Revolusi Konstruksi, Terowongan Tol Pertama di Indonesia dalam Proyek Jalan Tol Sumbar-Riau

Revolusi Konstruksi, Terowongan Tol Pertama di Indonesia dalam Proyek Jalan Tol Sumbar-Riau
Revolusi Konstruksi, Terowongan Tol Pertama di Indonesia dalam Proyek Jalan Tol Sumbar-Riau

TOPSUMBAR – Jalan tol adalah bagian dari sistem jaringan jalan umum dan merupakan jalan nasional yang memerlukan pembayaran tol oleh pengguna.

Meskipun jalan tol umumnya menjadi alternatif lintas cepat, dalam beberapa situasi tertentu, jalan tol juga mungkin tidak dapat digunakan sebagai rute alternatif.

Singkatan “Tol” sebenarnya berasal dari “Tax On Location,” yang merujuk pada pembayaran tol yang dikenakan saat melintasi beberapa pintu tol. Tarif tol ini bervariasi tergantung pada panjang jalan tol yang digunakan oleh pengendara.

Bacaan Lainnya

Pembangunan jalan tol Sumbar-Riau akhirnya menemukan titik terang setelah mengalami penundaan yang cukup lama akibat masalah pembebasan tanah di beberapa daerah. Jalan tol Sumbar-Riau ini merupakan tol pertama yang dibangun di Provinsi Sumatera Barat setelah sejumlah jalan tol telah dibangun di Pulau Sumatera.

Pembangunan jalan tol Sumbar-Riau dimulai pada bulan Februari 2018, dengan pembangunan sebagian dari Padang ke Sicincin, dan saat ini proyek tersebut telah mencapai progres sebesar 45,5%, dengan proses pembebasan lahan yang mencapai 100% pada Desember 2022.

Pembangunan jalan tol Sumbar-Riau di seksi 6, yaitu Pekanbaru-Bangkinang, telah secara resmi dioperasikan sejak tanggal 27 Oktober 2022, dan hingga saat ini masih dalam tahap uji coba, oleh karena itu belum dikenakan tarif bagi para pengguna.

Pada tanggal 4 Januari 2023, Presiden Jokowi meresmikan seksi Pekanbaru-Bangkinang dari jalan tol Sumbar-Riau. Selain itu, proyek pembangunan jalan tol Bangkinang-Koto Kampar dan Padang-Sicincin juga telah dipercepat untuk mencapai target yang telah direncanakan.

Progres konstruksi jalan tol Bangkinang-Koto Kampar, yang memiliki panjang 24,7 km, telah mencapai 75,13%, sementara progres pembebasan dan pengadaan lahan mencapai 90,72%.

Sementara itu, tiga seksi jalan tol Sumbar-Riau, yaitu seksi Sicincin-Bukittinggi, Bukittinggi-Payakumbuh, dan Payakumbuh-Koto Kampar, akan dilaksanakan dalam tahap IV pembangunan JTTS (Jalan Tol Trans Sumatera).

Pada seksi jalan tol Bangkinang-Koto Kampar, akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas struktur, termasuk 9 bok pedestrian, 13 bok underpass, 7 main bridge, 4 overpass, dan 1 barrier gate. Jalan tol ini direncanakan akan memiliki 2×2 jumlah lajur dengan kecepatan minimum 80 km/jam.

Biaya yang telah disiapkan oleh pemerintah untuk pembangunan jalan tol Sumbar-Riau adalah sebesar Rp 78,09 triliun. Dalam perencanaannya, ruas jalan tol Sumbar-Riau ini akan dilengkapi dengan lima terowongan yang menembus bukit. Proyek pembangunan terowongan jalan tol ini akan dikelola oleh kontraktor Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).

JICA adalah lembaga pemerintah Jepang yang didirikan untuk mendukung pembangunan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Proyek pembangunan terowongan ini memerlukan biaya sebesar 9 triliun dengan panjang ruas jalan tol Sumbar-Riau mencapai 254,8 km, yang membutuhkan nilai investasi sebesar Rp80,41 triliun.

Terowongan merupakan salah satu inovasi konstruksi yang efektif dalam memanfaatkan ruang bawah tanah dalam pembangunan ruas tol Sumbar-Riau ini. Jalan tol ini, yang akan memiliki panjang 254,8 km, menghadirkan proyek yang luar biasa dengan hadirnya terowongan berpanjang 8,95 km di daerah Payakumbuh.

Terowongan ini, yang akan menembus Bukit Barisan, akan menjadi terowongan tol pertama di Indonesia dan menjadi yang terpanjang.

Jika jalan tol Sumbar-Riau tidak menggunakan terowongan, maka panjang jalan tol tersebut akan lebih bertambah sebanyak 11 km. Pembangunan jalan tol ini dibagi menjadi 6 tahap pengerjaan, yaitu:

  1. Seksi 1: Padang-Sicincin sepanjang 28 km.
  2. Seksi 2: Sicincin-Bukittinggi sepanjang 41 km.
  3. Seksi 3: Bukittinggi-Payakumbuh sepanjang 36 km.
  4. Seksi 4: Payakumbuh-Pangkalan sepanjang 43 km.
  5. Seksi 5: Pangkalan-Bangkinang sepanjang 56 km.
  6. Seksi 6: Bangkinang-Pekanbaru sepanjang 38 km.

Pembangunan jalan tol Sumbar-Riau menjadi tonggak penting dalam konektivitas regional dan merupakan bukti nyata kemajuan infrastruktur di Indonesia. Dengan inovasi konstruksi seperti terowongan yang efektif, proyek ini menghadirkan solusi yang lebih efisien dalam menghubungkan daerah-daerah yang terpencil.

Diharapkan bahwa kesuksesan proyek ini akan memberikan inspirasi untuk pengembangan infrastruktur yang lebih baik di masa depan, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat dan sekitarnya.

(Wandy)

Pos terkait