kedua: DIAWAL MALAM (BA”DA ISYA) ATAU DI KAHIR MALAM (menjelang subuh)
hadits Jabir Radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Barangsiapa yang khawatir tidak bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia melakukan salat Witir pada awal malam. Dan barangsiapa yang bersikeras untuk bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia me-lakukan salat Witir pada akhir malam, karena salat di akhir malam itu disaksikan (oleh para Malaikat), dan hal itu adalah lebih utama.‘”[HR. Muslim).

Tujuannya agar mereka semakin dicintai Allah SWT. “Sesungguhnya Allah itu witir, mencintai witir, maka lakukanlah salat witir wahai ahli Al-Quran.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah; shahih).

Dan Hadits Rasulullah ﷺ yang menyebutkan keutamaan salat witir, di antaranya:” “Sesungguhnya, Allah ﷻ telah menyediakan kepada kalian semua sebuah salat, yang ia lebih baik bagi kalian daripada unta merah, yaitu salat witir, dan menjadikannya berada di antara salat Isya’ hingga terbitnya fajar (shadiq)” (HR Abu Daud).

Hadits Abu Bushrah al-Ghifâri terdahulu yang berbunyi : Maka salatlah di antara salat Isyâ`sampai salat fajar. [HR Ahmad ).

Dan dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau berkata: “Jadikanlah akhir salat kalian di malam hari dengan Witir”. (Muttafaqun ‘alaihi).

Dari Nabi Shallallahu alaihi wa salllam bersabda: “Jadikanlah akhir salat kalian di malam hari dengan Witir. [Muttafaqun ‘alaihi].

Salat malam dua raka’at dua raka’at; apabila salah seorang di antara kalian khawatir Subuh, maka ia salat satu rakaat sebagai witir bagi salat yang telah dilaksanakannya. [HR al-Bukhâri dan Muslim].

SALAT MALAM DI SEPERTIGA AKHIR WAKTU MUSTAJAB

Kemudian ada hadist dari Abu Hurairah, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang luar biasanya tahajud, artinya, “Rabb kami -Tabaroka wa Ta’ala- akan turun setiap malamnya ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Allah berfirman, “Siapa yang memanjatkan do’a pada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun pada-Ku, Aku akan memberikan ampunan untuknya”.” (HR. Bukhari dan Muslim).

CARA MELAKSANAKAN SALAT WITIR
PERTAMA: DUA DUA ROKAAT DITAMAH SATU
Salat tiga rakaat, dilaksanakan dengan dua rakaat salam, kemudian ditambah satu rakaat salam. Ini didasarkan hadits Ibnu ‘Umar, beliau radhiyallahu anhu berkata: Dahulu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa salllam memisah antara yang ganjil dan genap dengan salam, dan beliau perdengarkan kepada kami. [HR Ahmad].

KEDUA: LANGSUNG BILANGAN GANJIL
Berdasarkan hadits Aisyah radhiallahu anha, dia berkata,  “Adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak melakukan salam di dua rakaat salat witir.” Dalam redaksi lain, “Beliau melakukan salat witir tiga rakaat, tidak duduk (tasyahud) kecuali di rakaat terakhir.” (HR. An-Nasai).

Berdasarkan riwayat Aisyah radhiallahu anha, dia berkata,  “Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melakukan salat di malam hari, tiga belas rakaat, beliau salat witir dengan lima rakaat, tidak duduk (tasyahud) kecuali di rakaat terakhir.” (HR. Muslim).

Dengan ketentuan di atas dapat disimpulkan bahwa salat tahajut yang dimaksud adalah semua salat malam yang dimulai dari terbenam mataahri sampai terbit fajar yaitu: salat magrib, salat isya dan salat sunnat rawatib magrib dan isya, salat sunnat wudhuk, sunnat istiqarah dan witir, yang jumlahnya sesuai ketentuan SEHINGGA JANGAN BERNIAT SALAT TAHAJUT tetapi niat salat sesuai jenis salat yang sudah lazim dikerjakan nabi.

Dan IKUTILAH SETIAP AKHIR SALAT SUNNAT DENGAN SALAT WITIR DIWAKTU MALAM dan WITIR SETELAH MENDIRIKAN SALAT DHUHA dipagi hari.

NUUN WALQOLAMI WAMA YASTHURUN.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

(Sukabumi, Jumat 10 Februari 2023)

Penulis merupakan seorang pendakwah, dosen, penulis buku dan praktisi hukum

Pos terkait