Gubernur Paparkan Pengembangan Ekonomi dan Lembaga Keuangan Syariah di Sumbar

Falsafah Adat Basandi Syarak – Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), potensi zakat dan wakaf yang besar, serta ditunjuknya sebagai pilot project wakaf secara nasional menjadi modal dasar Sumatera Barat untuk serius dalam pengembangan ekonomi syariah sejak satu dekade terakhir.

Demikian disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, selaku narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) ke-3 Anggota Legislatif dan pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) di ZHM Premiere Hotel, Padang, Selasa (22/2/2022).

Mengusung tema Pengembangan Ekonomi dan Lembaga Keuangan Syariah di Sumbar, gubernur memaparkan berbagai program yang telah dilakukan untuk mengembangkan perekonomian syariah bahkan sejak menjabat Wakil Walikota Padang, sejak 2010 silam.

Bacaan Lainnya

Potensi keuangan syariah menurut gubernur sangat besar di Sumbar, dan Sumbagut. Khususnya di Sumbar, pengembangan ekonomi Islam ini didukung juga dengan konversi bank daerah menjadi bank syariah sekaligus ditunjuk menjadi bank wakaf.

“Kita sudah memulainya sejak 2010 lalu ketika saya sebagai wakil walikota dengan mendirikan koperasi keuangan syariah di 104 kelurahan di Kota Padang. Saat ini asetnya sudah mencapai Rp500 miliar.
Sekarang kita coba potensi ini di kabupaten dan kota di Sumbar. Apalagi pengembangan keuangan syariah ini merupakan keinginan kuat dari Presiden RI selaku Ketua Komite Nasional Keuangan Syariah,” ujar Gubernur Mahyeldi.

Program yang sedang digiatkan saat ini lanjut gubernur adalah pengembangan lembaga wakaf dan zakat di nagari-nagari yang ada di Sumbar, mengoptimalkan potensi para perantau dan menggiatkan gerakan Minangkabau Berwakaf.

Paparan dari gubernur ini disambut antusias peserta bimtek dengan menanggapi dan menanyakan berbagai hal terkait materi yang disampaikan. Bahkan tidak sedikit peserta yang mengaku tertarik untuk melakukan pengembangan ekonomi syariah di daerahnya.(doa/MMC)

Dinas Kominfotik Sumbar

Pos terkait