22 Kasus Cacing Hati Ditemukan Pada Hewan Qurban di Padang Panjang

166

Hari kedua pelaksanaan qurban di Kota Padang Panjang, Sabtu, (01/08/2020), kemaren, diwarnai penemuan 22 kasus cacing hati pada hewan qurban yang dipotong.

Namun menurut Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Padang Panjang, Wahidin, kasus cacing hati yang ditemukan pada 22 ekor hewan qurban itu masih sedikit dibawah 5 (lima) persen dan tidak ada yang melebihi 50 persen.

“Artinya jika dibawah 5 (lima) persen cukup dengan membuang bagian organ yang terkena cacing hati saja. Kecuali bila diatas 50 persen, maka direkomendasikan untuk mengeliminasi utuh satu ekornya,” ujar Wahidin dikonfirmasi Topsumbar.co.id melalui sambungan telpon, Sabtu, malam.

Dikatakannya, ditemukannya cacing hati pada 22 hewan qurban setelah petugas Dispangtan melakukan pemeriksaan Postmortem terhadap 554 ekor hewan yang dipotong selama seharian kemarin.

“Dalam pemeriksaan Postmortem hewan qurban, Dispangtan mengerahkan 40 orang petugas terdiri 32 orang petugas dari dinas (medis, paramedis, PPL) dan 8 (delapan) orang dari mahasiswa KoAsistensi Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh yang merupakan mahasiswa asal dari Kota Padang Panjang,” kata Wahidin.

Selanjutnya diterangkan Wahidin, dari pantauan petugas atas penyelengaraan pemotongan hewan qurban di hari kedua kemarin, terlihat panitia qurban telah berusaha menerapkan prinsip kesejahteraan hewan.

Misalnya, hewan telah diperlakukan dengan baik, berusaha mengurangi stres yang tinggi dan mayoritas panitia qurban telah menerapkan teknik merebahkan hewan qurban seperti yang disosialisasikan oleh dinas teknis, baik secara langsung maupun melalui media poster yang telah dibagikan oleh dinas ke panitia penyelengara pemotongan hewan qurban se-Kota Padang Panjang.

“Namun dari protokol Covid-19 memang masih sulit panitia menerapkannya terutama terkait pengunaan masker dan jaga jarak,” ujar Wahidin.

Begitu juga dalam hal menjaga higienis daging qurban, umumnya panitia qurban, imbuh Wahidin, sudah sangat memperhatikan kebersihan, termasuk pengunaan meja pemotongan daging, kemasan kantong yang bening dan lain-lain.

“Sayangnya keberadaan anak-anak masih banyak terpantau di lokasi pemotongan. Meski demikian insiden terkait pemotongan hewan qurban hampir tidak ditemukan yang membahayakan atau menjadi korban dari sapi yang mengamuk,” imbuhnya.

Adapun data sementara hingga Sabtu kemaren, sebut Wahidin, jumlah total hewan qurban yang telah dipotong di Kota Padang Panjang berjumlah 568 ekor. Rinciannya 540 ekor sapi jantan, 8 (delapan) ekor sapi betina, 17 ekor kambing jantan dan 3 (tiga) ekor kambing betina.

“Di hari ketiga besok, (hari ini -red), Minggu, (02/08/2020), masih ada 5 (lima) titik lokasi lagi yang melakukan pemotongan hewan qurban dengan jumlah hewan sebanyak 16 ekor,” pungkas Wahidin.

(AL)

--------------------------------------------------------------------------------
loading...