Puisi – Sayap-sayap Patah

140

Oleh : Hasbunallah Haris

 

Katanya, kau adalah malaikat penjaga

Yang menyapukan kuas di atas kanvas bersapuh emas

Menuang kendi berisi janji yang bakal dilunasi

Lalu terbang, terseok-seok dengan sepasang sayap yang mulai usang.

 

Kutagih janjimu wahai pertapa tua

Yang di tanganmu nasib berpusing laksana roda kencana kesatria

Berpura-pura bahagia, menerjang amukan dawai asmara

Isinya hanya duka …

 

Dentingan dan kepakan itu menjeremba

Laksana tetes embun dalam alam jagat raya

Dingin, sengsara, sekaligus papa.

 

Dengarlah denting pianoku, wahai sayap yang maha perkasa

Dengarkan iramanya …

Yang mengalahkan nyanyian Siren di laut sana

Mendayu-dayu, memanggil kekasih yang tak kunjung bertemu.

 

(Padang, 20 Maret 2021)

 

Penulis : Hasbunallah Haris adalah putra Kabupaten Solok Selatan. Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab di Universitas Islam negeri Padang. Kesehariannya menulis, membaca dan sebagai penggiat literasi di Komunitas Minang Literasi.

loading...