Pasca Abrasi Pantai, Bupati Pessel Perintahkan Kadis PUPR Bersihkan Muaro Batang Kapas

170

Bupati Pessel saat mengunjungi korban abrasi pantai

PESISIR SELATAN, TOP SUMBAR — Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Sumatera Barat (Sumbar), Hendrajoni memerintah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  (PUPR) untuk segera membersihkan Muaro Kampung Bukit Tambun Tulang, Nagari IV Koto Hilie Kecamatan Batang Kapas, dari timbunan pasir terutama jalan dan pemukiman masyarakat.

“Kadis PUPR segera kerahkan alat berat untuk membuang pasir yang menutupi jalan dan sebagian pemukiman masyarakat,” kata Hendrajoni.

Hal tersebut dikatakan Hendrajoni saat mengunjungi korban abrasi pantai di Dusun Muaro, Kampung Bukit Tambun Tulang Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Jumat (4/10).

Pasca dilanda abrasi pantai, dan gelombang pasang sebagian jalan kabupaten dan pemukiman masyarakat di Muaro tertimbun pasir.

Diperkirakan sepanjang 500 meter jalan kabupaten tertimbun oleh pasir sedalam 1 sampai 2 meter. Akibat tumpukan pasir tersebut, masyarakat sulit untuk mengakses jalan mereka. Untuk membuang tumpukan pasir tersebut, masyarakat mencoba secara manual membuang pasir dengan menggunakan truk pasir dan diangkut ke luar Muaro.

Melihat kondisi itu, bupati langsung menelpon Kadis PUPR untuk mengerahkan alat berat guna membuang pasir tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Hendrajoni menyerahkan bantuan beras sebanyak 1,26 ton yang berasal dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), dari dinas Pangan sebanyak 726 kilogram.

Selain bantauan beras, Pemkab Pessel melalui kedua dinas tersebut juga menyerahkan bantuan berupa minyak goreng, indomie dan perlengkapan masak, serta nasi kotak dari Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Menurut Walinagari IV Koto Hilie Satria Darma Putra, di Dusun Muaro terdapat sebanyak 38 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban abrasi pantai, sebagian mengungsi ke rumah sanak saudaranya dan sebagian lagi bertahan di tenda pengungsian yang disiapkan pemerintah kabupaten setempat.

Kejadian itu juga menyebabkan 17 unit rumah rusak berat, 11 rumah tertimbun pasir, satu gudang ikan rusak berat, serta satu bangunan Badan Usaha Milikm Nagari (BUMNag) rusak berat.

“Kami prihatin atas kejadian ini, dan kami berupaya maksimal agar berbagai kebutuhan para korban tercukupi selama di pengungsian,” kata Hendrajoni disela-sela kunjungannya di Dusun Muaro.

Lebih lanjut Hendrajoni mengatakan, penanganan abrasi pantai di Dusun Muaro akan diprioritaskan, karena jika tidak berisiko terhadap pemukiman warga di dusun ini.

Ia mengaku telah membicarakan hal ini dengan pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beberapa waktu lalu.

“Penanganannya mencakup pembangunan batu penahan ombak, dan juga pembangunan rumah bagi para korban,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu ia mendorong agar pihak kecamatan dan nagari aktif berkomunikasi terkait kebutuhan para korban selama di pengungsian terutama mengenai makanan, obat-obatan dan lainnya.

Ikut bersama bupati dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Sosial PPPA Zulfian Apriyanto, Kepala Dinas Pangan Alfis Basir, Kepala Dinas Pertanian Nuzirwan. (RD)

loading...