Padang Ibu Kota Sumatera Barat, Apakah Memiliki Terminal Angkot?

Padang Ibu Kota Sumatera Barat, Apakah Memiliki Terminal Angkot? (Sumber Foto : Pincuran Tujuah)
Padang Ibu Kota Sumatera Barat, Apakah Memiliki Terminal Angkot? (Sumber Foto : Pincuran Tujuah)

TOPSUMBAR – Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia, Sumatera Barat memiliki 19 kabupaten/kota dengan Padang sebagai ibu kotanya.

Dengan Kota Padang sebagai pusat Ibukota Provinsi mengharuskan kota Padang memiliki transportasi umum yang sangat
memadai, transportasi umum di kota Padang sekarang banyak sekali jenisnya, contohnya seperti angkutan umum Trans Padang, Damri, angkot, ojek, taksi online, serta juga ada bus antar kota/provinsi.

Dengan banyaknya transportasi umum yang ada di Padang, apa setiap transportasi umum tersebut memiliki terminal sebagai tempat pemberhentian? Di kota Padang tidak banyak terminal yang masih aktif saat ini, terminal yang masih aktif berada di kawasan daerah Jalan Adinegoro, Lubuk Buaya yang saat ini difungsikan sebagai terminal bus luar kota dan bus Trans Padang.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya terminal di kota Padang yang bernama terminal Bengkoang yang terletak di Jalan By Pass, Air Pacah yang dulunya masih aktif dan sekarang sudah menjadi Balai Kota Padang karena pasca gempa bumi yang melanda kota Padang pada tahun 2009, terminal Air Pacah sendiri memiliki luas 2,5 hektar sehingga dapat menampung bus AKAP, AKADP hingga angkot.

Karena tidak ada terminal di kota Padang saat itu, kebanyakan buk AKDP menurunkan penumpang di sembarangan tempat dan para pemilik PO bus AKDP juga banyak memilih membuka PO-nya di pinggir jalan karena akses yang lebih mudah, dan banyak juga PO bus yang memilih menutup PO-nya karena tidak memiliki tempat yang strategis untuk membuka PO kembali.

Angkot di kota Padang juga sangat banyak sekali, tetapi angkot di kota Padang tidak memiliki terminal karena variasi jurusan angkot yang berbeda-beda oleh karena itu angkot di kota Padang sering menunggu penumpangnya di tepi jalan raya. Hal itu bisa membahayakan bagi penumpang atau pengendara lainya yang tidak melihat angkot yang berhenti di tepi jalan.

Walaupun terminal angkot ada, tidak semua angkot bisa singgah di terminal tersebut dikarenakan mungkin jauhnya lokasi terminal dari jurusan angkot, sehingga kurangnya minat masyarakat untuk naik angkot.

Tetapi saat ini pamor angkot di kota Padang mulai menurun karena pemerintah kota Padang sekarang ini lebih fokus untuk mengembangkan transportasi umum yang lebih baik, dengan mengganti angkot dengan bus Trans Padang. Tetapi hal ini menuai tolakan dari sebagian masyarakat kota Padang terutama sopir angkot yang merasa akan hilangnya pekerjaanya sebagai sopir angkot karena adanya bus Trans Padang.

Tetapi penyebab lain angkot jarang diminati sekarang karena beberapa sopir angkot mengemudi secara ugal-ugalan sehingga membahayakan penumpang dan pengendara lain, bagi masyarakat yang sudah mencoba Trans Padang akan merasa lebih aman dan nyaman karena tidak ada tindak kejahatan yang biasa dilakukan seperti terjadinya pencopetan pada penumpang dan adanya tindakan pelecehan seksual kepada penumpang perempuan.

Saat ini, angkot dengan berbagai rute tetap beroperasi di Kota Padang. Menjadikan Pasar Paya Padang sebagai terminal angkot, rencana pengoperasian terminal angkot di Pasar Raya juga bergantung pada penataan pedagang di lokasi dan lahan parkir.

Saat ini angkot yang masuk ke Pasar Raya belum sepenuhnya bisa diarahkan ke terminal yang berada di samping gedung balai kota lama, karena masih adanya pedagang dan konstruksi bangunan inpres blok III. Belum lagi juga dibangun deretan pertokoan di lokasi yang sama.

Selain itu, jalur menuju lokasi di Jalan Sandang Pangan juga masih sempit sehingga tidak representatif untuk dijadikan terminal angkot. Pertimbangan kenyamanan dan keamanan pengunjung Pasar Raya berbelanja juga menjadi faktor belum beroperasinya terminal tersebut.

(Wandy)

Pos terkait