Kepengurusan KONI Sawahlunto Periode 2024-2028, Masih Berbuntut Panjang, Nasib 600 Atlit Terancam

Pelantikan Pengurus KONI Sawahlunto pada Selasa, 5 Maret 2024 di DPRD Sawahlunto, jadi berbuntut panjang. (Insert: Spanduk pernyataan penolakan pengurus KONI yang telah dilantik).

TOPSUMBAR – Kepengurusan KONI Kota Sawahlunto Periode 2024-2028 baru saja di lantik pada hari Selasa, 5 Maret 2024 di aula ruang sidang DPRD Sawahlunto.

Pelantikan tersebut telah dilakukan oleh KONI Sumbar, namun masih berbuntut panjang.

Terdapat sejumlah spanduk yang menyatakan penolakan terhadap kepengurusan KONI yang baru tersebut.

Bacaan Lainnya

Sekitar 23 Cabor menyatakan bahwa kepengurusan KONI tersebut telah Cacat Hukum, hal tersebut diungkapkan pada tulisan spanduk yang tersebar di lokasi tersebut.

Forum Penyelamatan Olahraga Sawahlunto meminta untuk mengadakan Musyawarah Luar Biasa KONI Sawahlunto.

Hal ini disebabkan keprihatinannya terhadap kondisi perkembangan dunia olahraga pasca kisruh pemilihan Ketum  KONI Sawahlunto yang berlangsung pada 23 Desember 2023 yang lalu.

Salah satu penyebabnya yakni salah satu calon memaksakan dirinya untuk menjadi Ketum yang menyebabkan terpecahnya cabor di bawah binaan KONI.

Sedangkan saat menggelar Musorkot, telah terlihat adanya pelanggaran AD/ART KONI panpel dengan SK No. 6 Tahun 2023, yang menyatakan Ketua KONI Sawahlunto menggagalkan salah satu calon.

Kondisi tersebut semakin memburuk setelah munculnya SK KONI Provinsi No.55 tanggal 6 Februari 2024 Tentang Pengukuhan Kepengurusan KONI Sawahlunto Periode 2024-2028.

Ketua Forum Penyelamatan Olahraga Sawahlunto, Jhon Reflita yang juga Ketua Pengcab Pondasi Sawahlunto, menyatakan keprihatinannya dan merasa terpanggil selaku insan olahraga.

Sebagai seorang yang telah teruji loyalitasnya, Ia akan turut andil dalam menyelesaikan kisruh yang terjadi pada KONI tersebut.

“Dengan Forum Penyelamatan Olahraga Sawahlunto ini, kita akan mencoba untuk menyelesaikan permasalahan berdasarkan prosedur. Hal ini tentu berlandaskan pada AD/ART KONI yang telah ada,” ujarnya.

Sekitar 600 orang atlit Sawahlunto dari berbagai cabang nasibnya sedang terancam akibat kisruh tersebut.

Selain itu, adanya informasi mengenai Porprov Tingkat Sumbar dengan SK Gubernur No. 426-794-2023 tentang pembatalan dan penjadwalan ulang Porprov XVI telah dikeluarkan.

Sebelumnya, Porprov akan dilaksanakan pada tahun 2025 mendatang di Kota Solok.

“Jika kondisi ini tidak segera terselesaikan, maka Sawahlunto kemungkinan akan terancam untuk tidak ikut serta pada Porprov mendatang,” tambahnya.

“Kita berharap Pemko Sawahlunto dapat menjalankan fungsi dan wewenangnya berdasarkan UU No. 22 Tahun 2012 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, karena sebagai pembina di daerah, harus mengadakan mediasi dalam menyelesaikan konflik ini,” pungkasnya.

Menurutnya, Forum Penyelamatan Olahraga Sawahlunto telah mengeluarkan surat Mosi Tidak Percaya dari 23 Cabor Binaan KONI Sawahlunto.

Surat tersebut telah diberikan kepada Pj Wako Sawahlunto, Zefnihan yang meminta Pemda agar tidak melakukan pencairan anggaran KONI sebelum adanya penyelesaian melalui Musyawarah Luar Biasa.

Berikut hasil notulen rapat Forum Penyelamat Olahraga Kota Sawahlunto, Rabu 6 Maret 2024 :

  1. Pembentukan TIM 9 untuk mempersiapkan Musyorlub KONI kota Sawahlunto.
    Dengan Susunan Sbb:
    – Ketua : H. Jhon Reflita
    – Sekretaris : Renaldi
    – Anggota : Heru Aprioval , Jamhur, Fran Setia R, Almahdi, Hendra Idris, Ari Parmanto, Roynaldo
  2. Mempersiapkan & Membuat surat permintaan untuk mengadakan Musyorlub Koni dengan Tujuan Surat Ke Koni Sawahlunto dan Lampiran mosi tidak percaya & permintaan Musyoslub 23 Cabor (tembusan ke Koni Provinsi & Pj Walikota sawahlunto)
  3. Menyerahkan Surat dan tembusan Permintaan Musyorlub ke Koni Sawahlunto Pada hari Rabu tanggal 13 Maret 2024 mendatang.

Landasan:

  1. Proses pemilihan Pada Saat Musyorkot Koni Sawahlunto tidak sesuai Mekanisme & melanggar AD/ART Koni.
  2. SK ketua Koni yg menjadi Syarat dalam penjaringan calon ketua Koni pada saat Musyorkot berpotensi memecah belah olahraga di kota sawahlunto.
  3. Dengan terjadinya konflik tersebut di atas akan berdampak pada pembinaan olahraga & keikut sertaan 23 Cabor yg menolak Kepengurusan koni saat ini, pada event Porprov 2025 yang akan datang.

Berikuta daftar Cabor Binaan Koni Sawahlunto yang terpecah menjadi dua kubu pasca Musorkot 23 Desember 2023 lalu:

A. Pengcab Bersatu, Forum Penyelamatan Olahraga Sawahlunto:

  1. Pordasi (Jhon Reflita)
  2. Wushu (Ramon Liadi)
  3. PSSI (Edy Sofyan)
  4. Bridge (Dodi Febrizal)
  5. IMI (Frans Setia Ramadhani)
  6. PBVSI (Jhoni Warta)
  7. Percasi (Boy Purbadi)
  8. Kick Boxing (Renaldi Saputra)
  9. Muaythai (Dedi Syahendri)
  10. FAJI (Roynaldo)
  11. Kempo (Bagas P. Nasution)
  12. Taekwondo (Indra Gunadi)
  13. Gulat (Fauzan Hamid)
  14. ABTI (Heru Aprioval)
  15. Gate Ball (Idrayeni)
  16. Kricket (Taufik)
  17. Pertina (P. Juntak Simatupang)
  18. PELTI (Zamril Firdaus)
  19. PBFI (H. Jaswandi)
  20. Pabersi (Afridarman)
  21. PABSI (Syafwan Efendi)

B. Pengcab Bergabung Dengan Kepengurusan KONI saat ini:

  1. Kodrat (Ismed, SH)
  2. Esi (Haris Katama Ismed)
  3. Futsal (Marta Ittano)
  4. PASI (Anto Majid)
  5. PSTI (Aldefron)
  6. Persani (Asril Yang Yang)
  7. PRSI (Masril)
  8. IPSI (Dasrial Ery)
  9. Pentaque (Yopi Tilawati)
  10. Hockey (Ahmad Zaini)
  11. FORKI (Iwan Kurniawan)
  12. Perbasi (Afdhal/Adeng)
  13. Perserosi (Zilfiskuri)

C. Pengcab SK Mati:

  1. Fasi (Jamhur Sahur)
  2. Perpani (Mulyadi Tanjung)
  3. PBSI (Riyanda Putra)
  4. Perbakin (Kapolres Sawahlunto)
  5. Yong Moodo (Danramil)
  6. FPTI (Eka Wahyu)
  7. Drum Band (Neldaswenti)
  8. Soft Tenis (Ridwan)

(ROL)

Dapatkan update berita terbaru dari Topsumbar. Mari bergabung di Grup Telegram Topsumbar News Update, caranya klik link https://t.me/topsumbar kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Pos terkait