Menu

Mode Gelap
Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, Kejari Sijunjung Gelar Jalan Santai Unit Kerja Kantor Imigrasi Dharmasraya Akan Dibentuk, Sutan Riska : Urus Paspor Tak Perlu ke Luar Daerah Padang Kembali Cari Wali Kota Cilik Bersama Mentari Meraih Mimpi Menuju Indonesia Emas 2045 Wagub Sumbar: Pelaku UMKM Harus Go Digital Untuk Hadapi Tantangan Global

Sumatera Barat · 10 Apr 2022 04:51 WIB ·

Dr. Hary Effendy: Indonesia Sekarang Sedang Cacat Demokrasi


 Dr. Hary Effendy: Indonesia Sekarang Sedang Cacat Demokrasi Perbesar

Top Sumbar – Dewan pakar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Sumatera Barat Dr. Hary Effendi Iskandar SS, MA membeberkan Demokrasi Indonesia sekarang sedang cacat.

Hary mengatakan hal ini pada Sabtu (09/042022) saat menghadiri Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tema “Apa Kabar Demokrasi Hari ini dan Peran Media Massa” di D’dhave Hotel, Siteba, Kota Padang, Sumatera Barat.

“Demokrasi kita sekarang dan media massa, seperti yang telah kita ketahui bahwa dari banyak survei dan kajian-kajian dari banyak riset bahwa demokrasi kita cacat. Hal ini disebabkan elektoral demokrasi Indonesia tidak bisa memberikan pemimpin yang bisa memberikan kesejahteraan pada rakyatnya dan memberi solusi bagi rakyat Indonesia sekarang, contohnya saja harga minyak yang begitu melambung membuat resah semua masyarakat Indonesia seharusnya pemerintah dapat menciptakan suasana nyaman bagi masayarakat di tengah krisis ekonomi yang luar biasa sulitnya seperti sekarang ini,” kata Hary.

Lanjutnya, ada sebagaian pejabat negara yang hobi membuat kegaduhan pemimpin, seperti soal pemilu yang di tunda, soal jabatan yang tiga periode. Pembatasan dalam jabatan itu ada batas maksimumnya ada dua periode saja karena sudah panjang dalam kehidupan sejarah bangsa Indonesia ini jabatan yang tidak di batasi itu cenderung tidak membuka peluang tumbuh kembangnya bangsa Indonesia, tertutup dan otoriter.

Hary merasa miris dengan demokrasi Indonesia sekarang yang mana demi kepentingan politik tertentu rela memanfaatkan situasi kriisi seperti zaman sekarang untuk membut gaduh, “Saya merasa sangat sedih melihat fenomena dimana para pejabat banyak memanfaatkan situasi krisis menjadi sebuah batu loncatan untuk memenuhi hasratnya,” ucapnya.

Media pada saat ini sangat berperan penting karena medialah yang mampu memberikan contoh, melakukan control pada pemerintah yang sedang berjalan. Hary mengatakan bahwa pemerintah tidak hanya menjajah kebebasan pers saja tetapi juga memandirikan pers. Banyak sekarang media pers yang seharusnya penyambung lidah masyarakat sekarang sudah menjadi penyambung lidah para pejabat.

“Saya harap pemerintah tidak hanya sekedar memberikan kebebasan berwacana, mengkritik tetapi juga memikirkan bagaimana insan-insan pers juga berjaya,” tutupnya.

(Zulis)

Hits: 0

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Cuaca Sumbar 25-27 September, Ini Prakiraan BMKG Stasiun Minangkabau

25 September 2022 - 14:12 WIB

HUT Lantas Ke-67, Kapolda Sumbar: Jajaran Lalu Lintas adalah Miniatur Tugas Pokok Polri

23 September 2022 - 08:35 WIB

Pembagian BLT Ricuh, Lisda Hendrajoni: Pemerintah Harus Carikan Solusi, Jangan jadikan tontonan

22 September 2022 - 15:11 WIB

Polda Sumbar Salurkan 5000 Paket Bansos Kepada Komunitas Ojek, Angkot dan Betor

21 September 2022 - 12:42 WIB

Gubernur Mahyeldi Sampaikan Amanah Menhub Soal Keselamatan Transportasi

19 September 2022 - 10:57 WIB

Gubernur Sumbar Jalan Kaki Tembus Hutan Sepanjang 11 KM, Tinjau Jalan Alternatif Malalak – Maninjau

18 September 2022 - 19:32 WIB

Trending di Sumatera Barat