Keunikan Tari Piring dan Atraksi Melompat di Atas Pecahan Beling yang Dianggap Magic

Keunikan Tari Piring dan Atraksi Melompat di Atas Pecahan Beling yang Dianggap Magic. (Foto: Topsumbar.co.id)
Keunikan Tari Piring dan Atraksi Melompat di Atas Pecahan Beling yang Dianggap Magic. (Foto: Topsumbar.co.id)

TOPSUMBAR – Tari Piring merupakan tarian tradisional dari Minangkabau Provinsi Sumatera Barat yang menampilkan atraksi tarian menggunakan piring. Tari ini dipopulerkan oleh Huriah Adam. Saat ini, tari piring dipertunjukkan saat acara pernikahan, juga untuk penyambutan tamu terhormat atau pembukaan upacara adat.

Namun ada yang lebih menarik saat penari melakukan atraksi tarian ini, dimana dalam akhir tarian kerap ditampilkan atraksi menginjak pecahan kaca (beling). Dalam tarian menginjak beling tersebut, penari tetap tersenyum dan melanjutkan tariannya, bahkan kaki penari tidak ada terluka sedikitpun.

Tarian seperti ini dianggap luas biasa, sebab penari melompat-lompat ria sambil tersenyum di atas pecahan kaca yang telah disediakan. Tak terlihat darah sedikit pun yang memancar di telapak kaki mereka.

Bacaan Lainnya

Selain menampilkan kesenian tari juga dicampur dengan atraksi yang dianggap berbahaya namun penari tidak luka sedikitpun. Tidak jarang masyarakat mempercayai bahwa tarian ini dicampurkan dengan hal-hal magic, dalam bahasa Minangkabau dikenal dengan istilah memakai urang aluih.

BACA JUGA : Tarian Tradisional Sumatera Barat: Keajaiban dalam Gerakan Budaya

Padahal mereka menginjak piring tersebut dengan telapak kaki telanjang, alias tidak menggunakan alas kaki. Bahkan mereka juga memegang dua piring sambil menari dengan riang gembiranya. Kedua piring yang dipegang itu juga tampak melekat di tangan penari, padahal tidak menggunakan lem sedikit pun.

Tak ayal, para penari juga kerap membolak-balikkan piring dengan lincahnya tanpa menjatuhkan piring tersebut dari tangannya. Lantas, mengapa bisa demikian? Inilah uniknya tari piring, budaya Minangkabau yang mencuri perhatian wisatawan.

Pos terkait