Naik Jadi 38,61 M, Bank Nagari Padang Panjang Optimistis Capai Target Penyaluran KUR Tahun 2022

402

Padang Panjang | Topsumbar — Target penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) Bank Nagari Padang Panjang untuk tahun 2022 ditetapkan sebesar 38, 61 milyar rupiah. Atau naik sebesar 1, 36 milyar rupiah bila dibandingkan target tahun 2021 lalu sebesar 37,25 milyar rupiah.

Naiknya target penyaluran KUR yang merupakan gabungan kredit konvensional dan syariah itu direspon optimistis bisa tercapai oleh pihak Bank Nagari Padang Panjang.

Hal tersebut dipaparkan Pimpinan cabang Bank Nagari Padang Panjang, Zulhendri, SE, menjawab pertanyaan Topsumbar.co.id diruangan kerjanya, Jumat, (28/1/2022).

Dikatakannya, pada tahun 2022 ini Bank Nagari Padang Panjang telah menandatangani kontrak dengan direksi Bank Nagari yang dilaksanakan di Padang, khusus untuk KUR (konvensional dan syariah) naik dari tahun 20221 lalu.

“Target KUR (Konvensional dan Syari’ah) tahun 2022 berjumlah sebesar Rp. 38,61 milyar atau secara nominal naik sebesar Rp.1,36 milyar dari tahun 2021,” katanya.

“Jadi kami optimis target-target yang telah ditetapkan untuk tahun ini bisa kami capai. Tentunya mumpung masih awal tahun kami akan menyusun strategi untuk pencapaian target-target dimaksud,” sambungnya.

Ia juga menyebutkan, KUR ini terbagi kepada tiga kategori, yaitu KUR super mikro, KUR mikro, dan KUR kecil.

KUR super mikro dengan flatform sebesar Rp 10 juta, KUR mikro 10 juta sampai 50 juta rupiah, dan KUR kecil 50 juta sampai 500 juta rupiah.

“KUR super mikro ini dinamai oleh Bank Nagari dengan nama program ‘Marandang’ telah dilaunching tahun 2021 lalu. KUR super mikro ini sasarannya adalah melawan rentenir yang kita yakin masih banyak di Padang Panjang. flatform KUR super mikro ini 10 juta rupiah dan boleh tanpa agunan,” sebutnya.

Meskipun tanpa agunan, lanjut Zulhendri, pihak Bank Nagari tetap melakukan survei kelayakan penerima dan ketentuan BI serta ketentuan OJK tetap berlaku.

“Harus clear BI checkingnya dan ada usahanya,” ujarnya.

Zulhendri juga mengungkapkan, terkait optimistis tahun 2022 bisa capai target penyaluran KUR, bukan tanpa alasan dan bisa mengacu kepada kinerja tahun 2021 lalu.

“Tahun 2021 lalu total target KUR Bank Nagari Padang Panjang sebesar Rp. 37,25 milyar dan hingga Desember lalu penyaluran KUR bisa kita realisasikan sebesar Rp. 49,72 milyar. Artinya realisasi KUR kita mencapai 133 persen,” ungkapnya.

Atas keberhasilan progres over target realisasi penyaluran KUR tersebut, Bank Nagari Padang Panjang, imbuh Zulhendri diapresiasi kantor pusat Bank Nagari.

“Alhamdulillah Bank Nagari Padang Panjang sudah menutup tahun buku tahun 2021. Penilaian yang diberikan oleh kantor pusat Bank Nagari adalah nilai A atau Excelent. Penilaian ini diberikan dengan pertimbangan sebagian besar target yang diberikan kepada Bank Nagari Padang Panjang tercapai atau meningkat dari tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Zulhendri juga menyebutkan, pencapaian itu tidak terlepas dari dukungan seluruh tim kerjasama Bank Nagari dan sokongan seluruh stakeholder. Dalam hal ini nasabah penabung dan nasabah peminjam.

“Dan kami juga sangat mengapresiasi serta terima kasih sekali kepada Pemko Padang Panjang selaku pemegang saham Bank Nagari yang mensupport sehingga kinerja Bank Nagari Padang Panjang di tahun 2021 membaik,” sebutnya.

Loyality Reward

Selanjutnya, Zulhendri mengatakan dalam rangka menyambut ulang tahun Bank Nagari ke-60 tahun yang jatuh pada tanggal 12 Maret 2022. Bank Nagari baru saja meluncurkan program promo loyality reward yang diperuntukkan khusus bagi PNS dan pensiunan PNS.

Loyality reward ini diberikan kepada peminjam lama dan peminjam baru untuk setiap peminjaman di Bank Nagari.

“Jadi,, reward untuk peminjam lama maksimal Rp2 juta dan peminjam baru/takeover maksimal Rp 3 juta,” katanya.

Adapun masa berlaku promo ini, sebut Zulhendri berlaku sampai 31 Maret 2022. Akan tetapi karena kuotanya terbatas. Jadi, lebih cepat lebih baik.

“Karena kalau ketentuan di kantor pusat kuotanya sudah habis sekaligus akan ditutup. Anjurannya kepada PNS dan pensiunan PNS jika memang ada rencana untuk meminjam, segeralah meminjam lebih awal,” pungkasnya.

(Alfian YN)

loading...