DPRD Sumbar Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Fisipol Universitas Ekasakti

TOPSUMBAR – Puluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Ekasakti (Unes) mendapatkan pengalaman berharga dalam studi lapangan ke DPRD Provinsi Sumatera Barat, Jum’at, 2 Januari 2024.

Mahasiswa Fisipol Unes berkesempatan memperdalam keilmuan dengan mendengarkan ‘wejangan’ ilmu politik langsung dari pejabat terkait di ruangan khusus I DPRD.

Kegiatan studi lapangan ini bertujuan untuk memahami tugas dan fungsi kedewanan, serta menerapkan ilmu politik di lapangan.

Bacaan Lainnya

Raflis, S.H., M.M., Sekretaris DPRD Provinsi Sumbar, Zardi Syahrir (Kabag Persidangan dan Perundang-undangan), dan Dahrul Idris (Kasubag Humas dan Protokol) menyambut baik kunjungan mahasiswa Fisipol.

Sekretaris DPRD, Raflis, memberikan ‘wejangan’ kepada mahasiswa, menekankan pentingnya pengalaman dalam dunia kerja di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Pengalaman kerja dan hidup kini menjadi motivasi utama untuk meraih apa yang direncanakan. Jangan sampai lulusan tidak mampu bersaing dengan yang lain,” ujar Raflis.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa Fisipol mengajukan berbagai pertanyaan terkait tugas dan wewenang anggota dewan, fungsi APBD, hingga peran dalam proses legislatif.

Raflis dengan jelas menjelaskan peran anggota dewan sebagai perwakilan rakyat yang memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Dosen Fisipol, sekaligus pembimbing lapangan Riswandi Bakhtiar, yang turut serta dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman ilmu politik dalam konteks praktik lapangan.

“Kami ingin menunjukkan kepada mahasiswa bagaimana politik diimplementasikan dalam kegiatan kedewanan. Ini bukan hanya tambahan pemahaman teoritis tetapi juga melihat politik dalam berbagai kegiatan praktis,” kata Riswandi.

Raflis menjelaskan secara mendalam tugas anggota dewan dan peran DPRD dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Ia juga memberikan pandangan tentang sistem pengawasan yang efektif dan efisien, serta mekanisme evaluasi terhadap kinerja pemerintahan.

“Pentingnya aktualisasi diri melalui jabatan anggota dewan adalah bagian dari proses demokrasi. Menjadi anggota dewan bukan hanya prestise tetapi juga tanggung jawab besar untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar Raflis menjawab pertanyaan seorang mahasiswi terkait motivasi menjadi anggota dewan.

Studi lapangan ini melibatkan mahasiswa dari jurusan Ilmu Komunikasi, Administrasi, dan Ilmu Pemerintahan. Mereka terlihat antusias mendengarkan penjelasan dari Sekretariat DPRD Provinsi Sumbar, menciptakan pengalaman yang bermanfaat untuk mendukung perkembangan keilmuan mereka.

(HT)

Pos terkait