Gubernur dan BNPB Kunjungi Sejumlah Tempat Karantina PDP Covid-19 di Sumbar

Pointer hasil kunjungan Gubernur ke Bapelkes Padang, RS. Unand, BPSDM Provinsi Sumatera Barat sebagai tempat karantina, RS. SPH dan Laboratorium FK Unand.

Gubernur Sumbar (Irwan Prayitno) melakukan kunjungan bersama Staf Khusus BNPB RI (Marsekal Pertama Emanuel) ke beberapa fasilitas yang telah dipersiapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam penanganan penyebaran Covid-19.

Dalam kunjungan ke Bapelkes, Gubernur Sumbar (Irwan Prayitno) menyebutkan bahwa Bapelkes Padang dikhususkan untuk menerima pasien positif ringan. Total tempat tidur sebanyak 24 buah, sudah di isi sebanyak 20 orang, dengan keterangan 3 (tiga) orang sudah sembuh, 1 (satu) orang hasil tes negatif dan 16 orang dalam perawatan. dan kegiatan yang dapat dilakukan pasien sehari-hari yaitu seperti berjemur, senam dan konseling.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, dalam kunjungan ke RS. Unand. Direktur RS. Unand (Dr. Yevri Zulfiqar) melaporkan, fasilitas penanganan pasien Covid-19 terletak di basement dengan ketersediaan kamar sebanyak 12 buah dengan keterangan 5 (lima) kamar untuk PDP Positif dan 7 (tujuh) kamar untuk PDP. Sejauh ini RS Unand telah memeriksa pasien ODP sebanyak 51 orang, dan pasien PDP 14 orang. Pasien PDP Positif yang sedang diisolasi sekarang sebanyak 4 (empat) orang. Permasalahan sekarang RS. Unand berharap dapat mengembangkan ruang operasi dan diharapkan dapat menjadi rujukan untuk membantu penanganan pasien yang memperlukan tindakan operasi selain fasilitas ruang operasi yang ada di RS. M. Djamil. Selain itu, RS. Unand juga menjadi RS yang mengadakan pelatihan SWAP test bagi tenaga medis.

Kunjungan di Laboratorium FK. Unand Gubernur Sumbar menyampaikan, RS. Unand memiliki sarana penunjang penangan yaitu 3 (tiga) mesin PCR yang dapat memeriksa maksimal 480 spesimen per hari dengan 4 (empat) kali tahapan dengan target minimal 200 spesimen per harinya.

Terkait hal tersebut, Provinsi Sumatera Barat juga akan mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat melalui BNPB RI untuk membuat mesin ekstraksi robotik (automatic spin column extraction) yang berfungsi untuk mendekteksi spesimen terjangkit atau tidak Covid-19. Dengan adanya penambahan mesin tersebut Provinsi Sumatera Barat dapat memproses sampai dengan 700 spesimen dalam satu hari. Dengan kemampuan tersebut, Provinsi Sumatera Barat diharapkan dapat membantu provinsi tetangga dalam pemeriksaan spesimen Covid-19.

Staf khusus BNPB RI (Emmanuel S.) menyebutkan, dari 9 (sembilan) provinsi yang dikunjungi Provinsi Sumatera Barat telah melakukan terobosan yang luar biasa secara masif dalam penanganan penyebaran Covid-19. Salah satunya Provinsi Sumatera Barat juga dapat membantu provinsi tetangga dalam mengidentifikasi status ODP yang terjangkit. Provinsi Sumatera Barat tidak hanya melibatkan rumah sakit saja untuk penanganan Covid-19 tetapi juga menyediakan tempat karantina sebanyak 9 (sembilan) tempat yang sudah beroperasi dan tersebar di kabupaten kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat dan beberapa tempat tambahan apabila tempat karantina yang ada sudah penuh. Oleh karena itu, kunjungan ini akan kami buatkan laporannya dan akan kami himpun kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh Provinsi Sumatera Barat dan memprosesnya di pusat.

Dalam kesempatan ini, Kepala Lab. FK Unand (dr. Andani) juga menyampaikan ada kebahagiaan tersendiri ketika menemukan hasil pemeriksaan atau uji spesimen yang memperlihatkan jumlah spesimen yang positif. Alasannya yaitu, temuan spesimen positif tersebut selain berasal dari orang yang PDP, juga ditemukan pada orang yang berstatus ODP dan OTG, dan otomatis kita dapat melakukan tracking secara masif siapa saja orang yang bertemu dengan orang memiliki spesimen positif tersebut.

BIRO HUMAS SETDA SUMBAR

Pos terkait