Menu

Mode Gelap
Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, Kejari Sijunjung Gelar Jalan Santai Unit Kerja Kantor Imigrasi Dharmasraya Akan Dibentuk, Sutan Riska : Urus Paspor Tak Perlu ke Luar Daerah Padang Kembali Cari Wali Kota Cilik Bersama Mentari Meraih Mimpi Menuju Indonesia Emas 2045 Wagub Sumbar: Pelaku UMKM Harus Go Digital Untuk Hadapi Tantangan Global

Agam · 5 Agu 2022 16:14 WIB ·

Wabup Agam Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS APBD 2022


 Wabup Agam Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS APBD 2022 Perbesar

Agam | Topsumbar – Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri, sampaikan Nota Pengantar Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Agam, Tahun Anggaran 2022, di Aula Kantor DPRD Agam, Jumat (5/8).

Hal selanjutnya disampaikan Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri, pada rapat paripurna DPRD Agam yang dipimpin Ketua DPRD Agam, Novi Irwan. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Agam, Irfan Amran, Sekda Agam, Edi Busti, Forkopimda, kepala OPD dan lainnya.

Irwan Fikri mengatakan, perubahan KUA dan PPAS ini diajukan di dalam rangka sistem penyusunan konsep perubahan APBD Kabupaten Agam tahun anggaran 2022.

“Yang menjadi dasar analisa yang kami sampaikan pada pengantar konsep perubahan KUA-PPAS tahun 2022 ini adalah pertumbuhan realisasi pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022,” ujarnya.

Dikatakan, konsep perubahan KUA-PPAS tahun 2022 yang disusun berpedoman pada perubahan RKPD tahun anggaran 2022.

“Pendapatan area yang mula-mula diproyeksi sebesar Rp1,408 triliun lebih,- menjadi Rp1,394 triliun lebih. Bersumber berasal dari PAD yang mula-mula sebesar Rp150 miliar lebih, menjadi Rp160 miliar lebih. Pendapatan transfer berasal dari mula-mula sebesar Rp1,258 triliun lebih, menjadi Rp1,234 triliun lebih,” ujarnya.

Dijelaskan, belanja area di dalam konsep perubahan KUA-PPAS tahun 2022 ini direncanakan sebesar Rp1,509 triliun lebih, berasal dari di awalnya sebesar Rp1,499 triliun lebih, yang dialokasikan untuk belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja tranfer.

Di segi pembiayaan, pengeluaran pembiayaan area yang mula-mula diprediksi sebesar Rp5 miliar, pada konsep perubahan KUP-PPAS tidak mengalami perubahan.

“Sedangkan penerimaan pembiayaan bersifat SILPA tahun 2021 sesuai bersama hasil audit BPK RI Perwakilan Sumbar atas laporan keuangan pemerintah area tahun 2021 berjumlah Rp120 miliar lebih,” jelasnya.

Diterangkan, berasal dari SILPA tahun 2021 tersebut, sesuai bersama ketentuan cuma sebesar Rp56 miliar lebih yang dapat digunakan untuk menutup defisit APBD tahun anggaran 2022.

“Namun sebab keterbatasan kebolehan keuangan daerah, tidak tertutup bisa saja menggunakan SILPA tahun 2021 sementata untuk menutup defisit tersebut,” tutupnya.

Hits: 1

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

AKU-SIGAP, Sebuah Monumen Pengabdian Untuk Terus Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

6 Oktober 2022 - 07:53 WIB

Bupati Agam Serahkan SK Kenaikan Pangkat 213 PNS

30 September 2022 - 23:27 WIB

DPRD Agam Setujui Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022

29 September 2022 - 23:21 WIB

Tingkatkan SDM, Anak-Anak PAUD/TK Dilatih Peragaan Manasik Haji

29 September 2022 - 23:16 WIB

Kehidupan Lintas Agama di Agam Terbangun Kondusif

28 September 2022 - 23:12 WIB

Pembangunan Taman Safari di Agam Menguat, Bupati Jalin Koordinasi Dengan Jatim Park

28 September 2022 - 21:37 WIB

Trending di Agam