NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | Kupas Online | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat
Agar Tak Bersengketa atas Sertifikat Tanah Pusako Tinggi

Menu

Mode Gelap
Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, Kejari Sijunjung Gelar Jalan Santai Unit Kerja Kantor Imigrasi Dharmasraya Akan Dibentuk, Sutan Riska : Urus Paspor Tak Perlu ke Luar Daerah Padang Kembali Cari Wali Kota Cilik Bersama Mentari Meraih Mimpi Menuju Indonesia Emas 2045 Wagub Sumbar: Pelaku UMKM Harus Go Digital Untuk Hadapi Tantangan Global

Kabupaten Solok · 27 Agu 2020 22:48 WIB ·

Agar Tak Bersengketa atas Sertifikat Tanah Pusako Tinggi, Ini Penjelasan dari BPN Kabupaten Solok


 Agar Tak Bersengketa atas Sertifikat Tanah Pusako Tinggi, Ini Penjelasan dari BPN Kabupaten Solok Perbesar

Seringnya terjadi sengketa dalam suatu kaum, yang disebabkan telah terbitnya sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat, oleh salah seorang anggota kaum sekaligus dapat merusak dan memutus silaturrahim pada anggota kaum itu. Dimana sertifikat yang diterbitkan itu atas tanah “Pusako tinggi”, yang bukan milik pribadi anggota kaum.

Berdasarkan kejadian tersebut, Seksi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan BPN Kabupaten Solok, Dasrial di ruang kerjanya di Koto Baru, Senin 24 Agustus 2020 lalu menyebutkan tata cara dalam penerbitan sertifikat tanah “Pusako tinggi” itu.

Dalam kesempatan itu Dasrial mengatakan, jika masyarakat ingin menerbitkan sertifikat dimana tanah tersebut milik adat (Pusako tinggi), tentunya harus diketahui dan disejui oleh seluruh anggota kaum yang berhak atas tanah tersebut.

“Dan jika disertifatkan atas nama kaum, maka dibikin atas nama seseorang dari anggota kaum yang mewakili seluruh anggota kaum,” papar Dasrial.

Jika diberikan pada salah satu anggota kaum, dilanjutkan Dasrial, harus ada pernyataan dari seluruh anggota kaum yang menyatakan setuju, bahwa tanah tersebut diberikan pada satu orang anggota kaum itu.

“Setelah itu ditambah sporadik, dimana setelah diberikan pada seseorang melalui persetujuan kaum, maka tanah tersebut dibuatkan sporadik atas diri pribadi pemilik tanah sesuai dengan aturan yang ada,” jelasnya.

Diterangkannya, contohnya dia menyatakan bahwa memiliki tanah disuatu tempat, jelas berbatasnya dengan siapa, ditandatangani oleh dua orang saksi, diketahui oleh walinagari dan selanjutnya yang bersangkutan menandatangani bahwa tanah tersebut milik dia sendiri (Tidak milik kaum lagi).

“Jika telah milik pribadi, itu didahului oleh ranji yang dibuat oleh mamak kepala waris dan diketahui oleh ketua KAN setempat. Ranji tersebut boleh empat tingkat ke atas, ditambah dengan surat persetujuan kaum, dan surat pernyataan walinagari yang menerangkan milik pemohon sertifikat,” jelasnya.

Setelah berkas lengkap, imbuhnya, pemohon dipersilahkan untuk mengajukan permohonan sertifikat ke BPN Kabupaten Solok dengan menampilkan seluruh surat, dan dokumen asli ditambah dengan fotocopy KTP dua orang saksi.

“Selanjutnya dilakukan pengisian formulir oleh pemohon, setelah itu oleh BPN dilakukan Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP). Setelah data itu keluar, data ‘update’ di KKP BPN, baru dilaksanakan tugas pengukuran,” tutupnya. (Andar MK/Sy)

Hits: 280

Artikel ini telah dibaca 594 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Menunggu Keputusan DPRD, Ini Tugas dan Besaran Honor Komisioner KI Sumbar

30 Januari 2023 - 15:34 WIB

WhatsApp Image 2023 01 30 at 14.00.37

Dibuka Wagub Sumbar, Muswil V PKDP Sumbar Pilih Ali Mukhni Secara Aklamasi

28 Januari 2023 - 15:20 WIB

WhatsApp Image 2023 01 28 at 22.00.46

Pengurus Baru Wilayah IDI Sumbar Dilantik, Wagub Sumbar : Tetap Jaga Kolaborasi dan Kekompakan Dengan Pemerintah Provinsi

28 Januari 2023 - 15:14 WIB

WhatsApp Image 2023 01 28 at 16.15.40

Kick Off Pengendalian PMK, Wagub Sumbar Lombakan Percepatan Vaksinasi Antar Dinas Peternakan

28 Januari 2023 - 15:06 WIB

WhatsApp Image 2023 01 28 at 15.58.36

Tanggapi Inflasi, Wagub Sumbar Gelar FGD Bersama Forkompimda

27 Januari 2023 - 14:58 WIB

WhatsApp Image 2023 01 27 at 23.30.49

Puluhan Tokoh Nasional Hadiri Seminar Nasional Kebangsaan di Sumatera Barat

27 Januari 2023 - 14:49 WIB

WhatsApp Image 2023 01 27 at 23.19.12
Trending di Sumatera Barat