Gunung Talang: Keindahan, Misteri, dan Mitos di Ketinggian 2.597 Mdpl

Gunung Talang (Foto : Dokumen TOPSUMBAR)
Gunung Talang (Foto : Dokumen TOPSUMBAR)

Menurut catatan sejarah yang dikutip dari Jurnal Geologi Indonesia Vol. 5 dan Effendi (1990), Gunung Talang telah mengalami sejumlah letusan besar dalam sejarahnya. Letusan ini tercatat terjadi pada tahun 1833, 1843, 1845, dan 1883. Selain itu, terdapat peningkatan aktivitas vulkanik yang tercatat setelah letusan tahun 1883, termasuk letusan-letusan pada tahun 1963, 1967, 1972, 1980, 1981, 2001, 2003, 2005, 2006, dan 2007.

Sejarah vulkanik yang kaya dan aktivitas letusan yang berkelanjutan menjadikan Gunung Talang sebagai salah satu objek studi penting dalam pemahaman tentang geologi dan mitigasi bencana di Indonesia.

Pantangan dan Larangan di Gunung Talang: Dari Harimau hingga Telur

Gunung Talang memang dikenal memiliki keindahan yang memukau dan pesona tersendiri bagi para pendaki. Namun sama seperti gunung lainnya, Gunung Talang juga kerap kali dihiasi oleh berbagai kisah misteri dan legenda-legenda yang santer dikabarkan dari mulut ke mulut.

Bacaan Lainnya

Puncak Gunung Talang memang tidak terlalu tinggi, sehingga cocok untuk pendaki pemula, jalurnya yang beragam juga membuat gunung ini menarik untuk para pendaki pemula.

Keindahan yang disuguhkan dari puncak Gunung Talang memang tiada duanya, layout dari tiga danau dan kebun teh yang indah menjadi suguhan pemandangan yang diburu oleh para penikmat alam.

Tidak hanya dihiasi keindahan yang menyejukkan, Gunung Talang juga memiliki sebuah hutan yang kandas akibat erupsi gunung pada tahun 2007, dimana tempat ini seringkali menjadi lokasi istirahat para pendaki dan titik untuk berswafoto.

Gunung Talang juga memiliki berbagai pantangan dan mitos yang tidak boleh dilanggar. Contohnya selama berada di Gunung Talang dilarang mengucapkan kata “harimau” atau “ingia”.

Kalimat ini diyakini sebagai himbauan yang menyebabkan harimau akan muncul atau merasa dipanggil. selain itu, larangan membawa telur ke puncak Gunung Talang karena dianggap menjadi pemicu datangnya mahluk halus atau jin penunggu gunung.

Berteriak atau bersuara keras di area perkemahan Gunung Talang dipercaya oleh para pendaki dan masyarakat dapat menyebabkan munculnya kabut tebal dengan tiba-tiba.

Sedangkan pada awal tahun 2020, di kawasan Gunung Talang seorang pendaki pernah membagikan sebuah video yang dimana sesosok wanita meisterius mengikuti sekelompok pendaki, yang dipercaya sebagai salah satu pendaki yang hilang saat melakukan pendakian di Gunung Talang.

Beberapa cerita mungkin berkisar tentang pengalaman gaib, pertemuan dengan makhluk alam, atau bahkan penemuan artefak kuno. Semua ini menciptakan lapisan tambahan ke dalam daya tarik Gunung Talang dan memberikan banyak ruang bagi para peneliti, pendaki, dan pencinta alam untuk menjelajahi lebih dalam misteri dan keajaiban yang ada di gunung ini.

Semua misteri dan mitos ini menciptakan aura misteri dan ketidakpastian di sekitar Gunung Talang. Bagi pendaki dan wisatawan, ini bisa menjadi bagian dari daya tarik dan petualangan ketika menjelajahi gunung ini. Namun, selalu bijak untuk menghormati kepercayaan setempat dan menjaga lingkungan alam saat berkunjung ke Gunung Talang atau tempat-tempat lain dengan kepercayaan serupa.

Jangan lupa untuk selalu menjaga etika dan kebersihan, dimanapun berada. Semua oranf memiliki tanggung jawab untuk merawat lingkungan dan menghormati sesama. Bersama-sama, kita dapat menjaga alam dan dunia kita tetap indah, salam hangat dari TOPSUMBAR.

(SR)

Pos terkait