Pemerintah Kota Bukittinggi Berhasil Turunkan Angka Inflasi Hingga 0,39

Bukittinggi | Topsumbar – Upaya bersama antara Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Bulog, berhasil turunkan angka inflasi.
Dimana untuk Januari 2023, inflasi Kota Bukittinggi berada di angka 0,39. Hal ini disampaikan dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, melalui zoom meeting, di BCC, Senin (20/02/2023).

Kepala Bagian Perekonomian Setdako Bukittinggi, Ahda Hidayat, menjelaskan, perkembangan inflasi Bukittinggi bulan Januari 2023 turun dibanding angka inflasi Desember 2022. Dimana, untuk Desember 2022 itu, angka inflasi Bukittinggi berada pada 0,66, sedangkan Januari 2023, turun ke angka 0, 39.

“Upaya yang telah dilakukan diantaranya, melakukan pemantauan harga dan stok setiap hari menerbitkan surat edaran dari Walikota tentang pengendalian inflasi bekerja sama dengan Bulog sub divre Bukittinggi untuk gelar operasi pasar di 24 kelurahan. Pemko sendiri juga bekerjasama dengan BPR Syariah Jam Gadang terus menyalurkan bansos dan subsidi margin untuk UMKM melalui tabunga Utsman.

Bacaan Lainnya

Wakil Walikota, Marfendi, mengatakan, tabungan Utsman membantu warga untuk membantu permodalan, tahun 2022 lalu dengan subsidi Rp, 2,5 milyar disalurkan pembiayaan sebesar Rp 14,5 milyar untuk 1.956 orang.
Tahun 2023 ini, disediakan lagi subsidi sebesar Rp 2,5 milyar .
Dengan realisasi pembiayaan per 17 februari 2023 sebesar Rp 4,5 milyar dengan nasabah penerima manfaat 520 orang.sehingga realisasi sejak 23 Maret 2022 pembiayaan yang sudah disalurkan sebesar Rp 17,5 milyar dengan total nasabah 2226 orang.

Selain itu, Pemko Bukittinggi juga laksanakan pencanangan gerakan menanam bawang merah, penciptaan lapangan kerja, subsidi transportasi sebesar Rp 400 juta dan pemberian alat dan mesin pertanian untuk peningkatan produksi pangan.

Pemimpin Perum Bulog cabang Bukittinggi,M Fakhri Firdaus, menambahkan, operasi pasar di 24 kelurahan merupakan inisiasi dari Bulog bersama TPID untuk menjawab keadaan dikota Bukittinggi yang mengalami kenaikan harga pangan akibat inflasi. Tahun 2023 ini sudah dimulai melakukan operasi pasar sejak 1 Febuari hingga 7 Maret mendatang,” ujar Fakhri

(JA)

Pos terkait