Keutamaan Memiliki Anak Wanita dan Larangannya Dalam Islam

Amri Zakar Mangkuto Malin, SH, M.Kn

Kajian Jumat Oleh: Amri Zakar Mangkuto Malin, SH, M.Kn

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد

Kaum muslimin rahimakumullah.
Pembaca Topsumbar yang budiman.

Bacaan Lainnya

Pada kajian kali ini kita akan membahas tentang keutamaan memiliki anak wanita dalam islam, kenapa ini perlu dibahas? Sebab sebelum islam wanita adalah bagian dari pelengkap nafsu kehidupan kaum jahilyah yang tidak mempunyai harkat dan martabat, tetapi setelah islam datang wanita diangkat ke DERJAT MULIA dengan menjadi isteri dan ibu dari anak anak.

KEUTAMAAN MEMILIKI ANAK WANITA DALAM ISLAM

Pertama

Perisai dari Api Neraka, apabila orangtua menyanyangi anak perempuan dengan ikhlas karena Alloh SWT.

Sebagaimana Hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha Ada seorang wanita yang datang menemuiku dengan membawa dua anak perempuannya. Dia meminta-minta kepadaku, namun aku tidak mempunyai apapun kecuali satu buah kurma. Lalu akau berikan sebuah kurma tersebut untuknya. Wanita itu menerima kurma tersebut dan membaginya menjadi dua untuk diberikan kepada kedua anaknya, sementara dia sendiri tidak ikut memakannya. Kemudian wanita itu bangkit dan keluar bersama anaknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dan aku ceritakan peristiwa tadi kepada beliau, maka Nabi shallallhu ‘alaii wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudia dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa api neraka” (H.R Muslim).

Kedua

Membebaskan orangtua dari Api neraka, apabia orangtua membagi kasih sayang yang sama pada setiap anak anaknya.

Sebagaimana hadist dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha “Seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa dua anak perempuannya, lalu aku memberinya tiga buah kurma. Kemudian dia memberi untuk anaknya masing-masing satu buah kurma, dan satu kurma hendak dia masukkan ke mulutnya untuk dimakan sendiri. Namun kedua anaknya meminta kurma tersebut. Maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dia makan untuk diberikan kepada kedua anaknya. Peristiwa itu membuatku takjub sehingga aku ceritakan perbuatan wanita tadi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, : “Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga dan membebaskannya dari neraka” (H.R Muslim).

Ketiga

Dekat bersama Rasululllah SAW di hari kiamat dengan ketentuan orangtua mengayomi dan mendidik dengan baik sampai dewasa.

Sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Siapa yang menanggung nafkah dua anak perempuan sampai baligh, maka pada hari kiamat antara saya dan dia seperti ini. beliau menggabungkan jari jarinya”. (HR Muslim).

Keempat

Menjadikan sebab orangtua memperole syorga Allloh SWT, apabila memperlakukan dengan baik dalam kehiduan sehari-hari,sesuai ketentuan Alloh SWT.
Artinya menjaga anak wanita adalah ibadah kepada Alloh SWT sehingga mesti dijalanidengan rasa syukur. Sebagaimana hadist:. “Siapa yang memiliki anak perempuan, dia tidak membunuhnya dengan dikubur hidup hidup, tidak menghinanya, dan tidak lebih mengutamakan anak laki laki, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga”. (HR Abu Daud).

SALATNYA ANAK PEREMPUAN

Jika anak perempuan ingin ke masjid jangan dilarang, tetapi salat dirumah lebih baik baginya,sesuai hadist: “Janganlah kalian melarang para wanita (untuk melaksanakan salat) di masjid, meskipun (salat mereka) di rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.” (HR al-Bukhari).

PESANKAN PADA ANAK WANITA

Jika bepergian, maka bepergianlah dengan saudara, karena itu akan menjaganya dari dosa dan bahaya, sebagaimana hadist: “Janganlah perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir bepergian dalam perjalanan tiga hari atau lebih, kecuali bersama bapak, atau saudara, atau anak laki-laki, atau suami, atau mahramnya.” (HR Ibnu Majah).

WANITA MENJADI PEMIMPIN ATAS ANGGOTA KELUARGANYA

Seorang wanita ketika berumahtangga, menjadi pemimpin atas rumah tanggga suaminya yaitu pada anak-anak. Sebagaimana hadist “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya……. Seorang wanita adalah pemimpin bagi anggota keluarga suaminya serta anak-anaknya dan ia akan ditanya tentang mereka. ………. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

MATI KARENA MELAHIRKAN ADALAH SYAHID BAGI WANITA

Sebagaimana sabda rasulullah SAW: “orang yang mati syahid itu sedikit yaitu: Orang yang mati berjihad di jalan Allah, syahid, orang yang mati karena Tha’un, syahid. Orang yang mati tenggelam, syahid. Orang yang mati karena sakit perut, syahid. Dan wanita yang mati karena nifas, dia akan ditarik oleh anaknya menuju surga dengan tali pusarnya.” (HR: Ahmad).

LARANGAN BAGI ANAK WANITA

Pertama
Jangan berduaan dengan laki laki yang bukan mahram
Sebab dapat menimbulkan perbuatan zina, karena yang ketiganya adalah BISIKAN SYETAN.
Sebagaimana hadist: “Tidaklah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan kecuali setan akan menjadi yang ketiga.” ((HR Tirmidzi dan Ahmad).

Kedua
Jika bepergian wajib ada teman saudaranya, sebagaimana hadist:: “Janganlah sekali-kali seorang perempuan bersafar kecuali bersama dengan mahramnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketiga
Jika berkumpul bersama lawan jenis wajib MENUNDUKKAN PANDANGAN DAN MEMELIHARA KEMALUANNYA’ artinya pandangan mata anak wanita tidak boleh melanglangbuana kian kemari dan PELIHARA KEMALUAN dengan pakaian yang menutui aurat jaga dari PERBUATAN YANG MERUSAKNYA.

Sebagaimana firman Alloh SWT:” Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka” (QS an-Nuur: 30-31).

Keempat
Jike keluar rumah JANGAN BERDANDAN BERLEBIHAN

Sebagaimana alquran menerangkan :” Dan hendaklah kalian (wahai istri-istri Nabi) menetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait (istri-istri Nabi) dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya” (QS al-Ahzaab:33).

Dan dalam hadits yang shahih Rasulullah  bersabda: “Sesungguhnya wanita adalah aurat, maka jika dia keluar (rumah) setan akan mengikutinya (menghiasinya agar menjadi fitnah bagi laki-laki), dan keadaanya yang paling dekat dengan Rabbnya (Allah ) adalah ketika dia berada di dalam rumahnya.” (HR Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

Kelima
Dilarang memakai wewangin berlebih apalagi ketika disekitarnya ada laki-laki.

Sebagaimana hadist: “Diharamkannya perempuan keluar rumah dengan memakai wangi-wangian dalam bentuk apapun, karena akan menimbulkan fitnah yang besar.

Rasulullah  bersabda: “Seorang wanita, siapapun dia, jika dia (keluar rumah dengan) memakai wangi-wangian, lalu melewati kaum laki-laki agar mereka mencium bau wanginya maka wanita adalah seorang pezina.” (HR. an-Nasa’i dan Ahmad).

Dengan demikian memiliki anak wanita menjadikan orangtua mendapat kemuliaan disisi Alloh SWT, tetapi disisi lain ketika anak wanita tidk dibekali ilmu agama dengan baik dapat mendapatkan bahaya dan petaka bagi dirinya dan keluarga, terutama akan bergelimang dosa, karena seluruh TUBUH WANITA ADALAH AURAT tentunya perlu di jaga dengan baik, dan penjagaan itu TERPIKUL PADA ORANGTUA. DAN KETIKA ANAK WANITA BERLAKU BAIK DIA SUDAH BERBAIK KEPADA KEDUA ORANGTUANYA DAN SEBALIKNYA.

NUUN WALQOLAMI WAMA YASTHURUN.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

(Sukabumi, Jumat, 16 Desember 2022)

Penulis merupakan seorang pendakwah, dosen, penulis buku dan praktisi hukum

Pos terkait