Terus Melonjak, Update Covid-19 di Sumbar Jadi 55 Orang Positif

2128

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), kembali merilis data terbaru pantauan Covid-19 se-Sumbar.

Menurut juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal, dalam rilis data terakhir pembaharuan dan rincian perkembangan Covid-19 di Sumbar hingga Rabu, (15/4/2020), juga diterima Topsumbar.co.id menyebutkan terjadi penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 7 (Tujuh Orang) dari Pasien Dalam Pengawasan atau PDP.

Dirinci Jasman, pasien baru positif terinfeksi Covid-19 adalah, 5 (lima) orang dari Padang, 1 (satu) orang dari Tanah Datar dan 1 (satu) orang dari Pasaman Barat.

Rincian 5 (lima) orang dari Kota Padang tersebut yaitu:

  1. Laki2, 45 th, karyawan toko, sekarang isolasi mandiri dirumah
  2. Perempuan, 59 th, rumah tangga. Istri dari salah seorang pasien positif yg sekarang lagi dirawat di RS M. Jamil Padang. Juga isolasi mandiri di rumahnya.
  3. Laki-laki, 60 th, sopir tangki BBM. Riwayatnya, terpapar dari luar daerah sumbar.
  4. Laki-laki, 54 th, dirawat di M Jamil Padang. Terpapar dari salah satu pasien PDP yang sekarang juga lagi di rawat di M Jamil.
  5. Laki-laki, 58 tahun, swasta. Terpapar dari pasien positif sebelumnya yang juga lagi di rawat di M Jamil. Sekarang isolasi mandiri di rumahnya.

Dari Pasaman Barat, wanita 60 th, rumah tangga. Merupakan kakak dari yang positif sebelumnya di Pasaman Barat. Sekarang isolasi mandiri di rumahnya.

Kabupaten Tanah Datar, pasien positifnya wanita, 40 tahun. Terpapar dari luar daerah. Sekarang juga isolasi mandiri di rumahnya.

“Semua pasien positif Covid-19 yang isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, tetap dalam pengawasan protokol kesehatan yang ketat dari tim paramedis dan tim keamanan,” ujar Jasman.

Disisi lain, lanjut Jasman, kita patut bersyukur, ada 1 (satu) orang lagi pasien RS. M Jamil positif terinfeksi Covid-19 dinyatakan sembuh.

” Yang bersangkutan wanita, 38 tahun, berasal dari Kota Padang dan sekarang yang bersangkutan telah pulang kerumahnya,” ucap Jasman.

Berikut rincian perkembangan Covid-19 di Sumbar yang datanya, sebut Jasman dihimpun dari berbagai rumah sakit dan gugus tugas Kabupaten/ Kota se-Sumatera Barat, Rabu, 15 April 2020, pukul 13.00 WIB.

Tercatat total jumlah Orang Dalam Pantauan atau ODP se–Sumbar mencapai angka 5.758 orang.

Angka tersebut bertambah sebanyak 187 orang dari total jumlah pada Selasa (14/4/2020) kemaren sebanyak 5.571 orang.

Rinciannya, 712 ODP proses pemantauan dan 5. 046 ODP selesai pemantauan.

Sementara data Pasien Dalam Pengawasan atau PDP berjumlah 180 orang atau bertambah 10 orang dibandingkan jumlah pada Selasa (14/4/2020) kemaren sebanyak 170 orang.

Rinciannya, 38 orang masih dirawat diberbagai rumah sakit rujukan sambil menunggu hasil lab, 119 negatif Covid-19, dan 23 orang isolasi mandiri di rumah.

Berikut rincian pasien positif terinfeksi Covid-19 berdasarkan Rumah Sakit_

RS. M Jamil Padang

Dirawat 7 orang
Isolasi dirumah 0 orang
Sembuh 3 orang
Meninggal dunia 2 orang
Total 12 orang

RS Ahmad Mochtar Bikittinggi

Dirawat 3 orang
Isolasi dirumah 3 orang
Sembuh 2 orang
Meninggal dunia 0 orang
Total 8 orang

RS Semen Padang Hospital

Dirawat 1 orang
Isolasi dirumah 0 orang
Sembuh 0 orang
Meninggal dunia 1 orang
Total 2 orang

RSUD Pariaman

Dirawat 0 orang
Isolasi dirumah 1 orang
Sembuh 0 orang
Meninggal dunia 0 orang
Total 1 orang

RSUD M Zein Painan

Dirawat 1 orang
Isolasi dirumah 0 orang
Sembuh 0 orang
Meninggal dunia 0 orang
Total 1 orang

RS Bhayangkara

Dirawat 2 orang
Isolasi dirumah 0 orang
Sembuh 0 orang
Meninggal dunia 0 orang
Total 2 orang

RSUD Kep Mentawai

Dirawat 1 orang
Isolasi dirumah 0 orang
Sembuh 0 orang
Meninggal dunia 0 orang
Total 1 orang

RS Yos Sudarso

Dirawat 0 orang
Isolasi dirumah 0 orang
Sembuh 0 orang
Meninggal dunia 1 orang
Total 1 orang

Sedangkan, pasien Positif Covid-19 yang isolasi mandiri di rumah yang bukan pasien dari salah satu RS Rujukan total 20 orang, 17 orang masih isolasi mandiri di rumah dan telah dinyatakan sembuh / negatif sebanyak 3 orang oleh tim kesehatan.

“Untuk itu, mari kita berdoa semoga wabah covid-19 ini dapat segera diatasi dan semoga saudara kita yang dirawat diberikan kesabaran dan segera disembuhkan Allah SWT,” ajak Jasman.

Selanjutnya, sebut Jasman, hal yang perlu kita waspadai adalah, dari tanggal 31 Maret 2020 sampai tanggal 13 April 2020, orang yang telah masuk ke Sumbar dari 10 (sepuluh) pintu masuk berjumlah 72.564 jiwa, rata-rata 4.838 orang sehari. Hal ini sangat memprihatinkan, karena akan sangat berpotensi semakin meningkatnya wabah Covid-19 di Sumbar.

“Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, Gubernur Sumbar kembali mengeluarkan instruksi agar Bupati Walikota membentuk pos pemantauan pendatang sampai ke tingkat jorong, mengawasi masyarakat yang baru datang dan menegaskan agar masyarakat yang baru datang wajib di karantina atau isolasi mandiri di rumah,” tegas Jasman.

Bupati Walikota, lanjut Jasman lagi, dapat melakukan kuasa pemaksaan dengan melibatkan Polri dan TNI jika ada warga yang ODP tidak mau mengindahkan instruksi tersebut.

Karena menurut Jasman, banyak laporan, bahwa masyarakat yang baru datang ke kampungnya dari daerah terpapar Covid-19, masih tidak taat aturan. Duduk di warung-warung, tidak membatasi jarak dan tidak pakai masker.

“Dalam hal ini Gubernur sangat berharap, Bupati dan Walikota se- Sumbar dapat dengan tegas melaksanakan instruksi Gubernur dimaksud dengan melibatkan semua stakeholder terkait. Mari kita semua berdoa, semoga wabah pandemik covid-19 segera berakhir,” tutup Jasman.

(AL)

loading...