Sikap Orang Mukmin Menyambut Pergantian Tahun Masehi 2023

Amri Zakar Mangkuto Malin, SH, M.Kn

Oleh: Amri Zakar Mangkuto Malin, SH, M.Kn

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد
قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Pembaca Topsumbar.co.id yang setia, dengan keimanan dan senantiasa merindukan kebenaran senantiasa tersampaikan ketika ada yang menggantinya dengan kesalahan dan menyembunyikan dibalik penampilan dan jabatan serta kepopuleran.

Bacaan Lainnya

Kita akan meninggalkan tahun 2022 Masehi dan akan masuk ke tahun 2023 Masehi, lantas peristiwa apa yang akan terjadi ketika pergantian tahun ke 2023? Dan sikap apa yang akan dilakukan serta rencana apa yang sudah disusun untuk pergantian tahun masehi?

Karena dalam islam, SEGALA SESUATU TERGANTUNG NIAT.sebagaimana hadist: “Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR Bukhari dan Muslim).

*SIKAP ORANG MUKMIN TERHADAP PERGANTIAN TAHUN MASEHI*

Pertama

KETAHUILAH SEJARAH TAHUN MASEHI DAN TAHUN HIJRIYAH
Sejarah Penanggalan MASEHI

Menurut https://www.kompas.com, Pengertian kalender Masehi Kalender Masehi atau Anno Domini adalah sebutan untuk penanggalan atau penomoran tahun dalam kalender Julian dan Gregorian. Penghitungan tanggal dan bulan mengambil KALENDER BANGSA ROMAWI ATAU KALENDER JULIAN.

Kalender ini telah dipakai sejak 45 SM (Sebelum Masehi). Bangsa Romawi hanya menetapkan tahun 1 untuk permulaan era ini. Perhitungan tanggal dan bulan kemudian disempurnakan pada 1852, menjadi kalender Gregorian.

Perhitungan kalender Masehi (Syamsiah) Perhitungan kalender Masehi atau Syamsiah didasarkan pada WAKTU PEREDARAN BUMI MENGELILINGI MATAHARI. Bumi memerlukan waktu 365 ¼ hari. Sementara atu tahun dalam kalender Masehi adalah 365 hari. JUMLAH BULAN KALENDER MASEHI ADA 12 BULAN.

Jika dicermati, ada ketidak sesuaian jumlah hari dalam satu tahun dengan lama revolusi Bumi, karena tersisa ¼ hari. Agar sesuai dengan lamanya peredaran Bumi mengelilingi matahari, tiap 4 tahun sekali jumlah hari dalam bulan Februari ditambah satu, menjadi 29 hari. Jika tahun tersebut memiliki jumlah hari 366, tahun tersebut dinamakan tahun kabisat. Adalah tahun yang jumlah harinya 366 hari.

Sedangkan NAMA NAMA BULAN MASEHI menurut https://www.idntimes.com, terambil dari nama nama dewa dan pemimpin yang dianggap berpengaruh dimasa itu, yaitu:
Januari atau January diambil dari nama Dewa Janus, dewa bangsa Romawi Kuno yang dianggap sebagai dewa gerbang akan sesuatu yang baru.

Februari atau February adalah satu-satunya bulan yang memiliki hari kabisat dan sudah ada dalam kalender Romawi pada 713 Sebelum Masehi. Nama ini diambil dari kata Februarius (Februum) yang artinya penyucian.

Bulan Maret atau March terinspirasi dari Dewa Mars, yakni dewa perang dalam mitologi Romawi Kuno.

April juga diambil dari bahasa Romawi – Aprilis – yang maksudnya adalah bulan kedua dalam tahun Romawi.

Mei atau May lagi-lagi terinspirasi dari nama Dewa Romawi, yakni Maia alias dewa penyubur dan pengawas pertumbuhan tanaman di Bumi. Dalam bahasa Latin diartikan sebagai Maiores yang meksudnya tetua (merujuk pada dewa).

Bulan Juni atau June terinspirasi dari kata Juno, nama yang diberikan kepada dewi bangsa Romawi yang dianggap genius dan kuat layaknya laki-laki.

Bulan Juli atau July bukan diambil dari nama dewa, melainkan dari nama tokoh besar Romawi, yakni Julius Caesar.

Bulan Agustus atau August digunakan untuk menghormati Kaisar Romawi Augustus dan digunakan sejak tahun 60 Sebelum Masehi.

September diambil dari bahasa Latin Septem yang artinya ketujuh. Hal ini merujuk pada kalender Romawi Kuno sebelum era Julius Caesar.

Oktober juga berasal dari kata Latin Octo yang berarti delapan. Sebelum Gregorian resmi dijadikan penanggalan dunia.

November berarti Novem atau Sembilan sebagai Penanggalan Romawi Kuno.

Desember juga berasal dari kata Latin Decem yang artinya sepuluh. Bulan Desember inilah Romawi juga merayakan Saturnalia sebagai penghormatan terhadap dewa dewi mereka.

*SEJARAH TAHUN HIJRIYAH*

Kalender Hijriyah adalah sistem penanggalan yang dibuat oleh umat Islam pada abad ke-7. Sistehttps://www.kompas.com.

Kalender dalam Islam ini diprakarsai oleh Umar bin Khattab, yang kemudian digunakan oleh umat muslim dan negara-negara Islam, yakni 17 tahun setelah hijrahnya Rasulullah SAW.

Penamaan “hijriah” diambil dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah pada 622 Masehi, yang kemudian ditetapkan sebagai dimulainya perhitungan tahun Hijriah.

Maka dengan dua sejarah tersebut kepada orang mukmin akan mengikuti yang mana? Karena konsekuensi mengikuti suatu akan menjadikan kita menjadi BAGIAN DARI KAUM TERSEBUT, sebagaimana hadist:

وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: “مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ.” أَخْرَجَهُ أَبُوْ دَاوُدَ، وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّان.
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu Ta’āla ‘anhumā ia berkata: “Rasulullah  bersabda, ‘Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut’.” ((HR. Abū Dāwūd).

Pada hadist lain Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad).

Kedua

MESTI DIINGAT BAHWA ORANG ISLAM AKAN MENGIKUTI JEJAK UMAT TERDAHULU HINGGA MEREKA MENINGGALKAN KEYAKINAN ISLAMNYA.
Dalam hadist disebutkan bahwa:.  “Sungguh kalian akan benar-benar mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhabb (sejenis kadal yang hidup di padang pasir), niscaya kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah YAHUDI DAN NASRANI?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (( HR. Bukhori dan Muslim).

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti PERSIA DAN ROMAWI?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“ (HR. Bukhari).

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah YAHUDI DAN NASHRANI?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim).

Dengan peringatan di atas mesti bersikap HATI HATI Jangan sampai karena kegiatan pergantian tahun MENGIKUTI KEBIASAAN ORANG ROMAWI, ORANG PERSIA, ORANG YAHUDI DAN ORANG NASRANI karena kegiatan pergantian tahun tersebut adalah produk dan kegiatan mereka.

Ketiga

PERINGATAN RASULULLAH SAW BAHWA BUKAN TERMASUK UMATKU ORANG YANG MENYERUPAI PERILAKU SELAIN SUNNAH

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا
“Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” (HR. Tirmidzi).

Karena Alloh SWT sudah bersumpah dalam alquran bahwa:
وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kalian hingga kalian mengikuti agama mereka.” (al-Baqarah: 120).

Sehingga di ayat lain Alloh SWT memberi PERINGATAN KERAS kepada orang mukmin yaitu: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin (teman dekat kalian); sebagian mereka adalah pemimpin (teman dekat) bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kalian menjadikan mereka menjadi pemimpin (teman dekat), maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (al-Maidah: 51).

Keempat

PERLU DIINGAT DILARANG MENGIKUTI SUATU YANG TIDAK ADA MANFAAT DAN TIDAK DIKETAHUI SALAH DAN BENARNYA
Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” [HR. Tirmidzi).

Dan dalam alquran Alloh SWT tegaskan bahwa:” Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS.Al-Isra’:36).

*PERGANTIAN TAHUN SEBAGAI SUATU BUDAYA DAN TRADISI*

Apabila diniatkan pergantian tahun sebagai suatu urusan dunia sebagai kebiasaan masyarakat suatu hal yang menimbulkan polemik, sebab dalam pergantian tahun tersebut ada muatan kebiasaan kaum yang berbeda aqidah, sehingga jika dijadikan sebagai budaya maka tergolong MEGIKUTI KEBIASAAN mereka.

Karena segala perkataan dan perbuatan yang diniatkan UNTUK PERGANTIAN TAHUN akan dimintai PERTANGGUNGJAWABAN, dan alangkah meruginya nanti di hari kiamat, ketika ditanya tentang kenapa IKUT-IKUTAN MERAYAKAN DAN MENYAMBUT TAHUN BARU 2023 M?

Sehingga semestinya TIDAK ADA KEGIATAN APAPUN untuk menyambut pergantian tahun ke 2023, ketika mengadakan pengajian atau kegiatan peringatan dll itu perbuatan yang TIDAK ADA SURUHAN, atau kegiatan peringatan dalam bentuk permainan dll adalah kegiatan dunia, yang dapat menjadikan MENGIKUTI KEBIASAAN SUATU KAUM…?

Maka dengan pergantian tahun masehi ke 2023 ini hendaklah orang mukmin mempunyai PENGETAHUAN DAN ILMU yang cukup untuk BERSIKAP ketika menghadapi PERGANTIAN TAHUN, jangan sampai melakukan kegiatan yang MENYERUPAI UMAT SELAIN UMAT NABI MUHAMMAD SAW karena ada konsekuensi jika MENGIKUTI KEBIASAAN ORANG MAKA DIA KAUM ITU, artinya akan keluar dari umat Nabi Muhammad SAW dan JANGAN MENGIKUTI SUATU YANG TIDAK DIKETAHUI.

NUUN WALQOLAMI WAMA YASTHURUN.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

(Sukabumi, Sabtu, 31 Desember 2022)

Penulis merupakan seorang pendakwah, dosen, penulis buku dan praktisi hukum

Pos terkait