Pemko Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Manajemen Mutu

60

Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Kesehatan adakan Workshop Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Manajemen Mutu, di Mami Hotel Kota Solok, Senin s/d Selasa (25 s/d 26/10/21).

Acara ini dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Ardinal, S.KM, M.KM, Kabid PPSDK dr. Hiddayaturrahmi, M.Kes, dengan peserta yang hadir yakni Tenaga Medis di Puskesmas Kota Solok, serta Narasumber kegiatan R.J. Suko Widodo, SKM, MPH dan dr. Sakkar, MARS Surveyor Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Dalam sambutannya Ardinal mengatakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, seluruh unit pelayanan yang ada dan seluruh karyawan harus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang bermutu dan peduli terhadap keselamatan pasien, pengunjung, masyarakat, dan karyawan yang bekerja di Puskesmas.

“Program mutu dan keselamatan pasien merupakan program yang wajib direncanakan, dilaksanakan, dimonitor, dievaluasi dan ditindak lanjuti diseluruh jajaran yang ada di Puskesmas, mulai dari pemilik, Kepala Puskesmas, penanggung jawab pelayanan klinis dan seluruh karyawan,” ujar Ardinal.

Upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien adalah untuk menggerakkan kepemimpinan menuju perubahan budaya organisasi, proaktif mengidentifikasi dan menurunkan risiko dan penyimpangan, yang menjadi tanggung jawab seluruh tenaga klinis yang memberikan asuhan pasien.

“Tenaga klinis wajib berperan aktif mulai dari identifikasi permasalahan mutu layanan klinis, melakukan analisis, menyusun rencana perbaikan, melaksanakan, dan menindaklanjuti. Untuk mengidentifikasi permasalahan mutu layanan klinis, potensi terjadinya risiko dilakukan dengan menggunakan indikator-indikator pelayanan klinis yang ditetapkan oleh fasilitas kesehatan dengan acuan yang jelas dan perlu mengevaluasi program dan analisa data dan keselamatan pasien puskesmas dan klinik pratama secara komprehensif,” jelasnya.

Dalam rangka peningkatan layanan kepada masyarakat oleh FKTP, telah dilakukan berbagai upaya peningkatan mutu dan kinerja antara lain dengan pembakuan dan pengembagan sistem manajemen mutu dan upaya perbaikan kinerja yang berkesinambungan baik dalam pelayanan klinis, manajemen, dan penyelenggaraan upaya-upaya kesehatan.

Oleh karena itu, hal ini sangat penting, karena selama ini banyak sarana pelayanan kesehatan hanya menggunakan data untuk melihat masa lalu, sehingga diperlukan pemahaman keterampilan dan kemampuan untuk mengelola data mutu sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat.

“Pengolahan data dilakukan untuk mencegah sindrom kaya akan data namun miskin informasi, sehingga data harus dapat dikumpulkan, dievaluasi dan diubah menjadi informasi yang berguna untuk membuat kesimpulan dan keputusan,” tutup Ardinal.

(gra)

loading...