Satu Zona Merah, 16 Oranye, 2 Kuning, Ini Update Zonasi Kab/Kota di Sumbar, Minggu ke-67 Pandemi, 13 – 19 Juni 2021

209

Gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), kembali merilis update zonasi kabupaten dan kota di-Sumbar minggu ke-67 pandemi Covid-19, periode 13-19 Juni 2021.

Dilaporkan pada update zonasi daerah minggu ke-67 ini terdapat 1 (satu) daerah zona merah, 16 (enam belas) daerah zona oranye dan 2 (dua) daerah zona kuning.

Komposisi ini mengalami perubahan dibandingkan dengan update zonasi daerah pada minggu ke-66 periode 06 -12 Juni 2021 pekan lalu
(sebelumnya minggu lalu, Minggu (6/6) terberita minggu ke-65- telah direvisi gugus tugas menjadi minggu ke 66- red) dimana zona merah nihil, zona oranye 17 daerah dan zona kuning 2 daerah.

Dilaporkan juga pada minggu ke-67 ini terdapat 1 (satu) daerah zonasinya naik dari zona oranye ke zona merah, yakni Kab. Padang Pariaman.

Sebelumnya pada minggu ke-66 lalu, Kab. Padang Pariaman berada pada zona oranye.

Sementara itu, 16 (enam belas) daerah lainnya yang pada minggu ke-66 lalu berada pada zona oranye, yakni Kota Padang Panjang, Kab. Sijunjung, Kota Padang, Kab. Solok Selatan, Kab. Pesisir Selatan, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi, Kab. Solok, Kab. Tanah Datar, Kab. Agam, Kab. Pasaman, Kab. Dharmasraya, Kab. Pasaman Barat dan Kab. Lima Puluh Kota tetap diposisi oranye pada minggu ke-67 ini.

Sedangkan, 2 (dua) daerah yang pada minggu ke-66 lalu berada pada zona kuning, yakni Kota Pariaman dan Kab. Kepulauan Mentawai juga tetap di posisi zona kuning pada minggu ke-67 ini.

Dilaporkan juga pada minggu ke-67 ini daerah zona hijau nihil. Sama dengan minggu-minggu sebelumnya.

Berikut rincian update zonasi kabupaten dan Kota minggu ke-67 dan rincian kondisi pandemi Covid-19 Sumbar, sebagaimana dirilis Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal, Sabtu, (12/06/2021), pukul 21:17 WIB, juga diterima Topsumbar.co.id.

Dikatakan Jasman, berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data on set pada minggu ke-64 pandemi Covid-19 di Sumbar oleh Satgas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar.

Mulai tanggal 13 Juni 2021 sampai 19 Juni 2021, ditetapkan zona daerah sebagai berikut :

Zona Merah – Resiko Tinggi (Skor 0 – 1,8)

1. Kab. Padang Pariaman (skor 1,80).

Zona Oranye – Resiko Sedang (Skor 1,81 – 2,40) terdapat 16 (enam belas) daerah. Rinciannya :

1. Kota Solok (skor 2,39)
2. Kabupaten Solok Selatan (skor 2,31)
3. Kota Padang (skor 2,31)
4. Kabupaten Dharmasraya (skor 2,27)
5. Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,25)
6. Kota Payakumbuh (skor 2,25)
7. Kota Padang Panjang (skor 2,24)
8. Kabupaten Solok (skor 2,23)
9. Kota Sawahlunto (skor 2,19)
10. Kabupaten Lima Puluh Kota (skor 2,14)
11..Kota Bukittinggi (skor 2,09)
12. Kabupaten Pasaman (skor 2,07)
13. Kabupaten Tanah Datar (skor 2,06)
14. Kabupaten Sijunjung (skor 2,02)
15. Kabupaten Pasaman Barat (skor 1,99)
16. Kabupaten Agam (skor 1,84)

Selanjutnya diterangkan Jasman, Zona Kuning – Resiko Rendah (Skor 2,41 – 3,0) terdapat 2 (dua) daerah :

1. Kota Pariaman (skor 3,06)
2. Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,49)

Satgas Kota Pariaman patut kita apresiasi, karena telah 5 minggu berturut-turut mempertahankan skor terbaik dalam penanganan Covid-19 di daerahnya. Walaupun minggu ke 67 ini terjadi penurun skor, namun masih tetap menjadi yang terbaik.

“Semoga Satgas Covid-19 Kabupaten Kota lain di Sumatera Barat termotivasi dan terinspirasi dari Kota Pariaman dalam menangani Covid-19,” kata Jasman.

Kemudian sebut Jasman, Zona Hijau. Zona hijau Tidak ada kasus. Pengertian tidak ada kasus, yakni tidak ada tercatat penambahan kasus Covid-19 dalam 1 bulan terakhir dan jika ada yang positif telah sembuh seluruhnya serta tidak ada kasus meninggal 1 bulan terakhir.

“Semakin tinggi skor, semakin baik pengendalian penyebaran Covid-19 di daerah tersebut,” jelas Jasman.

Berikut rincian kondisi pandemi Covid-19 di Sumbar minggu ke-67

Pada Minggu ke-67 ini, kondisi pandemi Covid-19 di Sumbar adalah sebagai berikut :

1. Satu-satunya zona merah adalah Kabupaten Padang Pariaman.

2. Terdapat 2 (dua) daerah yang berada di zona Kuning, 16 (enam belas) zona oranye dan tidak ada daerah yang berada di zona hijau. Kondisi dan kasus pandemi meningkat / MENINGKAT.

3. Kecenderungan Positivity Rate (PR) meningkat. PR mingguan Sumbar pada minggu ke 66 adalah 9,86% (Standard WHO 5,0) / MENINGKAT

4. Yang patut diwaspadai, Positivity Rate (PR) Sumatera Barat pada beberapa hari terakhir di minggu ke 66 selalu berada di atas 10% dan pernah sampai 34% sehari / MENINGKAT

5. Provinsi Sumatera Barat masih berada pada ZONASI ORANYE (Resiko Sedang) dengan skor 1,96. Menurun dari minggu sebelumnya pada skor 2,09. / KASUS MENINGKAT

6. Sampai minggu ke 66, warga Sumbar yang telah terinfeksi Covid-19 adalah 47.507 orang. Minggu sebelumnya 45.617. Bertambah sebanyak 1.890 orang / MENINGKAT

7. Rata-rata pertambahan positif setiap minggunya dari bulan Maret 2021 sampai sekarang (trend mingguan) selalu di atas 1.000an. / MENINGKAT

8. Recovery Rate (tingkat kesembuhan) 90.40%, atau sembuh sebanyak 42.948 dari 47.507 orang yang terinfeksi / ANGKA KESEMBUHAN LEBIH RENDAH DARI KASUS POSITIF BARU

9. Meninggal dunia akibat Covid-19, sebanyak 1.074 orang dari 47.507 orang yang terinfeksi (2,26%). Terjadi penambahan meninggal dunia dalam satu minggu sebanyak 53 orang (minggu sebelumnya 1.021 orang). Terjadi penambahan kasus meninggal 0,02% dalam 1 (satu) minggu / MENINGKAT

10. Kasus Aktif sebanyak 3.485 (7.34%) dari 47.507 orang. Bertambah 254 orang dari minggu sebelumnya pada angka 3.231 orang / MENINGKAT

11. Rawat di RS Rujukan (hunian rumah sakit): 646 orang (18,54). Turun dari minggu sebelumnya pada angka 20,02% dari 3.485 orang kasus aktif / MENURUN

12. Isolasi Mandiri : 2.597 orang (74,52%) dari 3.485 orang kasus aktif. Meningkat dari minggu sebelumnya pada angka 2.394 orang / MENINGKAT

13. Isolasi dikarantina Kab/Kota : 242 orang (6,94%) dari 3.485 kasus aktif / MENINGKAT

Jika dilihat trend skor secara keseluruhan, sebut Jasman, pada minggu ke-66 terjadi peningkatan kasus di berbagai daerah. Positivity Rate (PR) provinsi terjadi peningkatan sangat tajam. Malah dalam dua hari terakhir di minggu ke 64 tersebut, PR Sumbar selalu berada di atas angka 10% (standar WHO 5%)

Kita berharap satgas Kabupaten Kota lebih intensif lagi memberlakukan berbagai upaya yang dianggap penting dan perlu untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerahnya masing-masing. Yang terpenting segera dilakukan adalah pendirian rumah isolasi oleh masing-masing kabupaten kota, peningkatan vaksinasi lansia dan lain-lain.

Kemudian, disebutkan Jasman, Satgas Kabupaten Kota diharapkan secara rutin dan berkala melakukan razia dan penindakan pelanggaran protokol kesehatan baik kepada perorangan maupun perusahaan dan institusi yang telah diatur dalam Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru.

“Diharapkan Satgas Kabupaten Kota dapat melakukan berbagai inovasi yang berlandaskan kearifan lokal (local wisdom) dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Seperti adanya Nagari Tageh atau Kongsi Covid,” tutur dia.

Terakhir, dengan telah ditetapkannya status zonasi daerah pada minggu ke-67 ini, sebut Jasman, diminta kabupaten kota segera menyesuaikan segala aktivitas di daerahnya dengan protokol masing-masing zona.

“Hal ini bertujuan agar penyebaran Covid-19 dapat lebih bisa dikendalikan,” tutup Jasman Rizal DT. Bandaro Bendang yang juga adalah Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Sumbar.

(AL)

loading...