Menu

Mode Gelap
Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, Kejari Sijunjung Gelar Jalan Santai Unit Kerja Kantor Imigrasi Dharmasraya Akan Dibentuk, Sutan Riska : Urus Paspor Tak Perlu ke Luar Daerah Padang Kembali Cari Wali Kota Cilik Bersama Mentari Meraih Mimpi Menuju Indonesia Emas 2045 Wagub Sumbar: Pelaku UMKM Harus Go Digital Untuk Hadapi Tantangan Global

Sijunjung · 18 Mar 2022 13:47 WIB ·

BPJS Ketenagakerjaan Penandatanganan Kerjasama Dengan Pemda Sijunjung


 BPJS Ketenagakerjaan Penandatanganan Kerjasama Dengan Pemda Sijunjung Perbesar

Sijunjung | Top Sumbar – BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan melakukan penandatanganan kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung dalam rangka perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja mandiri/sektor informal di Muaro Sijunjung pada Kamis (17/3).

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh Sugeng Pamular selaku Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sijunjung bersama dengan Ferama Putri selaku Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok.

Penandatangan kerjasama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Pemda Sijunjung ini disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung Zefnihan.

“Dengan adanya jaminan sosial, semoga masyarakat kita lebih nyaman dalam beraktifitas sehari-hari” demikian disampaikan Sekdakab Sijunjung, Zefnihan, menjawab pertanyaan topsumbar.co.id

“Kita berharap kerjasama ini berkelanjutan karena akan berdampak terhadap perlindungan sosial bagi masyarakat kita” demikian Sekdakab Sijunjung, Zefnihan, yang juga merupakan doktor lulusan UNP ini menutup wawancara.

Jaminan sosial ketenagakerjaan bagi tenaga kerja mandiri/informal yang dikenal dengan istilah BPU (Bukan Penerima Upah) di Kabupaten Sijunjung ini meliputi tenaga kerja sektor pertanian dan sektor keagamaan.

Petani sebagai pelaku utama di sektor pertanian yang mengabdikan dirinya untuk ketersediaan pangan sebagai kebutuhan primer (utama) bagi jasmani manusia sudah selayaknyalah memperoleh perlindungan sosial dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari selaku petani karena rentan terhadap resiko.

Demikian juga dengan mubaligh, imam, khatib, gharin serta guru ngaji yang mengabdikan dirinya pada sektor keagamaan sebagai kebutuhan rohani manusia sudah selayaknya juga mendapatkan perlindungan sosial.

“Kabupaten Sijunjung telah berinovasi selangkah lebih dahulu dalam melindungi tenaga kerja” demikian disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok Ferama Putri dalam eksposnya pada Kamis (10/2) lalu di Kantor Bupati Sijunjung.

“Kita sampaikan apresiasi kepada Kabupaten Sijunjung yang telah memberikan anggaran untuk pekerja BPU (Bukan Penerima Upah) sehingga memperoleh perlindungan dari BPJS Kenenagakerjaan” ungkap Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok Ferama Putri kala itu.

BPJS Ketenagakerjaan yang dulunya dikenal dengan JAMSOSTEK saat ini memiliki 5 program unggulan bagi tenaga kerja PU (Penerima Upah), sementara bagi tenaga kerja BPU (Bukan Penerima Upah) yaitu 2 program, yaitu JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM (Jaminan Kematian).

(Gun)

Hits: 8

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Forikan Sijunjung Juara 2 Tingkat Propinsi Sumbar

28 September 2022 - 16:14 WIB

Kolaborasi UIN Mahmud Yunus Batusangkar dengan Geopark Ranah Minang Silokek

27 September 2022 - 21:33 WIB

Pemkab Sijunjung MoU dengan PT. Semen Padang

27 September 2022 - 06:20 WIB

Gubernur Sumbar: Mudah-Mudahan Masjid Baitul Makmur Menjadi Contoh Kekompakan

27 September 2022 - 06:18 WIB

Tim UPP Saber Pungli Sosialisasi Di Tanjung Ampalu

21 September 2022 - 07:54 WIB

Hanya Di Sijunjung, Ombudsman Puji Forum Pelayanan Publik

20 September 2022 - 10:16 WIB

Trending di Sijunjung