Terima Calon Satri, Pembangunan Ponpes Salafiyah Al-Madinatun Munawwarah Dikebut

259

Dharmasraya | Topsumbar – Pondok Pesantren Salafiyah Al-Madinatun Munawwarah terus menggenjot pembangunan enam asrama dan sarana pendukung lainnya untuk santri baru di tahun ajaran 2022/2023.

Hal tersebut dipaparkan oleh Ustadz Tarmizi S.Pd,i selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren Salafiyah al-Madinatul Munawwaroh kepada Topsumbar disela pengerjaan pembangunan asrama santri di Jorong Lawai kenagarian Sitiung Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat, Rabu (18/05/2022).

Menurutnya, jumlah peserta didik di tahun ajaran 2022/2023 yang sudah mendaftar kurang lebih 160 orang calon santri. Diperkirakan membutuhkan enam asrama, empat untuk putra dan dua nya lagi untuk putri.

Saat ini, pendaftaran gelombang kedua sudah tutup karena keterbatasan sarana dan prasarana yang ada di Pondok Pesantren Salafiyah al-Madinatul Munawwaroh belum bisa menampung kuota terlalu banyak.

“Alhamdulillah, persiapan saai ini di Pondok Pesantren Salafiyah al-Madinatul Munawwaroh untuk pembangunan asrama sudah 50 persen. Kami telah mempersiapkan enam asrama yang mana untuk putra empat asrama dan putri dua asrama. Sampai hari ini baru dua asrama yang sudah berdiri sekaligus bak mandinya. InsyaAllah jelang santri baru masuk tanggal 14 Juli nanti, enam asrama ini akan diusahakan selesai pembangunannya,” ucap Ustadz Tarmizi.

Ustadz Tarmizi menambahkan, mengingat kepercayaan masyarakat pada Pondok Pesantren Salafiyah Al-Madinatun Munawwarah sangat besar, pihak yayasan terus melakukan pembangunan dan melengkapi sarana dan prasarana.

“Semua dikebut untuk melaksanakan proses belajar mengajar walaupun dalam serba kekurangan sarana dan prasarana kami mengharapkan kepada pemerintah daerah dan masyarakat sekitar maupun luar Kabupaten Dharmasraya dapat membantu proses pembangunan demi kenyamanan santri-santri kita datang nanti. Kami dari yayasan tetap memaksimalkan sesuai dengan kesanggupan yang bisa kami lakukan, tapi kami bertekad Pondok Pesantren siap digunakan sebelum santri baru datang,” tambahnya.

Dirinya juga menyinggung mengenai kondisi jalan ke Pondok Pesantren, terutama kondisi jembatan sebagai satu-satunya akses penghubung jalan ke pondok yang sudah sangat memprihatikan. Kondisi jembatan tidak bisa digunakan untuk jangka waktu yang panjang dan berisiko rusak atau runtuh oleh air.

“Maka dari itu jugalah kami mengharapkan kepada pemerintah melalui dana-dana bantuannya agar bisa membantu pembangunan jembatan tersebut,” harapnya.

Sebelumnya, Pondok Pesantren Salafiyah Al-Madinatul Munawwaroh telah berhasil mengharumkan nama Kabupaten Dharmasraya. Pondok pesantren yang baru didirikan itu, berhasil mencetak prestasi pada MTQ ke-XXXIX Tingkat Sumatera Barat yang digelar di Kota Padang Panjang.

Lewat dua orang santri, Pondok Pesantren Salafiyah Al-Madinatul Munowwaroh berhasil menjuarai harapan I cabang hafizh 100 hadist serta juara III cabang yang sama untuk putri. Kedua santri tersebut yakni Muhammad Zacky meraih juara harapan I hafizh 100 hadist untuk putra dan Nur Annisa Musyahadah meraih juara III hafizh 100 hadist untuk putri.

(Yanti)

loading...