Rombongan Turis China Gagal ke Solok, DPRD Himbau Masyarakat Jangan Panik

486

Kedatangan turis asal Kunming China berjumlah 150 orang ke Provinsi Sumatera Barat dalam rangka kunjungan wisata ke daerah-daerah yang ada di Sumbar, Minggu (26/01/2020) diprotes masyarakat Sumbar.

Direncanakan turis asal China tersebut akan berada di Sumbar selama lima hari dan mengunjungi beberapa daerah-daerah wisata, salah satunya ke Kabupaten Solok.

Menangapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir mengatakan, kedatangan turis dari China ini juga beriringan dengan berjangkitnya virus corona yang telah merambah kota Wuhan di China.

Baginya kedatangan turis asal China itu sangat bagus untuk potensi wisata di Kabupaten Solok. Namun disisi lain, Ia juga khawatir akan penyebaran virus corona bagi masyarakat Kabupaten Solok.

“Saya mendapat kabar rombongan turis asal China tidak jadi datang ke Solok. Saya berharap masyarakat Kabupaten Solok jangan panik,” himbau anggota dewan yang juga berlatar belakang pendidikan farmasi ini.

Sebelumnya, melihat dan mendengar kepanikan serta ketakutan masyarakat, Anggota DPRD sekaligus ketua Fraksi PAN Kabupaten Solok Ivoni Munir mengatakan bahwa pemerintah beserta anggota DPRD telah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat di Sumbar, Khususnya masyarakat di Kabupaten Solok dari wabah virus corona ini.

“Sebelumnya kami di DPRD sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Pariwisata Kabupaten Solok mengenai kedatangan turis asal China ke Kabupaten Solok. Atas kepanikan dan kecemasan masyarakat sudah kami informasikan ke Dinas Pariwisata dan Dinas Kesehatan,” kata Ivoni Munir saat diwawancarai wartawan Topsumbar, Senin (27/01/2020).

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Solok Jhon F Pandu juga menghimbau kepada pemerintah daerah khususnya Kabupaten Solok untuk mengantisipasi virus corona. Ia juga menghimbau Dinas Kesehatan agar turun ke lapangan untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya virus corona yang sudah menggemparkan dunia.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, dan secara agenda mereka datang sudah terencana dari awal untuk keliling Sumatra Barat. Dalam perjalanan terjadi persoalan wabah yg berasal dari China, tentu secara untuh kita antisipasi secara maksimal, kita tetap waspada dan kunjungan mereka tetap berjalan lancar,” katanya. (Andar MK)

loading...