Kesuksesan Polri dalam Mencegah Teror Bom Selama Libur Nataru Dapat Apresiasi Hermawan Sulistyo

TOPSUMBAR – Peneliti senior dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Profesor Hermawan Sulistyo, memberikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas kinerjanya selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru).

Dalam apresiasinya, Hermawan mengacungi jempol terutama atas keberhasilan Polri dalam menjaga keamanan, khususnya dalam mencegah insiden teror bom yang selama ini menjadi ancaman potensial.

Hermawan Sulistyo menyatakan, “Aman-aman aja kan. Yang paling ekstrim kalau pengawasan libur Nataru itu ada bom atau tidak. Ukuran saya itu. Tapi kan tidak ada bom.”

Bacaan Lainnya

Peneliti senior tersebut menilai bahwa keberhasilan Polri dalam mengawasi libur Nataru terlihat dari ketiadaan insiden bom. Menurutnya, mencegah insiden bom jauh lebih sulit daripada menangkap pelakunya karena memerlukan deteksi dini yang akurat.

“Mencegah bom itu jauh lebih sulit daripada menangkap pelakunya karena harus ada deteksi dini, deteksi awal untuk supaya tidak sampai meletus terjadi. Karena udah bisa dideteksi sebelumnya, saya kira keberhasilan Polri di situ,” tuturnya.

Hermawan Sulistyo menggarisbawahi bahwa kemampuan prediktif Polri dalam mengantisipasi potensi ancaman bom sebelumnya telah berhasil, sejalan dengan tagline Polri, yakni POLRI PRESISI, yang menjadikan kemampuan prediksi sebagai salah satu prioritas utamanya.

“Kan Presisi itu yang pertama adalah kemampuan prediktif, kemampuan prediktifnya untuk mengantisipasi suatu kejahatan jangan sampai meledak. Jadi kalau ukurannya itu (tidak ada bom selama libur Nataru), ya sukses lah,” jelas Hermawan.

Lebih lanjut, Hermawan memberikan apresiasi atas kinerja Polri yang didukung oleh tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Kendati demikian, dia menyayangkan adanya gangguan dari dinamika politik yang kadang menciptakan ketegangan.

Menurutnya, salah satu faktor kesuksesan Polri adalah kepemimpinan Kapolri yang tenang dan tidak memprovokasi situasi yang sudah panas.

“Kalau kita lihat survei-survei tingkat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, itu tinggi, bahkan di seluruh dunia kita yang paling tinggi. Cuma kan keganggu aja dengan hiruk-pikuk politik ini,” ungkap Hermawan.

“Selain itu sih bagus lah. Mungkin karena Kapolrinya juga orangnya kan cool, nggak banyak komentar, nggak bikin hiruk pikuk tambah panas,” sambungnya.

(HR)

Pos terkait