Cuma 1 Jam dari Bukittinggi, Sudah Bisa Menikmati Keindahan Danau Singkarak dan Makan Ikan Bilih

Danau Singkarak (Foto: Sumbarprov)

Mitos Danau Singkarak

Tidak hanya terkenal karena keindahannya, Danau Singkarak juga menyimpan mitos yang masih lekat di kehidupan masyarakat setempat, dimana Danau Singkarak merupakan istana bagi mahluk-mahluk tak kasat mata, atau bangsa jin.

Dipercaya Danau Singkaran kerap kali meminta tumbal setiap hari raya Idul Adha, sehingga masyarakat memilih untuk tidak berwisata ke Danau Singkarak pada hari raya Idul Adha, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Karena penduduk setempat mempercayai bahwa yang akan menjadi tumbal tahunan pada hari raya Idul Adha ini adalah orang-orang yang berasal dari luar Danau Singkarak, atau pendatang.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Fakta dan Mitos Danau Singkarak, Ikan Bilih Hingga Minta Tumbal Setiap Tahun

Dikutip dari Piaman Explore, ada sebuah tragedi memilukan yang terjadi pada tahun 1970, dimana sebuah kapal yang ditumpangi oleh 12 orang wisatawan karam ditengah-tengah danau.

Seluruh Korban dikabarkan tidak selamat, sedangkan jasadnya baru ditemukan setelah penduduk setempat melakukan ritual, barulah jenazah ke 12 korban satu-persatu muncul ke permukaan.

Kendati demikian cerita-cerita terkait kecelakaan kapan ini juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya, sehingga cerita ini tidak dapat sepenuhnya dipercayai, akan tetapi sebagai seorang pendatang, hendaklah kita mematuhi kepercayaan-kepercayaan yang dipegang teguh oleh masyarakat, karena hal ini bukan tanpa alasan.

Selain itu masyarakat setempat mempercayai bahwa ada semacam terowongan bawah danau sepanjang 100 Km yang menghubungkan Danau Singkarak dengan Danau Maninjau.

Anggapa ini diperkuat dengan sebuah cerita yang mengatakan bahwa ikan Bilih yang diketahui habitat alaminya adalah di Danau Singkarak malah ditemukan di Danau Maninjau.

Ikan Bilih sebagai Ikon Kuliner di Danau Singkarak

Selain mitos-mitos tentang mahluk tak kasat mata, Danau Singkarak juga menjadi habitat dari ikan air tawar yang memiliki nama ilmiah Mystacoleucus padangensis atau yang lebih sering disebut Bilis, Bilih atau Bako.

Ikan Bilih Danau Singkarak (foto: Topsumbar.co.id)
Ikan Bilih Danau Singkarak (foto: Topsumbar.co.id)

Ikan Bilis konon hanya ditemukan di perairan Danau Singkarak, dimana ikan ini memiliki ukuran yang unik, jika dibandingkan dengan ikan-ikan lainnya.

Ikan ini berukuran lebih besar dibandingkan dengan ikan teri, dan jauh lebih kecil apabila dibandingkan dengan ikan-ikan air tawar lainnya. Susunan sisik yang tidak biasa menjadikan ikan Bilis ini berbeda.

Memiliki rasa yang gurih dan lezat, ikan Bilis ini berhasil menjadi pilihan utama para perantau yang singgah ke Danau Singkarak. Ikan Bilis yang belum diolah memiliki aroma amis yang sangat kuat.

Pos terkait