Zonasi Sumbar Naik ke Oranye, Ini Update Zonasi Kab/Kota Minggu ke-56, 4-10 April 2021

114

Gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), kembali merilis update zonasi kabupaten dan kota di-Sumbar minggu ke-56 pandemi Covid-19.

Pada minggu ke-56 ini dilaporkan untuk pertamakalinya Sumbar berada pada zonasi oranye atau resiko sedang setelah sebelumnya selalu pada zona kuning atau resiko rendah.

Berikut rincian kondisi pandemi Covid-19 di Sumbar minggu ke-56 sebagaimana dirilis Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal, Minggu, (4/04/2021), pukul 18:41 WIB juga diterima Topsumbar.co.id :

  1. Provinsi Sumatera Barat berada pada zonasi ORANYE (Resiko Sedang) dengan skor IKM 2,36/KASUS MENINGKAT.
  2. Positivity Rate 7,79 (Standard WHO 5,0), meningkat dari minggu sebelumnya di 7,59. Namun secara nasional, PR Sumbar termasuk sangat rendah (MENINGKAT).
  3. Sampai minggu ke 55, warga Sumbar yang telah terinfeksi Covid-19 adalah 32.098 orang.
  4. Recovery Rate (tingkat kesembuhan) 93,83%, atau sembuh sebanyak 30.119 dari 32.098 orang yang terinfeksi. Merupakan capaian kesembuhan tertinggi secara nasional.
  5. Meninggal dunia akibat Covid-19, 690 orang dari 32.098 yang terinfeksi (2,15%) / MENINGKAT.
  6. Kasus Aktif sebanyak 1.289 orang (4,02%) dari 32.098 orang / MENINGKAT
  7. Rawat di RS Rujukan : 292 orang (0,91%) / MENINGKAT
  8. Isolasi Mandiri : 950 orang (2,96%) / MENINGKAT
  9. Isolasi dikarantina provinsi : 0 orang (0,00%) (FASILITAS KARANTINA TIDAK ADA LAGI DISEDIAKAN)
  10. Isolasi dikarantina kab/kota : 47 orang (0,15%) / MENINGKAT
  11. Tingkat hunian rumah sakit (ruangan khusus rujukan pasien Covid-19) adalah 24,01% (MENINGKAT).

“Secara keseluruhan kasus Covid-19 di Sumbar pada minggu ke-56 meningkat. Ini perlu perhatian serius semua Satgas Kabupaten dan Kota,” kata Jasman.

Kecenderungan kasus meningkat ini, sebut Jasman, akan semakin mengkhawatirkan.

“Karena pengawasan terhadap orang datang di bandara serta perbatasan sudah sangat longgar penerapan protokol kesehatan yang mengacu kepada Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru,” sebutnya.

Selanjutnya diterangkan Jasman, pada update zonasi kabupaten dan kota pada minggu ke-56 ini tercatat 11 (sebelas) daerah berada pada zona oranye dan 9 (sembilan) daerah pada zona kuning.

Komposisi ini mengalami perubahan dibandingkan dengan update zonasi daerah pada minggu ke-55 periode 27 Maret – 3 April 2021 pekan lalu. Dimana zona oranye berjumlah 9 dan zona kuning 10.

Pada minggu ke-56 ini terdapat 3 (tiga) daerah zonasinya kembali naik dari zona kuning ke zona oranye, yakni Kota Sawahlunto, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Pariaman.

Sedangkan Kabupaten Solok Selatan bila pada pada update zonasi ke-55 lalu berada pada zona oranye. Maka pada update zona ke-56 ini turun ke zona kuning.

Sementara itu, 8 (delapan) daerah yang pada minggu ke-55 lalu berada pada zona oranye, yakni Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Pasaman, Kota Solok, Kabupaten Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Agam dan Kabupaten Solok tetap diposisi oranye pada minggu ke-56 ini.

Begitu pula, 7 (tujuh) daerah yang pada minggu ke-55 lalu berada pada zona kuning, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Bukittinggi, Padang Panjang, Kabupaten Dharmasraya, Kota Padang, dan Kota Payakumbuh tetap di posisi zona kuning pada minggu ke-56 ini.

Dilaporkan juga pada minggu ke-55 ini daerah zona merah dan zona hijau nihil. Sama dengan minggu-minggu sebelumnya.

Dikatakan Jasman, berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data on set pada minggu ke-55 pandemi Covid-19 di Sumbar oleh Satgas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar.

Mulai tanggal 04 April 2021 sampai 10 April 2021, ditetapkan zona daerah sebagai berikut:

Zona Merah – Resiko Tinggi (Skor 0 – 1,8)

– Nihil

Zona Oranye – Resiko Sedang (Skor 1,81 – 2,40) terdapat 11 (sebelas) daerah. Rinciannya :

  1. Kota Sawahlunto (skor 2,39)
  2. Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,39)
  3. Kota Pariaman (skor 2,38)
  4. Kabupaten Padang Pariaman (skor 2,35)
  5. Kota Solok (skor 2,33)
  6. Kabupaten Pasaman (skor 2,31)
  7. Kabupaten Tanah Datar (skor 2,29)
  8. Kabupaten 50 Kota (skor 2,20)
  9. Kabupaten Agam (skor 2,20)
  10. Kabupaten Sijunjuang (skor 2,09)
  11. Kabupaten Solok (skor 2,04)

Pada minggu ke-56 pandemi Covid-19 di Sumbar, terdapat 11 (sebelas) daerah Kabupaten Kota di Sumbar yang berada pada zona oranye. Meningkat dari minggu sebelumnya dari 9 daerah ke 11 daerah.

Yang paling rendah skornya pada minggu ke-56 ini adalah Kabupaten Solok. Kabupaten Solok telah hampir 3 bulan berturut-turut berada pada posisi terburuk dalam penanganan Covid-19.

“Kabupaten Solok perlu mendapat perhatian serius, karena pertambahan positif dan tingkat kesembuhan warganya yang terpapar Covid-19 sangat rendah,” kata Jasman.

“Kota Pariaman minggu sebelumnya mempunyai skor terbaik di zona kuning, secara mengejutkan saat ini masuk ke zonasi oranye,” sambungnya.

Selanjutnya diterangkan Jasman, Zona Kuning – Resiko Rendah (Skor 2,41 – 3,0) terdapat 8 (delapan) daerah :

  1. Kabupaten Pasaman Barat (skor 2,59)
  2. Kota Payakumbuh (skor 2,54)
  3. Kota Bukittinggi (skor 2,50)
  4. Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,49)
  5. Kota Padang Panjang (skor 2,45)
  6. Kota Padang (skor 2,44)
  7. Kabupaten Solok Selatan (skor 2,41)
  8. Kabupaten Dharmasraya (skor 2,41)

Melihat skor di atas, pada minggu ke-56 pandemi Covid-19 di Sumbar, Kabupaten Pasaman Barat menjadi yang terbaik minggu ini dengan skor tertinggi 2,59. Mencatatkan skor terbaik dalam penanganan Covid-19 (sesuai indikator kesehatan masyarakat).

Kemudian sebut Jasman, Zona Hijau. Zona hijau Tidak ada kasus. Pengertian tidak ada kasus, yakni tidak ada tercatat penambahan kasus Covid-19 dalam 1 bulan terakhir dan jika ada yang positif telah sembuh seluruhnya serta tidak ada kasus meninggal 1 bulan terakhir.

“Semakin tinggi skor, semakin baik pengendalian penyebaran Covid-19 di daerah tersebut,” jelas Jasman.

Berikutnya Jasman merincikan 15 indikator kesehatan masyarakat yang terbagi menjadi 11 indikator epidemiologi, 2 indikator surveilans kesehatan masyarakat dan 2 pelayanan kesehatan. Menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah :

  1. Penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%).
  2. Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%).
  3. Penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%).
  4. Penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%).
  5. Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%).
  6. Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%).
  7. Kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif,
  8. Kenaikan jumlah selesai pemantauan dan pengawasan dari ODP dan PDP.
  9. Penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk.
  10. Penurunan angka kematian per 100.000 penduduk.
  11. Rt – angka reproduksi efektif kurang dari 1 (sebagai indikator yang ditriangulasi).
  12. Jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama 2 minggu.
  13. Positivity rate kurang dari 5% (dari seluruh sampel diagnosis yang diperiksa, proporsi positif hanya 5%).
  14. Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah pasien positif Covid-19.
  15. Jumlah tempat tidur di RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif Covid-19.

Dengan telah ditetapkannya status zonasi daerah pada minggu ke-56 ini, sebut Jasman, diminta kabupaten kota segera menyesuaikan segala aktivitas di daerahnya dengan protokol masing-masing zona.

“Hal ini bertujuan agar penyebaran Covid-19 dapat lebih bisa dikendalikan,” tutup Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang yang juga adalah Kepala Dinas Kominfo Sumbar.

(AL)

loading...