75 Persen Anggota Organisasi Di Sumbar Terindikasi LGBT

556

Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Nasrul Abit dalam acara Rapat Koordinasi Organisasi Wanita Sumatera Barat

PADANG, TOP SUMBAR — Organisasi wanita bisa menjadi ujung tombak dalam pemberantasan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Sumatera Barat. Pasalnya, kaum wanita memiliki peran besar dalam keluarga.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat ketika membuka Rapat Koordinasi Organisasi Wanita Sumatera Barat di Hotel Grand Zuri Kota Padang, Rabu (14/3).

“Sebagai ibu, memiliki tanggungjawab mendidik anak-anak. Sebab, kalau keluarga kuat, maka LGBT tidak akan bisa masuk,” kata Nasrul Abit.

Untuk itu, dilanjutkan Nasrul Abit, mengatasi persoalan LGBT, dibutuhkan penguatan fungsi organisasi wanita di Sumatera Barat. Apalagi saat ini LGBT sudah marak di Sumatera Barat dan masuk dalam semua lini. Mulai dari pelajar, orang dewasa, pria atau wanita sudah banyak terindikasi terlibat LGBT.

“Bahkan, ada dalam satu wadah organisasi yang anggotanya hampir 75 persen terindikasi LGBT,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nasrul Abit mengatakan, untuk organisasi itu pihaknya akan melakukan evaluasi, dan minta pertimbangan kepala Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Majlis Ulama Indonesia (MUI) dan instansi terkait, apakah akan dibubarkan atau dibersihkan saja oknum-oknum yang ada didalamnya.

“Untuk membubarkannya tentu banyak pertimbangan. Kita akan minta masukan dari LKAAM, MUI dan lainnya. Apalagi, organisasi ini terkait dengan pusat. Oknum-oknum yang terlibat LGBT di dalamnya, itulah yang harus kita bersihkan,” tegasnya. (Syafri)

loading...