Audy Joinaldy Motivasi Siswa SMA Sumbar Memiliki Inovasi Bangun Daerahnya

Setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), para siswa tentu berharap bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, misalnya bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau universitas favorit. Tidak perlu khawatir. PTN terbuka bagi semua lulusan siswa SMA negeri maupun swasta, yang paling penting, jika bersungguh sungguh mempersiapkan dari awal pasti impianmu bisa terwujud.

Pada umumnya, PTN selalu menjadi incaran siswa untuk melanjutkan pendidikan dibanding PTS (Perguruan Tinggi Swasta). Selain biayanya yang relatif lebih murah, PTN dianggap memiliki sistem pendidikan dan reputasi yang lebih baik. Maka tak heran, persaingan untuk bisa duduk di kursi PTN sangat ketat.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Dr. (cand)
Ir. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc.,M.M., IPM., ASEAN. Eng memotivasi siswa SMA se Sumbar sebagai keynote speaker dalam acara Join Us ini the green campus at IPB (Institut Pertanian Bogor) secara zoom meeting dan luring di Auditorium Istana Gubernuran, Senin (24/5/2021).

Bacaan Lainnya

“Sebelumnya Ayah saya pernah berkuliah di IPB, namun tidak sempat menamatkan kuliahnya. Makanya saya bertekad ingin berkuliah di IPB, untuk menyelesaikan apa yang dicita citakan orangtuannya,” ungkap Audy Joinaldy.

Waktu itu Audy Joinaldy merupakan lulusan terbaik sejumlah kampus ternama Indonesia dengan nilai cumlaude dari Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2005.

“Alhamdulillah saya lulus tujuh semester sama dengan 3,5 tahun, waktu itu saya merupakan lulusan tercepat diangkatan saya,” katanya.

Bahkan Audy sempat lulus di kampus pertanian terbaik di dunia yatu Master of Science di Wageningen University Belanda dalam bidang Major Food Quality Management Minor Animal Nutrition pada 2007

Gairahnya dengan dunia pendidikan membuatnya melanjutkan kuliahnya di Magister Manajemen Universitas Hasanuddin Makassar pada 2011.

Setelah itu, Audy mendapatkan gelar Insinyur dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2019, pada tahun yang sama mendapat gelar IPM dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) serta gelar ASEAN.Eng dari Asean Federation Engineering Association (AFEO) pada tahun 2019. Saat ini ia sedang melanjutkan pendidikan Doktor di Sekolah Bisnis IPB.

Selanjutnya Wagub Sumbar itu menjelaskan mengapa fakultas peternakan sedikit termajinalkan? Karena, masyarakat mengganggap peternakan identik dengan jorok, kotor dan prospeknya ke depan tidak lebih baik misalnya dengan bidang informasi teknologi, desain ataupun ekonomi.

“Faktanya, kalau kita dilihat sekarang komoditas peternakan salah satu penyumbang terbesar kecerdasan suatu bangsa. Melalui produksi sumber protein hewani seperti dari ayam, sapi dan susu. Apalagi beberapa tahun terakhir isu stanting menjadi isu global yang sedang hangat dibicarakan. Perlu diketahui bahwa stunting diakibatkan salah satunya kurang asupan gizi terutama protein hewani,” terangnya.

Saat ini saja, konsumsi protein hewani Indonesia masih tertinggal cukup jauh dari beberapa negara tetangga. Misalnya, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) konsumsi ayam di dalam negeri masih 12 – 14 kg perkapita dan telur hanya 120 – 125 butir per kapita, sementara Malaysia disaat bersamaan sudah mengonsumsi ayam sebanyak 40 kg perkapita dan telur sudah sebanyak 360 butir per kapita.

“Makanya ada beberapa ketimpangan dalam hal SDM dengan Malaysia. Buktinya, tidak sedikit mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Malaysia, padahal sebelumnya IPB yang terbaik Universitas terbaik di negara Asean di beberapa tahun yang lalu. Sekarang sudah mulai ditinggalkan bangsa sendiri,” jelas Audy.

Oleh karena itu, peternakan merupakan salah satu bidang yang cukup strategis dalam kecerdasan suatu bangsa dan membangun kemandirian pangan. Serta kalau dilihat dari segi bisnis dengan kondisi konsumsi sumber protein hewani masih rendah merupakan suatu peluang yang cukup besar untuk usaha yang ditekuni.

“Semua itu saya jalani karena pendidikan adalah salah satu passion dalam diri saya. Kita semua pasti memiliki passion yang bermacam macam. Temukanlah passion adik adik dan jalani passion itu dengan sepenuh hati dan bertanggung jawab. Insya Allah, Allah akan tuntun kita kepada jalan kemudahan dan kesuksesan,” ulasnya.

Selain dunia pendidikan, dunia usaha merupakan salah satu hal yang disenanginya membuat pria milenial ini memiliki gelar serenteng dan juga merupakan pebisnis sukses dengan omset miliaran rupiah. Hampir sebagian besar provinsi di Timur Indonesia perusahaan bergerak di sektor Pertanian dan Peternakan yang berkantor pusat di kota Makassar.

Tidak berhenti disana Audy juga diberikan kesempatan oleh Allah untuk masuk ke dunia politik secara tidak sengaja. Awalnya, tak pernah terpikirkan olehnya untuk terjun ke dunia politik. Sebagai Wakil Gubernur berpasangan dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di lantik oleh Bapak Presiden menjadi Wakil Gubernur Sumbar.

Menurutnya, satu lagi yang tidak kalah membanggakannya, Sumatera Barat menjadi provinsi yang memiliki jumlah kepala daerah berusia muda terbanyak di pulau Sumatera. Tercatat ada 9 kepala daerah berusia muda di tingkat kabupaten kota di Sumbar.

“Semoga ini semua menjadi satu penyemangat dan inspirasi bagi adik adik. Bahwa pada era saat ini, negara dan provinsi kita sangat membutuhkan semangat, karya dan inovasi dari para generasi muda terbaiknya,” ucapnya.

Selanjutnya, Audy bertanya kepada audiens diantara yang hadir pasti ada yang senang dengan dunia Pendidikan, dunia Politik dan dunia Usaha seperti dia.

“Coba saya ingin tau, siapa diantara adik adik yang ingin menjadi pengusaha? ……… Waah tenyata banyak. Saya doakan yang ingin menjadi pengusaha semoga Allah bantu mewujudkan cita cita nya. Yang ingin kuliah di IPB saya doakan juga, semoga lancar dan sukses seperti saya. Amiin Ya Rabbal Alamiin…,” sebutnya.

Sebagai penutup Wagub Sumbar milenial ini menyampaikan pesan agar para generasi muda bisa berikan kontribusi dan dedikasi terbaik untuk Sumatera Barat.

“Kita harus buktikan kepada dunia luar, bahwa pemuda pemudi Sumatera Barat memiliki kualitas yang jauh lebih baik dari yang lainnya. Ingatlah selalu kampung halaman. Generasi kita, generasi milenial minang merupakan generasi yang akan membawa perubahan untuk Indonesia, khususnya untuk Sumatera Barat,” tutupnya.

(Nov/Hms)

Pos terkait