HPN 2022 dan Terus Belajar Menjalani Profesi Wartawan

253
Alfian, YN Dewan Redaksi Topsumbar Media Group

Catatan: Alfian YN

Hobi membaca koran dari usia dini membuat saya jatuh hati dengan jurnalistik dan kewartawanan. Tahun 1992 memulai belajar jurnalistik jarak jauh di lembaga pendidikan jurnalistik Yosehani Pamarsat, Bandung (Tidak tamat).

Keinginan besar menjadi wartawan terwujud tahun 2000 atau satu tahun setelah lahirnya UU 40/1999 tentang Pers. Waktu itu di mana-mana terbit media massa.

Namun eksis melakoni profesi wartawan baru dimulai tahun 2006 dengan bekerja di sebuah koran mingguan terbitan Jakarta. Koran Harian Jaya Pos (koran ini sudah tidak terbit dan secara manajemen berbeda dengan koran harian Jaya Pos yang terbit hingga saat ini).

Tahun 2007 pindah ke koran mingguan Zaman, terbitan Padang yang dimiliki Bapak Irawadi.

Tahun 2009 turut menerbitkan koran ProNews bersama Irti Zamin Lubis, Almarhum Yun Edya Putra dan tiga orang rekan lainnya.

Tahun 2010 turut menerbitkan koran Pro Deteksi bersama Irti Zamin Lubis dan Almarhum Yun Edya Putra.

Tahun 2011 bergabung dengan Surat kabar umum Suara Keadilan, Jakarta kepunyaan Bapak Simson Sianipar dan bertahan nonstop hingga medio 2019.

Dan sejak November 2019 hingga sekarang bergabung dengan media online Topsumbar.co.id pimpinan/Owner Siti Rahmadani Hanifah atau akrab di sapa Hanny Tanjung.

Tulisan sejumlah nama tokoh pers Indonesia, seperti H. Rosihan Anwar, Goenawan Mohammad, Dahlan Iskan, Tribuana Said, Atmakusumah, Fikri Djufri, Sabam Siagian, Tribuana Said, atau banyak lagi, yang telah menorehkan nama mereka dalam sejarah pers nasional menjadi menu wajib untuk saya baca.

Begitu pun tulisan sejumlah nama wartawan kawakan yang bermukim di daerah, seperti Makmur Hendrik, Hasril Chaniago, Martias Pandoe, Kairul Jasmi, Eko Yanche Edrie, Yurnaldi dan banyak lagi lainnya.

Seiring sejalan, dalam melakoni profesi wartawan saya juga ikut bergabung dengan organisasi kewartawanan.

Tahun 2007 bergabung dengan Himpunan Insan Pers Independen (HIPI) anggota pengurus DPC HIPI Kota Padang Panjang.
Organisasi besutan Ketua Umum Bapak Irawadi ini tergolong unik. Bila kecenderungan organisasi skala nasional berpusat di Ibu kota negara, Jakarta. Maka HIPI justeru berpusat di Kota Padang.

Tahun 2010 bergabung dengan Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) sebuah organisasi pewarta warga atau citizen journalism. Kepengurusan DPC Kota Padang Panjang dan secara de facto pada tahun 2015 menjadi ketua DPC PPWI Kota Padang Panjang.

PPWI didirikan oleh Bapak Wilson Lalengke dengan sejumlah nama lainnya dan hingga sekarang Bapak Wilson Lalengke merupakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional PPWI.

Tahun 2019 memutuskan masuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan hingga sekarang memegang kartu keanggotaan PWI Sumatera Barat.

Begitu pun guna mendukung program Dewan Pers yang mewajibkan wartawan mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW), maka tahun 2019 saya telah pula ikut UKW dengan kompetensi wartawan muda.

Lantas apa yang didapat dari melakoni profesi wartawan? Sejujurnya saya dapat banyak. Terutama kepuasan batin bisa terus membaca dan belajar menulis.

HPN 2022

Hari ini tanggal 9 Februari sedang berlangsung kegiatan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2022 di kota Kendari, provinsi Sulawesi Tenggara. Hampir seluruh pesohor wartawan kawakan dan media terkemuka negeri ini berkumpul di sana.

Sebelumnya dua hari berturut-turut atau H-2 dan H-1 para senior wartawan merumuskan poin-poin penting pada kegiatan bertajuk Konvensi Nasional Media Massa.

Atal S Depari selaku Ketua umum PWI Pusat yang juga Penanggung jawab HPN 2022 mengatakan, konsep acara menekankan pada tiga tujuan penyelenggaraan HPN yaitu berkontribusi kepada pembangunan di daerah, menyuarakan kepentingan nasional, dan membahas isu-isu strategis terkait kehidupan pers nasional.

Isu strategis nasional antara lain diisi kegiatan pelepasliaran Anoa dan gerakan penanaman mangrove yang menjadi bagian komitmen Indonesia dalam G20.

“Terkait kepentingan daerah, kami sampaikan harapan agar daerah tetap diberi kewenangan perizinan pertambangan. Isu pers dibahas di acara konvensi dua hari, yaitu keberlanjutan media, publisher right, dan kedaulatan digital yang juga isu nasional,” jelas Atal S Depari dikutip dari laman kalbaronline.

Masih dari laman yang sama, disebutkan Hari Pers Nasional (HPN) merupakan peringatan yang dilaksanakan setiap tahun di Indonesia, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang didasarkan pada Keputusan Presiden nomor 5 tahun 1985.

Hari Pers Nasional awalnya merupakan salah satu butir keputusan Kongres ke-28 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kota Padang, Sumatera Barat pada tahun 1978. Keputusan itu berangkat dari kehendak masyarakat pers untuk menetapkan satu hari bersejarah untuk memperingati peran dan keberadaan pers secara nasional.

Pada sidang ke-21 Dewan Pers di Bandung tanggal 19 Februari 1981, kehendak tersebut disetujui oleh Dewan Pers untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah sekaligus menetapkan penyelenggaraan Hari Pers Nasional.

Empat tahun setelah itu, tepatnya pada tanggal 23 Januari 1985, Presiden Soeharto melalui Keputusan Presiden nomor 5 tahun 1985 menyatakan bahwa pers nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila.

Oleh karenanya, Dewan Pers kemudian menetapkan Hari Pers Nasional dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di ibu kota provinsi se-Indonesia.

Penyelenggaraannya dilaksanakan secara bersama antara komponen pers, masyarakat, dan pemerintah khususnya pemerintah daerah yang menjadi tempat penyelenggaraan.

Di mana, landasan ideal Hari Pers Nasional ialah sinergi. Sinergi antar komponen pers, antara komponen pers, masyarakat dan pemerintah, seperti tergambar pada untaian pita (umbul-umbul) yang membentuk huruf HPN.

Sedikitnya ada 40 rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Pers Nasional tahun 2022 ini, diantaranya konvensi media massa, seminar pariwisata bangkit, seminar energi dan pertambangan, seminar moneter dan fiskal, Workshop pendidikan jurnalistik, Diskusi Anugerah Jurnalistik Adinegoro, Klinik Penulisan Kebudayaan, bakti sosial dan lain-lain.

Seluruh kegiatan sebagian besar akan dipusatkan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Khusus untuk agenda kegiatan yang berlangsung tertutup di dalam ruangan Hotel, akan menggunakan format hybrid yakni kombinasi antara luring (offline) dan daring (online).

Agar masyarakat dan insan pers bisa mengikuti seluruh rangkaian acara HPN, terutama di acara puncak yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo, panitia akan menyiapkan siaran langsung melalui streaming di Youtube berbagai kanal.

Lantas apa makna momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) bagi saya? Sejujurnya HPN 2022 ini menjadi sesuatu yang spesial bagi saya karena tahun ini usia saya genap 50 tahun.

Dari sisi usia bisa dikatakan sudah masuk usia menua, namun dari sisi kewartawanan sejujurnya saya masih terus banyak belajar. Dan saya akan terus belajar hingga saatnya istirah yang siapa pun tidak bisa mengetahui kapan istirah itu tibanya.

“Dirgahayu HPN. Mari kita bersatu. Semoga pers Indonesia tetap hidup dan bertahan meskipun digempur pandemi Covid, iklan yang kian menurun, perkembangan teknologi yang mengubah pola masyarakat mengonsumsi informasi,” ujar Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun melalui catatannya yang telah dipublikasi, Selasa 8 Februari 2022.

“Selamat HUT ke 76 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Hari Pers Nasional (HPN) 2022, “Semoga Pers Kembali Pada Khittah Sebagai Lembaga Sosial !” tulis Kamsul Hasan, penulis produktif tentang hukum pers di gawai fb nya, Rabu 9 Februari 2022, pagi ini.

Kamsul Hasan merupakan Ketua Bidang Kompetensi PWI Pusat, Dosen IISIP, Jakarta dan Mantan Ketua PWI Jaya 2004-2014. Dan banyak lagi ucapan selamat HPN 2022 dari wartawan dan tokoh Pers negeri ini.

Terakhir, izinkan juga saya mengucapkan selamat HPN 2022. Semoga saya bisa terus membaca dan belajar menulis.

#Berusaha tetap di koridor 5W+1H/UU40/1999//KEJ/PPRA/PPRD
#SelamanyaBanggaDenganPersIndonesia
#JayalahTopsumbar

loading...