Fly Over Kelok 9: Melintasi Keunikan dan Kecantikan Sumatera Barat

TOPSUMBAR – Sebuah perjalanan yang penuh petualangan dan kecantikan alam terbentang di Kelok 9, terletak di sebelah Timur kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Hanya dalam waktu 15 menit dari objek wisata Lembah Harau, Anda akan menemukan keajaiban ini. Lokasi yang terletak di Nagari Parsiapan Hulu Aia, kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, memiliki ketinggian sekitar 1000 meter di atas permukaan laut.

Berjarak 145 KM dari kota Padang, perjalanan menuju kelok 9 memakan waktu sekitar 4 jam dengan mobil. Namun, seiring dengan keindahan alam yang dihadirkan di sepanjang perjalanan, setiap menitnya terasa seperti pengalaman yang tak terlupakan.

Latar Belakang Kelok 9: Jembatan Vital Antara Sumatera Barat dan Riau

Kelok 9 bukan sekadar jalan biasa; ini adalah urat nadi vital antara Sumatera Barat dan Riau. Sejak tahun 2000, lebih dari 10 ribu kendaraan melewati jalan ini setiap hari, dengan lonjakan signifikan saat libur atau akhir pekan panjang. Kendaraan ini membawa tidak hanya barang dari pertanian dan peternakan Sumatera Barat ke Riau, tetapi juga membawa cerita perjalanan para penumpangnya.

Bacaan Lainnya

Pertimbangan untuk melebarkan jalan menjadi tantangan nyata karena jalan yang sempit, hanya 5 meter, terbatas oleh tebing di sisi-sisinya. Kemacetan di tikungan-tikungan Kelok 9 sering kali terjadi, meskipun sudah dibantu oleh relawan yang berusaha menjaga kelancaran lalu lintas.

Transformasi dari Tantangan Menjadi Keajaiban

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah pusat bersama Dinas Prasarana Jalan provinsi Sumatera Barat merumuskan solusi besar: Fly Over Kelok 9. Pembangunan ini dimulai pada bulan November 2003 dengan anggaran sebesar Rp. 10 miliar.

Dukungan kuat dari pemerintah, termasuk presiden saat itu, Megawati, menggambarkan betapa pentingnya proyek ini. Proses pembangunan yang memakan waktu hampir 10 tahun akhirnya membuahkan hasil saat fly over ini diresmikan pada 31 Oktober 2013 oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Keunikan Arsitektur dan Kecantikan Alam

Sebagai karya anak bangsa yang membanggakan, Fly Over Kelok 9 tidak hanya memecahkan masalah transportasi, tetapi juga menghadirkan keindahan arsitektur. Dirancang oleh Ir. H. Dahler, M.Sc, proyek ini menjadi ikon Sumatera Barat.

Green construction, konsep yang diusung oleh Dahler, tidak hanya menjadikan fly over ini ramah lingkungan tetapi juga memamerkan keunikan arsitektur. Dengan ketinggian rata-rata 12 meter, didukung oleh 30 tiang kokoh, fly over ini membentang sepanjang 2,5 KM dengan meliuk-liuk melewati dua buah perbukitan.

Keindahan Alam dan Pariwisata

Kelok 9 tidak hanya menjadi jalur transportasi yang efisien tetapi juga menawarkan pemandangan mempesona. Pengendara seringkali berhenti sejenak untuk menikmati keindahan alam sekitar atau bahkan berfoto ria di lokasi ini. Hutan di sekitar jembatan merupakan Cagar Alam Aia Putiah dan Cagar Alam Harau, memberikan sentuhan alami yang sulit ditemukan di fly over kota-kota besar.

Dari jembatan Kelok 9, Anda bisa menikmati pemandangan unik dari kelok 9 lama, yang tetap terbuka sebagai jalur alternatif. Keunikan ini menjadikan Kelok 9 tidak hanya sebagai kebanggaan Sumatera Barat, tetapi juga sebagai daya tarik pariwisata yang luar biasa.

Kenangan Sejarah dan Jalan Alternatif

Sebelum menjadi fly over modern, Kelok 9 pada tahun 1910 adalah jalan utama untuk melintasi hutan Air Putih, dibangun oleh Belanda untuk mengangkut rempah-rempah. Pada tahun 2008, kelok 9 menjadi sangat berbahaya dan berisiko, bukan hanya bagi kendaraan besar tetapi juga bagi pengguna lainnya.

Dengan segala transformasi dan perjuangannya, Kelok 9 kini menjadi ikon wisata Sumatera Barat. Sebuah karya megah yang tidak hanya memudahkan mobilitas tetapi juga mempersembahkan keindahan alam dan sejarah yang memikat. Untuk wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat, melewati jembatan Kelok 9 adalah pengalaman yang tak boleh dilewatkan, sebuah perjalanan melintasi keunikan dan kecantikan Indonesia yang luar biasa.

(Fiyu)

Pos terkait