Wawako Solok Tutup Musrenbang RKPD Kota Solok Tahun 2022

Wakil Walikota (Wawako) Solok Ramadhani Kirana Putra, secara resmi menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Solok Tahun 2022, di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Solok, Rabu (31/3/2021).

Turut hadir, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Solok, Asisten Setda, Ketua KAN, LKAAM dan Bundo Kanduang Kota Solok, para kepala OPD, serta fasilitator Musrenbang.

Dalam sambutannya, Wawako Solok mengucapkan penghargaan dan rasa terima kasih atas partisipasi, dan kontribusi yang telah diberikan oleh seluruh peserta yang telah mengikuti seluruh persidangan kelompok dengan seksama dan konsisten, terutama yang telah memberikan masukan untuk kesempurnaan RKPD Kota Solok Tahun 2022.

Bacaan Lainnya

“Musyawarah yang telah dilaksanakan selama tiga (3) hari ini cukup melelahkan dan menyita waktu bagi kita semua. Karena mengikuti rangkaian kegiatan, mulai acara pembukaan, pleno, rapat pembahasan teknis sampai acara penutupan pada hari ini,” kata Ramadhani Kirana Putra.

Dengan tujuan, imbuhnya, untuk menghasilkan kesepakatan dan komitmen antara stakeholders atas program/kegiatan pembangunan daerah yang akan dimuat dalam RKPD Kota Solok Tahun 2022.

“Alhamdulillah, akhirnya seluruh rangkaian acara Musrenbang RKPD Kota Solok Tahun 2022 tersebut, telah dapat kita laksanakan dengan baik,” ucapnya.

Wawako Solok meyakini, banyak hal yang telah dibicarakan dan disimpulkan, baik dalam sidang kelompok maupun dalam sidang pleno. Tidak hanya kesepakatan untuk mempertajam prioritas program pembangunan daerah, dalam rangka penyempurnaan Rancangan RKPD Tahun 2022 dan Rancangan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja-PD), namun juga konsistensi komitmen seluruh peserta (stakeholders), untuk dapat mewujudkan prioritas pembangunan yang akan dimuat dalam RKPD Tahun 2022.

“Musrenbang yang telah dilaksanakan sampai hari ini, bukan saja sebagai agenda rutin tahunan untuk mengkalkulasi besar-kecilnya anggaran. Perlu saya tekankan, besar-kecilnya anggaran bukan tolak ukur suksesnya perencanaan. Tetapi yang lebih penting adalah seberapa besar efek, nilai dan manfaat dari perencanaan tersebut bagi masyarakat,” sebutnya.

Tidak bisa dipungkiri, lanjutnya, kemampuan keuangan Kota Solok sangat terbatas, disisi lain kebutuhan anggaran untuk kegiatan prioritas juga memerlukan anggaran yang besar. Sehingga sangat berdampak pada alokasi anggaran bagi sebagian besar Perangkat Daerah.

“Untuk itu perlu usaha yang lebih dari masing-masing Kepala Perangkat Daerah untuk mencari peluang pembiayaan baik dari provinsi, pusat maupun kerjasama dengan dunia usaha,” paparnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar hasil penyelenggaraan Musrenbang RKPD Kota Solok Tahun 2022 ini, menjadi hasil koordinasi yang dapat menjembatani pencapaian visi dan misi yang ingin dirinya wujudkan bersama Walikota Solok untuk 5 tahun mendatang.

“Memperhatikan risalah kesepakatan pembahasan sidang kelompok, yang dilakukan dalam rangka sinkronisasi antara Renja-Perangkat Daerah dan usulan masyarakat, kami percaya bahwa Musrenbang Kota Solok ini telah memperkaya khasanah, dan pertimbangan kita dalam mempertajam rancangan akhir RKPD tahun 2022,” tuturnya.

Kesepakatan yang telah diperoleh, harapnya, dalam sidang kelompok nantinya agar benar-benar dapat dijadikan landasan kerja bagi seluruh perangkat daerah, dalam menyesuaikan dan mempertajam Renja-nya masing-masing. (Syafri)

Pos terkait