Angin Kencang di Tanah Datar : di Padang Laweh Malalo Pohon Tumbang Hambat Akses Jalan dan Timpa Warga

477

Angin kencang melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) sejak Rabu (31/03/2021) sore hingga Kamis (01/04/2021) dini hari.

Dilaporkan di Kabupaten Tanah Datar, angin kencang mengakibatkan  pohon tumbang dibeberapa lokasi, menghambat akses jalan dan bahkan menimpa warga.

Di Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, tepatnya di Jorong Tangah XX, dilaporkan pohon tumbang mengakibatkan akses jalan Nagari Sumpur ke Nagari Guguak Malalo terhambat tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat.

Kapolsek Batipuh Selatan, Ipda. Wadriadi, SH, sebagaimana dirilis Humas Polres Padang Panjang, Kamis, (01/04/2021) pagi, mengatakan angin yang bertiup kencang, sekitar pukul 22:00 WIB mengakibatkan akses jalan Nagari Sumpur ke Nagari Guguak Malalo terhambat tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat.

Segera setelah kejadian, sambung Ipda. Wadriadi, Satgas KSB (Kampung Siaga Bencana) Padang Laweh dan Guguak Malalo serta Masyarakat di sekitaran Jorong Tangah XX, Nagari Padang Laweh Malalo melakukan evakuasi pembersihan material pohon tumbang.

“Namun evakuasi pembersihan material pohon tumbang tersebut dihentikan karena cuaca tidak mendukung dan dilanjutkan esok hari (hari ini, Kamis – red),” sebutnya.

Kemudian, lanjutnya pada pukul 23.15 WIB angin kembali berhembus kencang yang mengakibatkan tiang listrik dan pohon tumbang lagi.

Pohon tumbang tersebut menimpa salah seorang warga masyarakat Jorong Tangah XX Nagari Padang Laweh Malalo Kec. Batipuh Selatan, Kab. Tanah Datar, Buyung Gadang (47),”

“Korban langsung di larikan ke IGD RSUD Padang Panjang, korban mengalami luka di bagian pipi sebelah kanan, pelipis dan kepala bagian belakang,” tutupnya.

Senada, Kepala BPBD Tanah Datar, Thamrin juga membenarkan kejadian yang sama

“Benar, pohon tumbang oleh angin kencang malam tadi, di Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan. Mengakibatkan menghambat akses jalan yang menghubungkan Nagari Sumpur ke Nagari Guguak Malalo. Pohon tumbang juga menimpa salah seorang warga setempat,” ujar Thamrin dihubungi Topsumbar.co.id.

Kemudian sebut Thamrin, laporan pohon tumbang juga terjadi di Ikua koto Pariangan, di atas simpang desa terindah, menutup akses jalan Batipuh – Batusangkar.

“Dilaporkan juga oohon tumbang dekat kumbang lama/babur, menutup akses Simpang Manunggal menuju terminal Dobok,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Padang Pariaman, Sakimin, S.Si dihubungi Topsumbar.co.id, mengatakan angin kencang yang nyaris melanda sebagian besar wilayah Sumbar disebabkan adanya belokan angin dan tekanan rendah di sebelah barat Sumatera bagian selatan dimana angin bertiup ke daratan yang lebih rendah.

“Sekarang masih musim penghujan dan akhir Maret dan awal April ini posisi matahari pas diatas Sumbar. Hal itu memicu pertumbuhan awan yang cukup tinggi dan banyak diatas wilayah Sumbar,” ucapnya.

Akibat pertumbuhan awan yang tinggi dan banyak itu, sebut Sakimin, kemudian membentuk awan columnimbus yang berpotensi mengakibatkan angin kencang, petir dan hujan lebat.

“Kemarin terpantau volume awan columnimbus cukup besar. Jadi sebelum terjadi hujan lebat, biasanya didahului angin kencang dan ada juga petir. Bahkan juga saat hujan lebat disertai angin kencang,” sebutnya.

Badan Meteorologi melalui peringatan dini, imbuh Sakimin, selalu meminta masyarakat waspada apabila melihat gumpalan awan hitam pekat menutupi permukaan langit.

“Awan hitam pekat yang menutupi permukaan langit itu berpotensi menimbulkan angin kecang, petir dan hujan lebat yang disertai angin kencang,” imbuhnya.

(AL)

loading...